Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Extra Part 6 (Satria)


__ADS_3

Semenjak Abbas nikah dengan Khumaira, Satria di asuh oleh Dokter Chelsea. Karena Dokter Chelsea adalah keluarganya satu-satunya dari ayah kandungnya Rakka, keluarga dari Eliana entah kemana. Dokter Chelsea sengaja tidak mencarinya.


Saat ini Dokter Erik dan Dokter Chelsea sudah menikah dan mempunyai seorang putri cantik yang di beri nama Syazani Queenza Ershea yang artinya Ratu yang cerdas, baik hati dan bijaksana.


Satria sangat senang akhirnya ia memiliki adik, Dokter Erik dan Dokter Chelsea menikah tidak lama dari pernikahan Abbas dan Khumaira. Tapi memiliki anak mereka baru mendapatkan momongan karena mereka sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Gemas banget adik abang." Kata Satria saat ini usia 8 tahun.


"Apa kamu senang, Bang?." Dokter Erik mengelus rambut Satria.


"Sangat senang, Dad." Kata Satria senang.


"Alhamdulillah, kalau begitu nanti abang. Jagain Mommy dan Adik ya, bila nanti Daddy tidak ada."


"Mas, kamu jangan bicara seperti itu. Aku ngga suka." Dokter Chelsea cemberut.


"Emang, Daddy mau kemana?." Satria bingung.


"Mom, Bang. Maksud Daddy kalau Daddy sedang bekerja atau dinas, nanti Abang Satria yang jagain Mommy dan Adik."


"Oh! kalau itu tenang aja, Dad. Aku kan pulang sekolah selalu latihan bela diri sama mang Surip, Dad."


"Masa?Kok Daddy sama Mommy tidak tau, Bang. Nanti Daddy akan tanyakan kepada Mang Surip, kenapa dia tidak cerita sama Daddy."


"Aku yang nyuruh Mang Surip, Dad."


"Kenapa kamu tidak memberitahu tahu Mommy dan Daddy, Sayang?Coba kamu cerita sama Mommy."


"Begini Mom, Dad. Ingat tidak waktu kita pergi ke pantai dan di saat macet?."


"Emang kenapa, Bang?."


"Waktu itu Mang Surip menyuruh kita turun dan kita di suruh di hotel dekat pom bensin."

__ADS_1


"Ah! Iya, Mommy juga bingung. Sayang, tiba-tiba Mang Surip menyuruh kita turun."


"Mang Surip pernah cerita sama aku, dia memiliki indra ke enam yang bisa melihat masa depan. Di saat kita pergi ke pantai itu, Mang Surip melihat mobil yang kita naiki kedepannya akan bermasalah dan kita akan celaka."


"Oia, Daddy baru ingat. Mobil itu terbakar di tempat tidak terlalu ramai dan Mang Surip keluar di saat mobil belum terbakar."


"Iya, Dad. Mang Surip berkata ada yang ingin mencelakakan keluarga kita, Dad, Mom. Makanya aku berlatih bela diri dan meminta Mang Surip jangan memberitahukan kepada kalian, takut kalian malah lebih cemas nanti."


"Ya ampun, Nak. Lain kali kamu harus memberitahu Daddy dan Mommy."


"Iya, sayang. Ini keadaan genting, lain kali kamu harus ceritakan ini kepada Mommy dan Daddy. Bukan Mommy meremehkan kamu, tapi Mommy sangat mengkhawatirkan kamu. Orang dewasa yang jahat itu lebih kejam, Nak. Mommy tidak mau kamu kenapa-napa, sayang." Dokter Chelsea menaruh Baby Queen ke ranjang, lalu memeluk Satria.


"Iya, Mom. Abang minta maaf." Kata Satria dan membalas pelukan Dokter Chelsea.


"Kalau begitu Daddy akan menyelidiki siapa dalang yang ingin mencelakakan keluarga kita, kalian sementara jangan keluar dari Mansion ini."


"Iya, Dad."


"Iya, Mommy sayang. Kamu tenang aja."


Dokter Erik menghampiri Mang Surip ingin memastikan apa yang di bicarakan Satria itu benar atau tidak, bukannya Dokter Erik tidak percaya. Dia harus mendengarkan 1 pihak lagi, untuk menyakinkan.


"Mang apa benar ada yang ingin mencelakakan keluarga saya?Coba Mamang ceritakan secara detail." Kata Dokter Erik.


Mang Surip menghela napas.


"Huh, Iya. Tuan, saya akan menceritakan secara detail." Kata Mang Surip.


Mang Surip menceritakan semuanya tidak ada yang di tutupi.


Apa yang di ceritakan Satria benar, lalu Dokter Erik pun bertindak menghubungi Abbas dan Nufail untuk minta bantuan.


"Mommy tidak usah takut, aku yakin Daddy Erik, Deddy Abbas dan Uncle Nufail bisa melindungi kita. Begitu pun aku tidak akan membiarkan Mommy dan Adik terluka." Kata Satria duduk di samping Dokter Chelsea.

__ADS_1


"Terimakasih, sayang. Kamu begitu melindungi Mommy dan Adik, Tapi nak ini masalahnya sangatlah besar. Mommy tidak mau kamu kenapa-napa sayang, biarkan Daddy Erik, Deddy Abbas dan Uncle Nufail yang akan menyelesaikannya. Kita cukup berdoa kepada Allah agar kita selalu di dalam lindungan Allah." Dokter Chelsea memeluk Satria penuh kasih sayang.


"Iya, Mommy."


"Maaf, Mommy. Aku tetap akan berusaha melindungi kalian, aku tidak bisa berdiam diri. Aku harus cepat bertindak bersama sih quadruplet." Kata Satria dalam hati.


"Mom, aku mau ke kamar. Mau mengerjakan tugas dulu."


"Iya, sayang."


Dokter Chelsea mengecup kening Satria, lalu Satria bergegas ke kamar. Untuk membuat rencana bersama quadruplet anak dari Nufail.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku akan menambahkan cerita sih Satria dan Sih Kembar 4. Semoga kalian menyukainya...


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya... See You... 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2