Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Bertahan atau Bangun


__ADS_3

Dokter Chelsea memberitahu ke Dokter Erik, pasien yang baru di tangani adalah Alsava mantan istri Abbas.


"Permisi dok." Kata Dokter Chelsea sopan, karena masih ada pasien yang sedang konsultasi.


"Iya, silakan anda duduk dulu. Saya masih ada pasien." Dokter Erik datar. Ya, seperti itulah dia sehari-hari, Dokter terkenal ganteng, dingin. Tapi banyak pasiennya. Lalu Dokter Chelsea langsung menuju ruangan pribadi Dokter Erik.


Hubungan Dokter Chelsea dan Dokter Erik belum semua orang di rumah sakit tau, hanya yang terdekatnya saja yang tau.


Pasien keluar, Dokter Erik mendekati Dokter Chelsea di ruang pribadi.


"Hufh, lelahnya hari ini aku banyak pasien. Lihat aja di luar masih ada yang mengantri." Dokter Erik menjatuhkan diri duduk di samping Dokter Chelsea dan kepalanya bersandar di bahu Dokter Chelsea.


"Kasian, semangat ya." Dokter Chelsea menepuk kepala Dokter Erik.


"Oia, tadi pasien yang terakhir aku tangani tadi. Dia adalah Alsava." Dokter Chelsea menoleh ke Dokter Erik.


"Alsava? Mantan istrinya Abbas?." Dokter Erik santai.


"Ih! kamu kok santai sih jawabnya." Dokter Chelsea mengerucut bibirnya, ia kesel melihat ekspresi wajah Dokter Erik santai.


"Hahaha... Masa aku harus kaget gitu, OmG. Masa!!!. Gitu." Kata Dokter Erik malah tertawa.


"Tau ah!, kali ini pasti kamu kaget." Ucap Dokter Chelsea.

__ADS_1


"Apa coba?." Dokter Erik menarik hidung Dokter Chelsea.


"Alsava sudah menikah dan suaminya adalah Nufail Zhafran Al Ghazali, pengusaha yang terkenal di dunia. Bahkan sangat berkuasa." Dokter Chelsea sengaja menekan nama Nufail agar Dokter Erik mengerti.


"APA!!!. Kok bisa, aku baru ingat kata Abbas Alsava meninggal. Masa dia hidup lagi, apa itu hantunya?." Dokter Erik terkejut. Ia pura-pura tidak tau kalau Alsava sebenarnya masih hidup, Dokter Erik sudah mengetahui dari Papi Mario yang menceritakannya.


"Loh! Meninggal??? tadi Alsava itu terlihat sehat, malah cantik banget dia sekarang. Nih lihat tadi aku sempat diam-diam memoto mereka." Kata Dokter Chelsea dan memberikan


"Iya, sih Abbas sendiri yang ngomong sama aku. Lebih baik kita langsung kasih tau ini, mungkin Abbas nanti bisa bangun dari tidur panjangnya." Idea Dokter Erik keluar begitu aja.


"Benar itu, dia juga harus tau sifat Eliana itu bagaimana sebenarnya." Dokter Chelsea menganggukkan kepala bertanda setuju.


Mereka langsung kekamar Abbas, yang sengaja di letakkan di sebelah ruangan Dokter Erik. Agar Dokter Erik bisa memantau langsung perkembangan Abbas.


Pintu kamar Abbas di buka.


"Darimana ya kita harus kasih tau Abbas." Dokter Chelsea menatap Dokter Erik bingung.


"Abbas loe harus bangun dan lihat nih Alsava masih hidup." Kata Dokter Erik memberikan Ponsel kearah Abbas.


"Loe mau bertahan begini terus atau loe bangun untuk menembus kesalahan loe sama Alsava." Katanya lagi.


"Iya, loe harus bangun dan lihat Alsava akhirnya mempunyai anak kembar lagi. Loe pasti menyesal banget lihat lah gue tadi juga mencetak hasil USG Alsava tadi." Kata Dokter Chelsea memperlihatkan hasil USG.

__ADS_1


Mendengar perkataan Dokter Chelsea yang Alsava memiliki anak, Abbas mulai menggerakkan jarinya.


"Lihatlah Abbas udah menggerakkan jarinya." Dokter Chelsea senang.


"Ayo, Abbas loe bangun sekarang. Alsava masih hidup tapi dia udah menikah dengan orang yang begitu mencintai Alsava, Loe mah ngga ada apa-apanya. Asal loe tau Alsava menikah dengan orang lebih berkuasa, Loe dan nyokap loe akan menyesal telah menghina Alsava. Cepat bangun bre***sek. Loe harus minta maaf sebelum keluarganya akan menghancurkan semua yang loe miliki saat ini." Kata Dokter Erik menendang ranjang, ia kesal. Abbas tidak membuka matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira Abbas bangun dari tidur panjangnya atau malah kembali tidur lagi?...

__ADS_1


Jgn lupa like, vote dan komentarnya ya...


__ADS_2