Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Extra-Part 03 (Ulah Si Kembar 4)


__ADS_3

Ghoza dan Ghozi menghampiri Cynta dan Cynda yang sedang menikmati makanan.


"Kalian ini kalau misi kalian sudah selesai kenapa tidak memberitahukan kami?." Ghoza duduk di samping Cynta.


"Iya, benar. Kami kan juga lapar tau." Ghozi mengambil ayam goreng di piring Cynda.


"Maaf, kami kalau lapar lupa segalanya." Kata Cynda sambil mengunyah makanan.


"Iya, tenaga kita terkuras untuk misi ini." Tambah Cynta.


"Aku mau pesan makanan dulu, kalian jangan kemana-mana dan ingat jangan bicara apa-apa dulu. Disini banyak mata dan tembok pun bisa bicara." Kata Ghoza berdiri.


"Oke, sekalian aku pesanin aku seperti Cynda ya." Kata Ghozi.


Di ruang Nufail.


"Bos, seperti ini virus hanya buat mengecohkan musuh. Yang ngirim virus ini pasti orang yang sangat hebat dan jenius, jenis virus ini baru kali ini aku melihatnya. Kira-kira siapa ya orangnya." Joe memperlihatkan laptopnya.


"Iya, Joe. Tapi kita jangan terkecoh siapa tau orang itu hanya buat kita lengah." Kata Nufail.


"Berati kita sudah tidak ada masalah, Bay?." Tanya Alsava.


"Untuk sementara iya, sayang. Tapi kita harus lebih waspada lagi, siapa tau orang yang mengirimkan virus ada di pihak musuh. Kamu jangan pikirkan itu, biar masalah ini biar aku dan Joe yang ngurus. Kamu urus anak-anak aja, jangan sampai mereka buat ulah lagi."


"Mereka seperti itu karena Babay, yang selalu membebaskan apa yang mereka lakukan dan mau mereka pun kamu turuti."


"Iya, Sayang. Maaf, tapi aku heran dari mana mereka mendapatkan kemampuan seperti itu."


"Mana aku tau, itu adalah anugerah yang di berikan Allah. Dan jangan sampai anak-anak ku nanti berurusan sama beginian, itu akan mengancam nyawa mereka. Aku takut banyak yang iri sama keahlian yang mereka miliki dan ada yang berbuat jahat sama mereka, dari kemarin aku merasa tidak tenang."


"Sudah kamu jangan pikirkan itu, tenang aku selalu menjaga mereka dalam waktu 24 jam dan buktinya sekarang itu mereka sedang menikmati makan siang tanpa kita di kantin." Nufail memberikan ponsel kepada Alsava.


"Ya Ampun, mereka itu betapa gemasnya. Selalu akur dan saling memahami satu dengan yang lain, aku jadi ingin hamil lagi."


"No!!! Aku menolak cukup mereka, kalau bertambah aku semakin pusing nanti."


"Ish!! Pusing-pusing, gitu-gitu mereka anak-anak mu sendiri. Lagian aku juga tidak mau hamil lagi, cukup mereka aja." Alsava mencubit pinggang Nufail.


"Auwww... Sakit, Yank. Kalau mau bilang."


"Ish! Apaan sich, malu di lihat Joe."


"Kita pindah, yuk. Joe, tolong jaga anak-anak gue mau berduaan sama bini. Mumpung bocil-bocil tidak ada." Nufail menggendong Alsava dengan bridal style.


"Dasar bos luknat, bermesraan di hadapan gue. Jadi pengenkan gue, jam pulang masih lama lagi. Nasib-nasib... Dyah sabar ya kau nunggu abang di rumah." Jeritan hati Joe.


"Baik, Bos." Joe menutup laptop, lalu keluar ruangan.


Nufail membawa Alsava kekamar dan mengunci kamar.

__ADS_1


"Ini yang aku tunggu, Yank. Sudah lama kita tidak melakukan, semenjak sih bocil-bocil bertambah umur." Nufail mencium bibir Alsava.


Nufail dan Alsava tidak pernah berhubungan intim lagi semenjak anak-anaknya bertambah umur, karena tingkah laku sih kembar 4 membuatnya pusing.


Nufail menurunkan Alsava, lalu membuka kancing gamis Alsava. Terlihat benda kenyal yang sangat ia rindukan dan bikin nagih, ia memainkan benda kenyal itu.


"Aahh... Babay." Nufail mengisap ujung benda kenyal milik Alsava.


"Aku suka sekali ******* kamu, sayang. Kita the to point saja, takut mereka kembali." Nufail melepas pakaian dan pakaian Alsava.


"Iya, Babay." Alsava menganggukkan kepala.


Setelah mereka sama-sama polos.


"Ayo, sang naga in come back to goa himalaya." Nufail bersemangat.


"Uuhhmmm... Kamu tetap masih sempit, Yank." Nufail berusaha agar sang naga masuk ke Goa himalaya milik Alsava.


"Pelan-pelan, Babay. Aahh..." Alsava merasa agak sedikit sakit.


Jleb.


Sang naga berhasil masuk kedalam goa himalaya.


"Aahh... Mantap ini." Nufail menggoyangkan pinggulnya.


Berbagai gaya mereka lakukan, sudah 1 jam lebih mereka melakukan. Akhirnya sang naga menyemburkan air liur di goa himalaya.


"Terserah kamu, Babay." Alsava tampak lelah.


Nufail dan Alsava berbaring saling berpelukan, mereka seperti pasangan pengantin baru. Yang sedang menikmati bulan madu, mereka melupakan sih kembar 4 yang sedang mencarinya.


"Om Joe, Daddy dan Mommy kemana sih?." Rengek Cynta.


"Mmm... Itu Daddy dan Mommy sedang ada urusan, bagaimana kalian ikut om. Kita jalan-jalan ke Mall, kita main time zone." Joe mengalihkan sih kembar 4.


"Benarkah?."


"Benar, yuk. Keburu nanti Daddy dan Mommy tau, kalian tau sendiri kalau mereka tidak akan mengizinkan kalian ke mall." Kata Joe.


"Benar itu, yuk. Gaes, kita berangkat." Ghoza semangat.


"Ayokkk... Berangkat."


Joe membawa Sih kembar 4 ke Mall, Joe tau apa yang di lakukan sang bos kalau sudah bersama istrinya.


"Selamat bersenang-senang, Bos." Kata Joe dalam hati.


Nufail melihat cctv di hpnya senang, Joe bisa membawa anak-anaknya pergi. Ia pun menghajar Alsava kembali hingga 5 ronde mereka melakukannya.

__ADS_1


Hari ini hari yang paling langka untuk mereka berdua, karena biasanya mereka akan di ganggu oleh sih kembar 4.


"Babay, aku sudah tidak kuat lagi. Badan ku sudah remuk, kamu cuma memberikan aku waktu 15 menit aja." Alsava kelelahan.


"Iya, sayang. Aku janji ini yang terakhir... Aahh... Nikmat sekali hari ini, aku akan berikan Joe bonus." Nufail masih menggoyangkan pinggulnya.


"Benar ya ini yang terakhir... Aahh... Aku udah cape, Babay."


"Iya, Sayang."


Nufail dan Alsava tidak tau, betapa repotnya Joe mengurus Sih kembar 4 yang luar biasa aktifnya.


"Bos harus kasih gue bonus gede nih, mereka benar-benar membuat gue lelah. Melebihi bertempur dengan Dyan, gue harus minta bos gue lebih awal." Gumam Joe.


"Hahaha... Aku senang sekali sayang, kita bisa menikmati bersama lagi untung sang naga tidak loyo." Nufail menciumi Kening Alsava, ketika air liur sang naga menyemburkan kembali ke Goa himalaya.


"Senang sih senang, tapi aku yang cape. Naga kamu selalu luar biasa, Babay. Membuat ku kelelahan dan tidak berdaya." Alsava kesel.


"Tentu dong, naga ku ini selalu luar biasa. Tapi kamu sangat menikmati kan betapa hebatnya naga ku ini, pokoknya tiada tandingannya dech."


"Iya-iya naga kamu memang hebat, yuk. Kita jemput anak-anak kasihan Joe menangani mereka sendirian, jangan lupa kamu langsung transfer bonus Joe sekarang. Akh mau mandi dulu."


"Oke, sayang. Kita mandi bareng aja biar cepat."


"Modus."


"Sekali lagi, Yank. Soalnya ini langka loh."


"Terserah kamu, Babay."


Alsava pasrah, menuruti kemauan sang Suami. Karena kalau di tolak kasihan dan dia akan dosa. Mereka melakukan lagi di kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...


See you 😘😘😘


__ADS_2