Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Meminta Maaf


__ADS_3

Akhirnya helikopter tiba di halaman Mansion Utama Milik Nufail dan Alsava. Abbas, Khumaira dan Kedua orangtua Khumaira turun dari Helikopter. Di susul Sekretaris Roy yang sedang membawa beberapa koper milik Khumaira dan Kedua orangtua Khumaira.


"Untung tuan Abbas, menyuruh Bodyguard membawa kopernya. Kalau tidak bisa-bisa gue jadi kuli angkut barang, turun posisi gue hahaha..." Batin Sekretaris Roy, ia tersenyum sendiri.


"Selamat datang, Abi Ibrahim dan Umi Jami." Nufail menyambut senang.


"Ish, kamu kebiasaan manggil Umi tidak lengkap. Nama Umi udah bagus Jamilah, malah di panggil Jami kesannya kaya nama cowok." Umi Jamilah memukul pelan Nufail.


"Hehehe... Ngga juga Mi, malah terdengar keren. Hahaha..." Nufail senang menggoda Umi Jamilah. Dari kecil Nufail memang lebih suka menggoda Umi Jamilah.


"Aisyah, anak mu ini. Baru ketemu mau ngajak aku berantem." Umi Jamilah menjambak rambut Nufail.


"Hahaha... Kalian ini kalau ketemu selalu ada drama, kamu juga Nufail jangan suka menggoda Umi Jamilah." Kata Umi Aisyah, lalu menjewer Nufail.


"Iya-iya maaf Umi-umi ku yang cantik." Nufail merangkul Umi Aisyah dan Umi Jamilah.


"Ya udah masuk-masuk." Kata Abi Ibrahim yang dari tadi pusing melihat drama Nufail dengan Umi Jamilah.


"Hahaha... Iya-iya silakan masuk, ayo Bro." Ajak Nufail.


Mereka masuk kedalam Mansion Nufail. Di ruang keluarga sudah ada Opa Smith,Oma Anne, Mama Savara, Papa Alvendra, dan Papi Mario. Sedangkan Alsava berada di kamar bersama ke empat anak kembarnya.

__ADS_1


"Fail, Istri dan anak-anak kamu dimana?." Tanya Abi Ibrahim mencari keberadaan Alsava dan sih kembar 4.


"Ada di kamarnya, Bi. Maaf tidak bisa bergabung." Jawab Nufail.


Oma Anne dan Mama Savara memandang sinis Abbas.


"Mmm... Mumpung kalian berkumpul disini, saya mau memberitahu. Bahwa saya sudah melamar Khumaira dan akan mengadakan pernikahan secepatnya." Abbas terlihat gugup, karena berhadapan dengan mantan mertuanya.


Hening, tidak ada percakapan.


"Alhamdulillah, Nak. Moga calon istri mu ini yang bimbing kamu menjadi lebih baik dan menuntun kamu kejalan Allah." Papi Mario memulai pembicaraan.


"Wah! Bagus itu, Bro. Jadi nanti Loe sama Papi nikah barengan biar hemat waktu dan tenaga. Hahahaha..." Goda Nufail, membuat Umi Aisyah merona.


"Benar itu, ini kabar bahagia. Walau kamu bukan lagi cucu menantu di keluargaku, tapi aku sudah memaafkan kesalahan mu dan menganggap mu keluarga. Karena kamu juga korban dari kegilaan Siska.. Istri ku dan anak menantu ku belum sepenuhnya memaafkan mu, tapi perlahan-lahan mereka akan memaafkan kamu... Kamu harus bersabar." Opa Smith, menepuk pundak Abbas.


"Baik, Opa. Abbas juga minta maaf, kesalahan Abbas sangat banyak. Tidak bisa di maafkan begitu saja, tapi Abbas saat sangat menyesali dan Abbas juga sudah kena hukumannya... Oma, Mama dan Papa... Maafkan kesalahan Abbas yang begitu banyak menyakiti Alsava." Abbas berlutut dan menangis, lalu ia mengingat kesalahannya terhadap Alsava. Semua orang terkejut melihat Abbas berlutut di hadapan Oma Anne, Mama Savara dan Papa Alvendra.


Oma Anne dan Mama Savara tidak menyangka Abbas berlutut.


"Sudahlah, Nak. Papa sudah memaafkan kamu, yah. Tadinya Papa sempat marah dan ingin memukul mu, tapi Papa sudah melihat Allah sedang menghukum mu. Papa mundur dan pasrahkan semuanya kepada Allah. Ayo, bangun. Lebih baik sekarang kamu berubah menjadi suami yang baik buat istrimu dan sia-sia kan atau menyakiti istri mu nanti." Papa Alvendra membantu Abbas bangun.

__ADS_1


"Terimakasih, Pa." Abbas melihat Oma Anne dan Mama Savara masih tetap acuh. Abbas merasa sedih, lalu ia menarik napas.


"Oma, Mama. Maafkan Abbas." Abbas terus berusaha meminta maaf.


"Ck, Baiklah. Saya mau memaafkan mu, tapi kamu jangan pernah memanggil ku Oma. Sampai saya Benar-benar memaafkan mu, saya ingin melihat keseriusan kamu minta maaf sama saya, Savara dan Alsava tentunya." Sinis Oma Anne.


"Baik, Oma. Ups!, Nyonya. Aku tidak akan bosan terus minta maaf kepada kalian, aku akan buktikan kalau aku serius meminta maaf dan menyesali perbuatanku."


.


.


.


.


.


.


Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya... See you... 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2