Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Paket


__ADS_3

Sebenarnya Abbas tidak ada meeting dengan petinggi perusahaan, tadi Abbas mengechat Sekretaris Roy untuk menolongnya dari Mami Siska.


"Kerja bagus, untung loe datang tepat waktu. Tadi gue spot jantung, gue bingung harus apa. Loe tau sendiri kan masalah gue terus aja bertambah." Kata Abbas menepuk pundak Sekretaris Roy.


"Tuan, apa sebaiknya anda harus jujur ke Mami anda?Anda tau sendiri Nyonya itu akan nekat mencari informasi, takutnya malah nanti Nyonya tambah lebih sakit." Sekretaris Roy memberi saran.


"Gue belum bisa, Roy. Gue takut malah dia ngga bisa mengontrol diri." Abbas duduk lemas di sofa.


"Itu terserah anda, tuan. Saya hanya memberi saran agar tidak bertambah rumit nanti." Kata Sekretaris Roy.


"Iya, terimakasih saran loe. Nanti gue pikirkan."


"Baik, tuan. Oia, ini ada paket. Entah dari siapa, tuan." Sekretaris Roy menyerahkan sebuah kotak coklat ke Abbas.


"Paket dari siapa?.Gue ngga pesan apa pun dech." Abbas bingung menatap kotak coklat, tangan memegang dagunya.


"Tidak ada namanya, Tuan. Saya sudah mengeceknya."


"Oke, gue buka penasaran isinya apa."


"Tunggu, Tuan. Takutnya ini jebakan, biar saya aja yang buka." Sekretaris Roy mengambil kotak dan membukanya.


Mereka tampak bingung, ternyata isinya sebuah pakaian dalam.


"Maksudnya apa ini." Abbas memegang jijik pakaian dalam.


"Apa punya Nyonya Eliana?."


"Bisa jadi, tapi buat apa dia ngirim ini buat gue?."


Sekretaris Roy memeriksa kembali isi kotak tersebut...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hari ini Nufail mengajak Alsava ke pantai. Alsava sangat senang sekali, apalagi dia bisa melihat sunset yang dia sukai.


"Babay tolong fotoin aku, ya." Alsava senang, mereka baru tiba.


"Apa ngga sih buat kamu, Yank." Nufail mengambil ponsel di tangannya.


__ADS_1


(Anggap aja itu Hp mahal ya... 😁😁😁 Abis susah nyari yang pas)


"Subhanallah, kamu makin cantik dan imut. Yank, bangganya aku menjadi suami mu." Nufail memeluk Alsava dan mengecup kening Alsava.


"Justru aku yang sangat bangga sama kamu, udah mau terima aku sebagai istri mu." Alsava memeluk erat Nufail.


"Oia, Babay. Kamu mau tau ngga kenapa aku begitu suka sunset?." Alsava mendongakkan kepala menatap Nufail.


"Ngga, emang kenapa Yank?." Nufail mengangkat tubuh Alsava, karena ia tidak tega melihatnya mendongak.


"Ish, Kok. Aku di gendong, kan aku udah berat. Babay."


"Ngga kok, malah kamu montok... Mmuuaacchh... Jadi apa yang membuat kamu suka sunset, hm." Nufail mengecup bibir Alsava.


"Itu karena matahari terbenam adalah kesempatan bagus bagi kita untuk menghargai semua hal luar biasa yang diberikan matahari kepada kita, agar kita menghargai waktu."


"Uluh... Uluh... Bijak sekali istri ku ini, aku makin cinta sama kamu... Matahari terbenam indah di pandang oleh semua orang, tapi bagiku kamu lebih indah dari matahari terbenam. Karena cuma aku yang boleh memandang mu dan menikmati tubuh mu... Mmuuaacchh... Jadi mau ke kamar, Yank."


"Ck, tadi udah romantis. Ujungnya malah mesum, sehari ngga mesum bisakan Babay?."


"Ngga bisa, setiap kamu berada di sampingku. Sih Naga selalu bangun dan meminta untuk masuk ke Goa yang begitu nikmat, kamu sudah membuatku kecanduan. Yank."


"Dasar onta mesum." Alsava turun dari gendongan Nufail, ia tanpa kesel sama Nufail. Momen romantis malah berantakan, gara-gara otak mesum Nufail.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sekretaris Roy masih penasaran dengan isi kotak, lalu ia memeriksakan lagi isi kotak tersebut. Kemudian betapa kagetnya Sekretaris Roy melihat foto Eliana sedang melakukan hubungan i*tim dengan berbagai pria dan ia juga menemukan sebuah flashdisk kecil.


"Astaghfirullah... Si wanita iblis tambah parah aja dan ini flashdisk apa ya?dari pada penasaran gue lihat dulu." Kata Sekretaris Roy memutar-mutar ke kiri dan ke kanan flashdisk, lalu memasukkan flashdisk ke laptop.


Di sisi lain


Abbas tidak pulang ke Mansion, ia pulang ke apartemen yang semua orang tidak tau. Kecuali Sekretaris Roy yang ia percaya.


"Maaf, Mi. Aku ngga bisa pulang, aku lagi ada meeting mendadak di luar kota. Kalau Satria sedang sama Bi Inem, biarkan dulu Satria sama Bi Inem. Mami jangan khawatir nanti Abbas akan menjelaskan semuanya, kalau urusan Abbas sudah selesai. Ya udah, Abbas tutup dulu ya. Mami jaga kesehatan ya dan jangan mikir macam-macam." Kata Abbas, ia di hubungi oleh Maminya terus. Ya Mami terus menghubungi Abbas untuk minta penjelasan.


"Maafkan Abbas belum bisa menjelaskan ke Mami, Abbas ngga sanggup harus kehilangan Mami dan Satria. Kalian adalah orang yang paling ku cintai setelah Alsava." Kata Abbas, ia menatap ke langit-langit.


"Kapan cobaan yang ku hadapi usai?Gue udah ngga sanggup lagi, setiap hari semakin tambah cobaan. Yah, gue akui inilah adalah hukuman buat gue yang telah menyakiti Alsava, tapi ya ngga setiap hari harus bertambah. Apa gue harus meminta maaf dan bersujud di kaki Alsava, baru bisa selesai cobaan gue."


"Kenapa gue begitu bodoh membuang berlian demi sebongkah kerikil, sekarang berlian itu tambah bersinar dan cantik. Gue nyesel banget, Alsava gue minta maaf... Gue nyesel... Apakah kamu mau memaafkan ku... Jujur aku masih mencintai mu... Tapi aku sadar kamu sudah lebih bahagia bersama Nufail, aku sudah mencoba melupakan mu. Semakin aku melupakan mu, semakin aku mencintaimu. Setiap hari rasa cinta ku kepada mu terus bertambah. Aku tidak bisa melupakan mu Alsava, seandainya waktu bisa berputar aku akan membahagiakan mu dan tidak akan ku biarkan airmata mengalir di wajah cantik mu. Foto kita pacaran dan nikahan kita tidak akan pernah ku bakar, biar menjadi kenangan manis." Abbas mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Alsava kamu akan selalu di hatiku, walau kamu tidak bisa ku miliki. Biarkan cinta ini tetap dihati ku dan tidak akan berpindah tempat, Alsava hiks... Hiks... Aku mencintaimu..." Abbas meneteskan airmata.


🌸🌸🌸🌸


Sekretaris Roy membuka folder, betapa kagetnya dia ternyata isinya video Eliana dengan berbagai pria.


"****, Sial... Gue jadi bangun... Sue..." Sekretaris Roy langsung mematikan laptop dan menuntaskan hasratnya ke kamar mandi.


"Gila... Wanita iblis tambah parah... Tapi siapa yang kirim ya?Ngga mungkin si Wanita iblis yang kirim, mau cari mati dia. Aahh... Gara-gara nonton begituan si otong bangun, sialnya kagak ada lawan jenis lagi yang harus tuntaskan. Nasib-nasib menjadi jomblo, aahh..." Akhirnya Sekretaris Roy menuntaskan hasratnya. Ia tampak lemas keluar kamar mandi.


"Gue harus kasih tau kebusukan wanita iblis itu, biar Abbas dan Nyonya Siska tau. Wanita yang mereka puja dan di sayangi, ternyata wanita iblis malah melebihi iblis. Gue ngga peduli mau gila kek, itu nenek yang penting mereka tau sebenarnya."


"Ah! lebih baik gue tidur, besok banyak yang gue urus." Sekretaris Roy merebahkan ke tempat tidur.


Yah, Sekretaris Roy berada di rumahnya. Dia membawa kotak itu untuk di periksa lagi, karena ia merasa ada yang janggal. Ternyata di bawah pakaian dalam ada sebuah amplop lagi dan itu juga di tutup oleh kertas, dugaan Sekretaris Roy benar. Masih ada info lagi di balik kertas-kertas itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terkadang ada baiknya kita berduka, agar terasa betapa gembira pada saatnya kita bersuka.


Terkadang ada baiknya kita menangis, agar terasa betapa manis pada saatnya kita tertawa.


Terkadang ada baiknya kita merana, agar terasa betapa bahagia pada saatnya kita bahagia.


Lucu kali ya kalau Abbas dan Maminya sama-sama gila...🀣🀣🀣🀣 Gimana nasibnya Satria nanti?πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Apakah nanti Papi Mario menceraikan Mami Siska sebelum Mami Siska gila lagi?πŸ€”πŸ€”πŸ€”

__ADS_1


Tunggu jawabannya dan terus dukung novel ini ya... Maaf kalau telat update, maklum Author mencari inspirasi dari novel ini soalnya teman Author udah pindah ke Riau, ikut suaminya. πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯ harus kerja keras nih... Semangat buat ku... πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ😁😁😁😁.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya. Biar semangat lagi nulisnya.


__ADS_2