Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Terbau


__ADS_3

Seperti biasa Joe datang untuk menjemput Nufail. Dan Nufail sedang duduk di sofa, ia merasa kekenyangan, ia diam saja melihat kelakuan Alsava dengan Joe.


"Eh! Joe udah datang, sarapan dulu... Menu hari ini spesial untuk suami ku." Alsava mendorong pelan tubuh Joe, hingga Joe duduk di kursi. Joe nampak bingung.


"Ini kan..." Pembicaraan Joe terpotong, karena Alsava langsung memasukkan Joe jengkol dan nasi.


"Kunyah dan telan pelan ya Joe." Alsava menatap tajam Joe.


"Ba-baik, Nyonya." Joe menuruti perintah Alsava.


"Habiskan..." Tegas Alsava. Melihat tatapan Alsava Joe tidak berkutik dan melanjutkan makannya.


"Untung bini bos, kalau bukan udah gue gibeng." Batin Joe, ia terpaksa memakan jengkol. Padahal ia tidak suka.


"Rasakan kalian, pasti di kantor bakalan kena ejek. Hahahaha." Kata Alsava dalam hati, ia nampak senang.


"Nyonya, terimakasih untuk sarapan istimewa ini. Saya sudah selesai sarapan." Joe meletakkan sendok dan garpu di meja.


"Wah! cepat sekali kamu selesai makan. Karena di meja masih banyak, kamu bawa ke kantor untuk makan siang. Ingat harus di habiskan." Alsava bertepuk tangan dan lalu menyerahkan paper bag.


"Terimakasih, Nyonya. Saya dan tuan akan menghabiskan." Joe menerima paper bag.


"Iya, sama-sama." Alsava berjalan ke arah Nufail.


"Babay, aku membawakan bekal makan siang buat kamu dan Joe. Harus di habiskan ya." Alsava bergelayutan di tangan Nufail.


"Iya, sayang. Emang kamu ngga ikut kantor?." Nufail merasa curiga biasanya Alsava selalu ingin datang ke kantor.


"Ngga, aku mau di rumah aja. Pengen nonton darkor." Kata Alsava.

__ADS_1


"Ooh!! Baiklah, tapi kamu jangan kelayapan. Oke." Nufail mengelus rambut Alsava.


"Oke, Babay." Alsava senyum.


"Baik-baik di rumah ya... My childs jaga Mommy ya... Daddy mau mencari nafkah untuk kalian... Jangan nakal ya... Muach... Muach..." Nufail mencium kening Alsava, lalu ia berjongkok dan mengajak ngobrol anak-anaknya yang didalam perut Alsava. Kemudian mencium perut Alsava.


"Iya, Daddy." Alsava meniru suara anak kecil. Nufail bangun.


"Ingat jangan kelayapan, kamu di rumah aja. Kalau kamu ingin ke kantor harus ada pengawal dan supir, mendampingi mu." Nufail memperingati keras Alsava.


"Iya, Babay. Aku akan di rumah aja." Kata Alsava.


"Ya udah, aku berangkat ya. Assalamualaikum istriku dan my childs." Nufail melambaikan tangan dan langsung masuk kedalam mobil.


"Permisi, Nyonya." Joe menunduk hormat.


"Iya, abiskan bekalnya. Kalau tidak aku akan memberikan lebih banyak." Ancam Alsava.


"Hahaha... Joe tingkah kamu lucu, cowok berotot masa takut makan jengkol." Alsava merasa puas dan senang mengerjai Nufail, apalagi Joe.


Tiba dikantor, Nufail mengadakan rapat karyawan yang bisanya di adakan awal akhir bulan. Ini awal bulan udah mengadakan rapat, membuat karyawan bingung dan bertanya-tanya.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Maaf saya mendadak mengadakan rapat bulanan, biasanya kita bahas di akhir bulan. Tapi karena ada keganjilan hasil laporan bulan kemarin, jadi aku mengadakan laporan bulan kemarin. Aku tidak suka ada yang berbuat curang di perusahaan ini." Tegas Nufail. Bau jengkol di mulut Nufail tercium seisi ruangan, membuat karyawan tutup hidung. Nufail melihat karyawannya menutup hidung, membuat ia marah.


"Kenapa kalian semua tutup hidung, apa kalian menghina saya." Geram Nufail.


"Ma-maaf, tu-tuan. Na-napas tu-tuan ba-bau." Kata salah satu karyawan gugup.


"Masa." Nufail mengkerutkan alisnya dan mencium bau napasnya sendiri.

__ADS_1


"Ya ampun, kalian benar ini bau sekali. Ini gara-gara tadi pagi saya makan beraneka makan daging naga." Jawab Nufail enteng dan ia duduk di kursi.


"Daging naga??." Serentak, semua karyawan saling berpandang. Melihat itu Joe langsung ikut bicara.


"Sudah-sudah, sekarang kalian hari ini harus memberi laporan yang sebenarnya. Kalian pasti tau hukuman apa bila ada yang berbuat curang." Joe menutup mulutnya dengan masker.


"Benar kata Joe, kalian harus berikan laporan sekarang juga. Saya tunggu sampai abis jam makan siang... Joe kenapa loe nutup mulut." Tegas Nufail dan berbisik ke Joe.


"Maaf tuan, saya takut karyawan juga mencium bau mulut saya." Bisik Joe.


"Hahaha... Iya, loe kan ikut makan juga. Tapi memang enak sih, nanti siang Gue akan makan lagi."


"Aduh Bos, anda ini sungguh polosnya hari ini. Padahal anda sudah di kerjain istri tercinta mu." Batin Joe.


"Iya, tuan."


"Ya sudah, kalian bubar semua. Ingat berikan laporan yang benar dan tidak ada kecurangan. Kalau tidak tamatlah riwayat kalian." Ancam Nufail.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hahahaha... Nufail-Nufail sungguh lucunya kamu...


Jangan Lupa like, vote dan komentarnya ya... See you.... 😘😘😘😘...


__ADS_2