Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Terbongkar


__ADS_3

Umi Aisyah sudah di obati di bantu oleh ibu Ria, sedangkan Mami Siska sudah agak tenang. Tapi Matanya tetap tajam menatap Umi Aisyah.


"Maaf ini kalau saya ikut campur masalah kalian, biar tidak ada salah paham atau perselisihan kalian coba ceritakan pada saya. Biar nanti kita sama-sama cari solusi untuk keluar dari masalah yang kalian hadapi." Ibu Salamah lembut dan tenang.


"Saya sangat emosi dengan dia, dari dulu selalu menyusahkan kehidupan saya." Mami Siska menunjuk Umi Aisyah.


"Maaf ibu Siska, kalau Ibu menyalahkan Ibu Aisyah seperti ini. Sama aja ibu seperti anak kecil yang sedang merebutkan mainan, coba tenang." Tegas Ibu Salamah.


"Ck, sekarang kamu banyak yang belain." Mami Siska berdecih dan membuang muka.


"Maaf ibu Salamah, bukannya saya mau lari atau gimana. Tapi saya harus periksa lebih lanjut lagi karena tadi cengkraman Ibu Siska sangat kuat dan dalam, lihatlah darahnya terus mengalir." Lirih Umi Aisyah, merasa kesakitan.


"Alah, itu cuma akting. Bilang aja kamu mau larikan?Jadi benar kalau kamu itu pelakor." Sindir Mami Siska.


"Ibu Siska bisa diam sebentar tidak, lihat wajah ibu Aisyah sangat pucat dan darah mengalir lagi." Ibu Salamah memegang tangan Umi Aisyah.


Bbrruukk


Umi Aisyah pingsan.


"Ibu Aisyah bangun... Bangun Bu..." Ibu Salamah panik, ia menepuk pipi Umi Aisyah.


"Akting itu, jangan percaya. Dia dari dulu pandai akting." Mami Siska sinis.


"Karena ini salah Ibu Siska, jadi Ibu harus tanggung jawab membawa Ibu Aisyah kerumah sakit." Kata Ibu Ria yang tadi membantu mengobati Umi Aisyah.


"Loh! kok, jadi saya. Ogah, saya aja masih sakit hati sama dia."


"Ayo, ibu harus tanggung jawab. Kalau tidak saya akan melaporkan ibu ke kantor polisi." Ibu Ria menarik paksa Mami Siska.

__ADS_1


"Iya-iya, saya tanggung jawab. Tapi jangan tarik-tarik tanganku."


Skip


Umi Aisyah sudah sampai di rumah sakit dan langsung di tangani.


"Semoga Ibu Aisyah, ngga kenapa-napa?." Ibu Ria merasa ketakutan.


Mama Savara mengantar Oma Anne mengecek rumah sakit, Ya. Rumah Sakit ini adalah milik pribadi Oma Anne. Ia mendirikan rumah sakit, agar semua kalangan bisa berobat dengan aman, nyaman dan tanpa halangan. Rumah sakit ini di beri nama AL Hospital, diambil dari nama awal anak dan cucunya. Oma membuat rumah sakit ini, karena ia tidak tega orang yang di kalangan bawah tidak bisa berobat. Biaya berobat sangat mahal, maka dari itu Oma Anne mendirikan rumah sakit.


"Mi, itu bukannya Ibu Salamah. Teman ngajinya Aisyah dan sih Siska ngapain disana." Mama Savara membisikkan Oma Anne.


"Iya, kamu benar. Kita samperin aja biar ngga penasaran." Kata Oma Anne. Lalu mereka berdua menghampiri Ibu Salamah, Ibu Ria dan Mami Siska.


"Assalamualaikum..." Ucap serentak Oma Anne dan Mama Savara.


"Ck, ada dua orang reseh." Gumam Mami Siska, ia menatap Sinis Mama Savara dan Oma Anne.


"Ibu Salamah?kenapa ada disini?Siapa yang sakit?." Mama Savara memborong pertanyaan.


"Ibu Sava dan Oma Anne, itu yang sakit Aisyah." Kata Ibu Salamah.


"APA!!!... Aisyah..."


"Iya, ibu. Itu gara-gara Ibu Siska." Ibu Ria menyalahkan langsung ke Mami Siska.


"Apa yang kamu lakukan kepada anak ku, Aisyah. Apa kamu tidak puas selalu mengusik keluargaku, hah!!!." Oma Anne marah, ia mendekati Mami Siska.


"Salahkan dia yang lebih dulu, merusak kebahagiaan ku." Mami Siska tak mau kalah.

__ADS_1


"Kebahagiaan??Bukannya kamu yang telah merusak kebahagiaan dan menghancurkan rumah tangga anak mu sendiri." Mama Savara emosi.


"Mario itu menceraikan mu, karena ulah mu sendiri. Sadarlah jadi orang." Oma Anne Marah.


"Itu karena Aisyah yang kegatelan mendekati Mas Mario lagi."


"Selama ini kami pendam masalah yang di derita putri ku, hari ini aku kasih tau kamu kalau..."


.


.


.


.


.


.


.


.


Tungguin ya... Kita lanjut lagi...


Jangan lupa Vote, like dan komentarnya ya....


See you....b😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2