
Keesokan pagi hari, semua orang pada sibuk. Entah apa yang mereka sibuk kan. Alsava melihat pusing, setiap Alsava ingin membantu selalu di tolak.
"Apa yang terjadi orang-orang di Mansion ini, kenapa semuanya mendadak sibuk begini. Ampe pusing aku melihatnya." Ucap Alsava duduk sendiri di ruang keluarga.
"Ini lagi, si Nufail udah mengatakan perasaannya sama aku. Kok, ngga menghubungi aku atau wa gitu. Dih! aku kenapa jadi mikirin Nufail, aku akui dia memang ganteng. Malah super ganteng." Tambah Alsava.
Tiba-tiba Sahabatnya Reina dan Icha datang dan langsung menarik Alsava yang sedang asyik melamun.
"Woy! Kalian datang-datang main geret-geret gue aja. Emang gue kambing di geret." Ucap Alsava kesal.
"Hehehe... Sory lagian loe kita panggil malah ngga dengar." Icha cengengesan.
"Ya udah, ayo. Kita udah terlambat nih." Kata Reina menggandeng tangan Alsava dan berjalan cepat.
"Mau kemana non, jalannya cepat banget apa ngga pegel napa." Alsava menatap Reina.
"Udah loe lebih baik diam aja" Kata Icha.
"Ih! Kalian berdua jadi aneh tau. Gue ngeri ini Loe berdua bukan sahabat gue Reina dan Icha." Alsava merasa merinding.
"Hahaha... Terserah." Serentak.
Mereka tibalah di butik milik Icha.
"Kenapa kita kebutik Loe, Cha?." Alsava bingung mobil berhenti di depan butik Icha.
"Apa lagi belanja, buat hari ini diskon buat loe dan gue tambahin make up buat loe." Icha santai.
"Widih! udah kaya loe." Alsava menepuk pundak Icha.
Mereka masuk di sambut ramah oleh karyawan.
"Guys, make over Alsava lebih cantik dari ini. Tapi jangan menor oke." Perintah Icha.
__ADS_1
"Cha, gue juga mau dong gaun gretongan dari loe." Bisik Reina.
"Hahahaha... Iya-iya khusus buat ini, besok-besok ngga ada gretongan lagi." Icha tertawa.
Alsava di make up oleh MUA terkenal di Inggris.
"Sebenarnya kenapa gue di make up begini sih?." Alsava bingung.
"Eyke, ngga tau say. Eyke cuma di suruh dandanin you." Kata Elisabeth pria gemulai asyik memoles wajah Alsava.
"Loe bisa bahasa Indonesia, Mister." Alsava kaget MUAnya bisa bahasa Indonesia.
"Bisalah, Eyke ini lama di Indonesia dan you jangan panggil Eyke Mister. Eyke ini perempuan loh." Ucapnya Elisabeth membuat Alsava tertawa.
"Ih! Gemes banget, you cantiknya cetar bahanar. Pantes you punya lekong, ngebet kawin." Elisabeth mencubit pipi Alsava.
"Duh! kata-kata loe bikin gue pusing, ini kapan kelarnya. Gue udah pegel nih duduk kaya gini." Alsava mengeluh.
"Sumpah, ini berat amat bulu mata. Gue susah membuka mata gue nih." Alsava cerewet.
"You itu wanita yang paling cerewet selama gue make up. Sabar dikit lagi tinggal menunggu ini kering." Elisabeth kesel.
"Ck, kok jadi loe yang marah. Sebel banget sumpah." Alsava mengerucutkan bibirnya.
"Akhirnya selesai juga." Elisabeth bernapas lega bisa mengmake up Alsava yang bawel.
"Sekarang you pake baju ini." Tambahnya lagi.
"Ini kan gaun pengantin?Kenapa gue pake ini?." Alsava kaget dan bingung.
"Udah you pake aja, Eyke bantu." Elisabeth mendorong pelan Alsava.
__ADS_1
Setelah gaunnya sudah terpasang cantik di tubuh Alsava, aura kecantikannya bertambah.
"OMG, you is beautiful and perfect. Eyke suka." Elisabeth takjub melihat Alsava yang cantik.
"Ini benaran gue." Alsava melihat dirinya di cermin.
"Gue kaya cinderella." Timpalnya.
Ceklek
Reina dan Icha datang, mereka juga tak kalah cantiknya.
"Loe emang cantik, Al." Reina memuji Alsava.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1