
Tok
"Dasar kamu, belum muhrim. Cepat halalin." Kata Umi Aisyah datang-datang langsung memukul mukul kepala Nufail. Semua para tamu tertawa.
"Ish! Umi sakit tau, Umi mau nanti Fail jadi bodoh di ketuk terus sama Umi." Nufail Mengelus kepalanya.
"Biar kamu cepat sadar, udah sana kasihan penghulu udah menunggu dari tadi." Ucap Umi.
"Oia, Yank. Kita menikah." Nufail menarik tangan Alsava.
"Loh! kita nikah sekarang?." Alsava bingung.
"Iya, Yank. Ini acara lamaran sekaligus pernikahan kita, aku ngga mau lagi lama-lama. Soalnya para kumbang udah mengincar kamu." Nufail merangkul tangan Alsava.
Setelah pembaca Al Qur'an dan Minta izin kepada orangtua Alsava menikah. Tibalah acara yang di tunggu-tunggu, yaitu Ijab Qobul. Nufail merasa tegang.
"Saya nikahkan engkau Nufail Zhafran Al Ghazali Bin Adam Al Ghazali dengan Alsava Putri Alvendra Binti Alvendra Smith Alexander dengan mas kawin 100 gram emas 24 karat, saham 50% dan uang tunai 100 Miliyar dibayar tunai." Ucap Papa Alvendra lantang.
"Saya terima nikahnya Alsava Putri Alvendra Binti Alvendra Smith Alexander dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Nufail dengan lancar dan lantang.
"Bagaimana para saksi?." Penghulu menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Sah" Serentak.
__ADS_1
"Alhamdulillah." Lalu penghulu membacakan doa.
Kemudian, Nufail memasangkan cincin di jari Alsava. Lalu Alsava mencium punggung tangan Nufail, kemudian Nufail mencium kening Alsava.
"Akhirnya kita menikah, sayang." Nufail senang.
"Iya, aku ngga nyangka. Kita menikah." Kata Alsava masih merasa percaya dirinya menikah lagi.
Acara akad nikah mereka hanya di hadiri keluarga, sahabat dan rekan bisnis mereka, resepsi pernikahan akan di adakan minggu depan setelah Papi Mario datang.
"Yank, aku sengaja acara resepsi pernikahan kita di adakan minggu depan tunggu Papi Mario datang." Nufail tak henti-hentinya memandangi wajah Alsava yang kini sudah menjadi istrinya.
Mereka saat ini sudah berada di kamar hotel dan sudah berganti pakaian santai. Mereka duduk di sofa sambil menonton Tv.
"Iya, aku akan berusaha mencari tahu apa yang kamu suka. Tanpa kamu memberitahu aku, kamu harus janji jangan pernah memperlihatkan wajah sedih mu di depan aku. Karena aku juga merasa sedih, bagaikan di hati ku tertusuk beberapa jarum." Nufail berlutut dan memegang tangan Alsava.
"Insya Allah, tapi jika aku tidak bisa memberikan kamu keturunan. Apakah akan membuang ku juga?seperti breng*** dia membuangku hiks... Hiks..." Airmata Alsava keluar. Nufail berdiri dan memeluk Alsava.
"Ya Allah, kamu jangan pernah menyamakan aku dengan Baji**** itu, aku ngga suka. Dia itu orang bodoh yang buang kamu gara-gara masalah itu, kalau aku akan berusaha kita mendapatkan anak atau kita adopsi anak. Bagi aku kamu sudah menjadi istri aja aku bersyukur banget. Kamu tidak usaha berpikir seperti itu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu atau membuang kamu. Itu ngga akan mungkin, karena aku sangat mencintaimu dari kamu masih bayi." Nufail mencium kening Alsava.
"Tapi aku belum mencintai kamu." Alsava mendongakkan kepala melihat Nufail yang tinggi.
"Aku akan berusaha agar kamu mencintai aku, sekarang tidurlah. Pasti hari ini sangat melelahkan bukan?." Nufail menuntut Alsava ke ranjang.
__ADS_1
"Terimakasih, ya. Aku sangat beruntung mempunyai suami seperti dirimu." Alsava merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap Nufail.
"Justru aku yang beruntung akhirnya aku bisa menjadi suami mu." Nufail tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yeay🎆🎆🎆... Akhirnya menikah juga...
__ADS_1