Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Bulan Madu


__ADS_3

Abbas dan Khumaira tiba di London, Nufail memberikan tiket bulan madu di London.


"Akhirnya sampai juga di hotel, Nufail memang memberikan fasilitas yang sangat mewah buat kita bulan madu. Sampai-sampai dia membiarkan kita naik pesawat pribadinya." Abbas langsung rebahan di ranjang.


"Iya mas, abang memang dari dulu selalu baik dan dia menjaga ku seperti adik kandungnya sendiri. Aku sangat menyukai sifat abang itu, karena aku merasa mempunyai seorang kakak." Khumaira menaruh tas di meja.


Abbas berjalan menuju kearah Khumaira dan memeluknya dari belakang.


"Iya, dia memang terbaik."


Abbas membalikkan tubuh Khumaira, lalu melepaskan cadar Khumaira.


"Aku bersyukur mempunyai istri cantik tidak diwajahnya saja, tapi hatinya juga. Khumaira aku sungguh mencintaimu, jangan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi nanti." Abbas mencium bibir Khumaira dan tangannya melepaskan tali Hijab Khumaira.


"Aku akan berusaha mencintaimu mas dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kecuali kamu yang menyuruhku pergi mas." Rambut Khumaira yang hitam bergelombang sudah tergerai sangat indah. Abbas dengan cepat membuka Hijab dan ikat rambut Khumaira.


"Aku tidak akan pernah menyuruh mu pergi, justru aku meminta mu tetap berada di sisi ku. Aku tidak mau kehilangan mu, karena aku sangat mencintaimu."


"Iya, Mas."


Abbas mencium kembali Khumaira, lalu mengendong Khumaira seperti koala. Khumaira merangkul tangannya ke leher Abbas, mereka berciuman hingga sampai di ranjang.


"Baby, torpedo ku telah berdiri tegak." Bisik Abbas.


"Lakukan lah." Khumaira sudah tau keinginan Abbas.


Abbas mendapatkan lampu hijau dari Khumaira, ia langsung membuka pakaian Khumaira dan dirinya. Lalu Abbas mencium bibir Khumaira yang manis dan tangannya memegang gunung kembar yang pas di tangan.


Abbas memberi tanda di leher, membuat Khumaira berdesah. Baru kali ini Khumaira rasakan.


"Aku mulai ya, Baby." Abbas menatap Khumaira.


"Iya, Mas." Khumaira malu-malu.


Abbas menyiapkan torpedonya, lalu memasuki pelan-pelan kedalam goa. Ini memang bukan pertama lagi buat Khumaira, tapi goa milik Khumaira masih terasa sempit.


Khumaira memegang sprei, karena ia merasa sakit. Abbas melihat itu menghentikan aksinya, lalu mencium kembali bibir Khumaira biar rileks.


"Baby, kenapa kamu masih terasa sempit? Kamu tahan ya, aku akan melakukannya dengan lembut."

__ADS_1


Akhirnya torpedo Abbas memasuki dengan sempurna kedalam goa yang sempit, tapi sangat indah.


"Aahh... ini sangat mengasyikkan, Baby." Abbas menggoyangkan pinggulnya.


Berbagai gaya Abbas melakukannya dan akhirnya torpedonya sudah mengeluarkan ledakan dahsyat.


"Terimakasih, Baby. Kamu membuatku kecanduan." Abbas mencium kening Khumaira.


"Iya, Mas." Khumaira masih malu-malu.


"Gemas banget sih istri ku ini, membuat ku ingin-ingin dan lagi."


Abbas melakukan hingga 5 ronde, membuat Khumaira kelelahan dan tertidur.


"Kasihan istri ku ini aku gempur terus." Abbas merapihkan anak rambut Khumaira.


Abbas memandangi wajah Khumaira, ia merasa sangat beruntung mendapatkan istri cantik.


Keesokan pagi


Khumaira bangun terlebih dahulu, ketika ia bangun daerah sensitifnya terasa sakit.


"Kenapa Baby?." Abbas panik.


"I-ini aku sakit." Khumaira merona dan menunjuk daerah sensitifnya.


"Maaf ya, kamu kaya gini gara-gara aku yang sangat semangat."


"Tidak apa-apa, Mas."


Abbas menggendong Khumaira, lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Ish, Mas. Aku malu kalau seperti ini." Khumaira tambah merona. Karena melihat dirinya dan Abbas masih keadaan tanpa busana.


"Biarkan, lagian kamu sudah merasakan."


Abbas menurunkan Khumaira di closet yang tertutup, lalu ia menyiapkan air hangat ke bathtub.


"Masya Allah, aku sudah pernah lihat. Perasaan itu nya Mas Abbas tambah gede, hingga aku merasa sakit." Kata Khumaira dalam hati, ia menatap kearah torpedo Abbas.

__ADS_1


"Kenapa hm?Kamu mau lagi." Khumaira ketahuan sedang menatap Torpedo Abbas, lalu menunduk malu.


"Ish, apa sih."


Abbas tersenyum, lalu mengangkat tubuh Khumaira.


"Aku bisa sendiri, Mas."


"Tidak biar aku saja."


Abbas menaruh Khumaira ke bathtub, lalu ia ikut masuk kedalam bathtub.


"Kamu mau ngapain, Mas?."


"Ingin sensasi lain." Bisik Abbas.


Mereka melakukan kembali di dalam Bathtub. Abbas menghajar Khumaira tiada hentinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2