Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Rencana Resepsi Pernikahan


__ADS_3

"Gila Nufail membuat gue tersiksa, dia lebih garang dari pada si Borokokok. Dari malam hingga tadi baru kelar, remuk semua tulang-tulang gue." Batin Alsava.


Badan Alsava masih terasa sakit, ia tidak bisa bergerak.


"Ternyata kamu lebih ganas, Babay." Alsava lirih.


"Iya, dong. Apalagi kamu sudah membuat aku kecanduan tubuh mu, Yank." Nufail memeluk Alsava.


"Kamu mau makan apa?." Kata Nufail lagi.


"Aku mau sup Iga, biar tulang-tulang ku ngga remuk." Alsava masih merasakan pegal.


"Hahaha... Baiklah, tapi nanti lagi ya." Nufail mengedipkan matanya dan bangun.


"Ogah, kamu mau bikin aku cepat mati gitu. Udah tau badan aku udah remuk, kamu kebangetan jadi suami." Alsava melempar Nufail dengan bantal.


"Sstt... Jangan ngomong gitu, maaf tadi cuma bercanda aku juga ngga akan tega melihat kamu kesakitan." Nufail mengelus rambut Alsava.


"Iya." Alsava menganggukkan kepala. Nufail mengendong Alsava dengan gaya bridal style.


"Yuk, kita makan. Aku akan buatkan sup iga terenak buat istri ku sayang." Nufail mengecup bibir Alsava.


"Ish! Kamu bikin aku malu aja." Alsava merona.


"Hahaha..." Nufail senang melihat Alsava merona.


Tiba di ruang makan, Nufail menurunkan Alsava pelan-pelan.


"Udah kamu duduk aja dulu, sambil menunggu masakan aku. Kamu ganjel roti dulu, ya." Nufail menarik kursi dan mempersilahkan Alsava duduk.

__ADS_1


"Iya, maaf ya aku tidak bisa bantu kamu. Ini juga gara-gara kamu." Kata Alsava mengambil roti dan mengoles selai coklat.


"Ngga apa-apa, yank. Sekali lagi aku juga minta maaf ya." Nufail mencium kening Alsava, lalu menuju dapur.


"Sungguh beruntungnya aku memiliki suami seperti kamu, kenapa kamu baru datang?." Alsava menatap punggung Nufail yang tengah asyik masak.


Tak lama kemudian, masakan Nufail jadi.



"Sop Iga sudah jadi, ku buatkan khusus untuk istri tercinta." Nufail Membawa sepanci Sop Iga, lalu di taruh di atas meja makan.


"Hmmm... Baunya bikin lapar nih, Babay." Alsava menghirup wangi dari sop iga.


"Nih, buat kamu. Habiskan ya." Nufail menyodorkan semangkuk sop iga.


"Iya, sama-sama. Yank." Nufail mengecup bibir Nufail.


Mereka berdua menyantap sop iga buatan Nufail.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Keesokan paginya, Nufail bangun terlebih dahulu.


Cup.


"Morning kiss." Nufail mengecup bibir Alsava.


"Babay, udah bangun. Jam berapa sekarang?." Alsava mengucek matanya.

__ADS_1


"Sudah waktunya sholat subuh, yank. Yuk, kita sholat jama'ah. Abis itu kita joging." Nufail mengelus rambut Alsava.


"Benarkah?ya udah, yuk." Alsava semangat.


"Lucu sekali istri ku ini." Nufail menggelengkan kepala.


Selesai Mandi, Mereka sholat jama'ah.


Ketika Alsava sedang melipat mukena, Nufail langsung memeluk Alsava dari belakang.


"Sayang, Resepsi pernikahan kita akan di adakan setelah Papi Mario datang, tapi sampai sekarang Papi Mario tidak ada kabar apa beliau mau kesini atau kita adakan di Indonesia. Pasti nanti Papi Mario akan datang." Kata Nufail.


"Aku sih mau di adakan atau ngga resepsi juga ngga apa-apa yang penting kita udah sah agama maupun di negara." Ucap Alsava.


"Ngga bisa gitu, Yank. Aku ingin memberitahukan kepada dunia, kalau aku memiliki istri yang cantik, anggun, baik, lucu dan imut." Nufail mencium pipi Alsava.


"Ish! Ngga usah lebay dech." Alsava melepas pelukan Nufail dan menaruh mukena serta sejadahnya ke meja.


.


.


.


.


.


Harus semangat updatenya... Walau hidung tersumbat...πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

__ADS_1


__ADS_2