Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 14 [ Kecemburuan Nayra & Shifa ]


__ADS_3

Toko Cosmetic Dira


Setelah pulang kerja sesuai dengan ucapan Carlos yang mengiyakan permintaan Shifa, kini keduanya sudah berada di salah satu toko cosmetic yang paling terkenal dikotanya.


Toko ini begitu ramai dengan pengunjung yang rata-rata adalah perempuan dan hanya sekitar tiga orang saja laki-laki yang tentunya pasti menemani pasangan mereka.


Sekilas Carlos mengurut keningnya sembari mengatur nafasnya untuk menenangkan diri yang sudah merasa kesal akibat toko ini yang berwarna serba pink ditambah aroma parfum yang menyengat.


"Berapa lama lagi aku harus tersiksa begini," ucap Carlos membatin.


"Ku pikir kita pergi ke mall," tutur Carlos dengan wajah pasrahnya.


"Aku bosan ke mall terus dan lagian keperluan make up ku udah mau habis jadi yaa aku harus beli lagi deh," jelas Shifa sambil menarik tangan Carlos untuk menemaninya mencari keperluan yang dibutuhkan.


Sesekali Carlos mengibaskan tangannya didepan hidungnya untuk mengusir bau-bau yang menusuk dihidung, sementara Shifa yang melihat itu hanya bisa tertawa pelan.


"Kamu kenapa sih?," tanya Shifa sambil senyum-senyum menahan tawa.


"Udah fokus cari keperluan mu sana biar kita cepat keluar," seru Carlos.


"Iya iya," jawab Shifa.


"Kenapa perempuan seribet itu?" batin Carlos.


Carlos hanya berdiam diri sambil menunggu Shifa selesai dan matanya terus memperhatikan sekitar melihat toko ini yang semakin lama semakin banyak pembeli, rasanya ingin pergi meninggalkan Shifa.


Tiba-tiba sepasang mata Carlos tidak sengajah menangkap seorang perempuan yang begitu cantik dengan rambut yang terurai panjang, pancaran diwajahnya membuat Carlos tersenyum senang.


"Nayra," gumam Carlos.


Tanpa sadar kedua kakinya melangkah meninggalkan Shifa yang sedang fokus dibelakangnya demi mendatangi pujaan hatinya.


"Hai Nay," sapa Carlos sembari melirik Nayra yang sedang fokus memperhatikan satu produk.


"Loh Carlos...kamu ngapain disini? Kamu perawatan juga?" tanya Nayra yang seakan tidak percaya sama yang dipikirkannya.


"Eh gak gitu, aku cuma temenin temen aja," jelas Carlos.


"Temen cewek?" ujar Nayra sambil menyipitkan matanya.


"I-iya temen doang," jawab Carlos terbata-bata. "Btw nyari make up?" lanjutnya berusaha menganti topik.


"Iyalah masa sayur," ungkap Nayra sembari tersenyum manis.


"Cantik banget," batin Carlos.


"Hh sorry... sendirian aja?" seperti ingin selalu mengobrol Carlos terus saja mencari ide untuk dibicarakan.


"Hooh sendiri pas pulang kampus ya sekalian mampir aja," ucap Nayra.

__ADS_1


Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba pikirannya teringat kejadian dikampus saat melihat Nayra bersama dengan seorang laki-laki yang begitu perhatian pada Nayra, rasanya ingin bertanya siapa laki-laki itu namun disisi lain Carlos juga merasa tidak enak bertanya hal pribadi Nayra seakan mencampur urusannya.


"Carlos! Pergi kok gak bilang ke aku," seru Shifa yang tiba-tiba datang membuat Carlos dan Nayra terkejut.


"Hmm," deheman Carlos.


"Ganggu banget dah," umpat Carlos membatin.


"Hai," sapa Nayra kepada Shifa.


"Eh..hallo," jawab Shifa dengan wajah datar.


"Siapa dia?" tanyanya kepada Carlos.


Dengan teliti Shifa memperhatikan wajah Nayra yang sepertinya tidak asing seakan pernah dilihatnya.


"Oh ini kan perempuan yang waktu itu dengan Carlos dikantor sambil senyum-senyum liatin Carlos," batin Shifa.


Belum sempat Carlos menjawab, Nayra sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya dengan begitu ramah.


"Perkenalkan aku Nayra temennya Carlos," ungkap Nayra sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"Padahal aku nanya Carlos," gumam Shifa pelan namun tetap terdengar oleh Nayra dan Carlos.


"Iyaa aku Shifa temen kerja Carlos," jawab Shifa sembari membalas jabatan Nayra sekilas kemudian langsung menariknya.


Dengan cepat Shifa langsung menggandeng lengan kiri Carlos dan meminta Carlos untuk segera pergi karena ia sudah selesai membayar belanjanya, selain itu Shifa juga tidak mau Carlos berlama-lama dengan perempuan bernama Nayra.


Meskipun Carlos tidak tau Nayra menyukainya atau tidak namun tetap saja Carlos tidak ingin Nayra melihat perbuatan Shifa, karena yang diinginkan Carlos seharusnya Nayra yang menggandeng lengannya.


Sementara tanpa Carlos sadari Nayra tengah merasa sakit karena kecemburuannya melihat perempuan itu sepertinya sangat dekat dengan Carlos. Tetapi Nayra tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa tersenyum dihadapan mereka.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya," ucap Nayra yang langsung meninggalkan Carlos dan Shifa untuk segera pulang.


"Nay...?" seru Carlos yang tidak mendapatkan jawaban dari Nayra.


"Carlos ayo cabut," cela Shifa sambil memasang wajah memohon.


Dengan aura dingin dan tatapan tajamnya Carlos memperhatikan Shifa beberapa detik kemudian langsung berjalan meninggalkan Shifa menuju parkiran.


"Ih kenapa sih dia," gerutu Shifa dan bergegas mengejar Carlos ke parkiran.


Didalam mobil Carlos hanya diam sambil fokus menyetir, memang sejak awal pergi Shifa meminta Carlos yang membawa mobilnya karena jika perempuan yang menyetir dengan penumpang laki-laki tentu terlihat aneh.


"Carlos?" panggil Shifa.


"Apa?" jawab Carlos singkat tanpa melirik Shifa.


"Perempuan tadi temen mu?" tanya Shifa penuh kecurigaan.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?" ucap Carlos yang bertanya balik.


"Ih aku kan nanya dijawab dulu," tutur Shifa kesal.


"Cara kamu natap dia itu beda banget," ungkapnya dengan menunjukkan wajah sedih sambil terus memperhatikan Carlos.


"Ya dia emang temen ku kali," ujar Carlos datar.


"Kamu suka sama dia?" lanjutnya bertanya seakan tidak puas dengan jawaban Carlos.


"Apaan sih fa...mau aku suka atau gak ya itu bukan urusanmu," seru Carlos santai namun mampu membuat Shifa naik darah.


Tidak lama sampailah mereka didepan kantor tempat mereka bekerja, karena tidak tau dimana rumah Shifa dan juga Carlos yang malas bertanya jadi lebih baik berhenti dikantor saja.


Dengan cepat Carlos turun dari mobil dan meminta Shifa untuk segera pulang sementara dirinya akan pulang menggunakan taksi seperti biasa ketika pulang kerja.


Shifa pun keluar mobil sambil berdiri tepat dihadapan Carlos dengan wajah yang menahan kekesalan.


"Apa lagi Shifa?" tanya Carlos.


Tidak ada jawaban dari Shifa yang ada hanyalah tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Carlos, dengan terburu-buru tanpa ucapan terimakasih Shifa langsung berjalan mengitari mobilnya untuk masuk ke kursi pengemudi. Dan seketika mobil itu langsung melaju meninggalkan Carlos.


Carlos hanya menggelengkan kepalanya memperhatikan mobil Shifa yang semakin lama semakin jauh.


............


"Cewek itu siapa ya?" gumam Nayra sambil fokus menyetir mobil.


"Kenapa rasanya sakit melihat dia menggandeng lengan Carlos?"


"Huh pasti pacarnya"


"Eh tapi Carlos bilang itu temennya"


Selama perjalanan pulang Nayra terus saja mengoceh sendiri sambil menebak-nebak mengenai hubungan Carlos dengan perempuan yang bernama Shifa itu.


"Tapi tadi Carlos menyingkirkan tangan Shifa," ucap Nayra sembari tersenyum senang.


"Ah kenapa mikirin itu Nay....kamu kan bukan siapa-siapa Carlos huhh," serunya berusaha menyadarkan diri.


Berhenti mengoceh kini Nayra berdiam diri sambil menikmati alunan musik yang disetelnya dimobil selama perjalanan pulang.


Bersambung...


Hallo^^


Terimakasih yang sudah mampir sampai di eps ini yaa dan terimakasih juga yang sudah memberikan like, komen, dan juga hadiah 😍


Dukungan kalian adalah semangat buat aku 🔥

__ADS_1


Silahkan bagi yang mau memberikan saran/kritik akan aku terima untuk perbaikan kedepannya 🙏


Kita ketemu lagi di eps berikut bye <3


__ADS_2