Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Kaget


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Abbas masih terbaring lemah dan tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, Papi Mario setiap pagi dan malam menjenguk Abbas.


"Nak, Papi tidak tega melihat mu seperti ini. Walau di hati Papi masih tersimpan kebencian, tapi tidak bisa mengelak rasa tak tega. Karena kamu adalah anak satu-satunya Papi." Papi Mario merasa kasihan melihat buah hatinya yang dulu di banggakan terbaring lemah.


Eliana menikmati kehidupan mewah di Mansion utama.


"Mami Siska dan Abbas masuk rumah sakit, gue harus manfaatkan kemewahan ini yang belum pernah gue dapatkan." Eliana senang.


Eliana menyalakan Tv dan sambil mencoba barang yang ia beli dengan black card Abbas.


"Permisah kami melaporkan pengusaha muda Arab menikah dengan pengusaha Inggris, mereka berdua sangat serasi. Tampan dan cantik...". Kata penyiar Tv.


Eliana terdiam dan kaget, ia tidak percaya apa yang di lihat.


" I-itu Alsava." Eliana menaruh tas brandednya dan melanjutkan mendengar berita.


"Hari ini mereka melaksanakan akad nikah di hotel berbintang milik Al Ghazali group yang merupakan mempelai pria, acara resepsi pernikahan akan di adakan minggu depan. Tepatnya nanti kita infokan lagi, sekian berita saya langsung di Inggris." Ucap Penyiar Tv.


"Gila Alsava lepas dari ikan kakap mendapat ikan paus yang besar, hidup loe beruntung banget. Hahaha... Sekarang hidup gue tenang tidak ada yang akan ganggu kehidupan gue lagi, yah! walau kekayaan Abbas tidak seberapa kalau di bandingkan Alsava. Tapi gue masih beruntung akan seutuhnya menjadi nyonya Abbas Ferdinand." Eliana senang dan membanggakan diri.


Sementara itu, Papi Mario masih berada di di rumah sakit menemani Abbas. Senang melihat berita siang ini, Alsava menikah dengan orang yang tepat.


"Semoga kamu selalu bahagia, nak." Papi Mario melihat Tv.

__ADS_1


Tanpa Papi Mario sadari, Abbas meneteskan airmata.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mami Siska berada di rumah sakit jiwa, tidak sengaja melihat berita Tv. Ia berteriak histeris.


"Wanita ja*****, wanita jahat, miskin. kau udah buat kehidupan hancur, sekarang tertawa senang. Aku benci kamu... Hahahaha... Aku akan balas... Aaaarrrggghhh..." Mami Siska membanting vas bunga.


Pprraannkk...


"Wanita ja*****, Wanita Jahat, miskin, aku benci kamu... Hiks... Hiks... Hiks... Abbas tolong Mami." Mami Siska duduk di lantai dan memeluk kedua kakinya.


"Hiks... Hiks... Hiks... Jahat... Ja****... Miskin... Aku benci kamu... Abbas datang... Mami takut... huhuhuhu..." Ucap Mami Siska.


"Kasihan sekali ibu ini, ia tidak tau kalau anaknya sakit." Ucap salah satu Suster.


"Sstt... Udah kalian jangan banyak omong, lebih baik kita urus masing-masing. Jangan kepo urusan orang." Kata Dokter wanita.


"Tapi kasih, bu dokter. Ia tidak orang yang di sampingnya atau menjenguknya." Kata suster.


"Udah, kalian jangan banyak gosip. Usaha pasien cepat sembuh dan kembali kepada orang yang di sayangi." Kata Dokter wanita."


"Siap, bu dokter." Kata Suster.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


Hari sudah siang, Papi Mario keluar ruangan Abbas dan menuju kantor.


Abbas membukakan matanya, ia melihat sekeliling tidak ada orang.


"Ish, kemana Eliana dan yang lain?. Aauuww... kepala aku sakit." Kata Abbas linglung melihat sekeliling ruangannya.


Ketika Abbas ingin mengambil minum...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sampai disini dulu... Tunggu kisah selanjutnya... Author harus istirahat dulu, coz lagi kurang enak badan... Maaf ya... πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2