
"Ayah?" Ucap Nayra yang langsung bangkit dari duduknya diikuti oleh Carlos juga.
"Hallo Pak David" sapa Carlos yang sedikit terlihat panik karena wajah Pak David yang sepertinya tidak senang.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Pak David dengan suara beratnya pada Nayra dan mengabaikan sapaan Carlos.
"Nayra cuma jalan-jalan aja yah, ayah sendiri kenapa bisa disini?" Balas Nayra.
"Ayah ada pertemuan disini" jawab Pak David yang kemudian melirik Carlos. "Sejak kapan kamu dekat dengan pria ini?" tanya Pak David yang membuat Carlos tersentak kaget.
"Oh udah lama yah, dia yang bantu Nayra untuk urus catering orangnya juga baik" tutur Nayra sambil tersenyum manis yang perlahan pudar karena ayahnya tidak menunjukkan ekspresi senang.
Saat ayah dan anak tengah bercakap, sementara Carlos terdiam kaku tidak berdaya dirinya seperti berada di situasi yang menakutkan. Ingin ikut mengobrol pun tidak berani takut dikira lancang.
"Sepertinya Pak David ga senang deh sama gw" batin Carlos sedih.
"Ayah minta sekarang kamu pulang" seru Pak David.
"Loh kok pulang? Nayra baru mau makan" jawab Nayra sedih dengan wajah memohon.
"Sekarang!" Tegas Pak David.
"Ayah sedikit lagi ya, habis makan Nayra langsung pulang kok" bujuk Nayra yang sekarang merasa tidak enak pada Carlos.
"Carlos juga pasti sibuk, kamu ada kerjaan benarkan?" Ucap Pak David mengagetkan Carlos.
"Haa...gw lagi gak ada kerjaan" batin Carlos.
Sepertinya Carlos paham dengan ucapan ayah Nayra ini yang bermaksud agar Carlos bisa pergi dan Nayra juga mau diminta pulang.
Entah alasannya apa namun Carlos berfikir sepertinya Pak David memang tidak menyukai dirinya apalagi penampilannya tidak seperti orang kaya yang lain. Dengan berat hati dan penuh rasa sedih Carlos akhirnya mengiyakan ucapan Pak David.
"Oh iya benar, Nay sorry gw baru ingat ada rapat di perusahaan sebentar lagi" ujar Carlos membuat Nayra heran.
"Tapi kata lo hari ini lo itu gak ada kerjaan" balas Nayra sedikit kesal namun tetap mencoba tenang.
"Maaf nay, gw lupa" ucap Carlos sambil menundukkan kepalanya sekilas sebagai tanda maafnya.
"Dengar itu Nayra? Sekarang pulang" dengan suara datarnya Pak David terus memaksa Nayra untuk pulang.
"Em...iya ayah Nayra pulang" kata Nayra dengan wajah murung. "Nanti gw chat lu ya" Nayra tersenyum manis sambil menunjuk jari jempolnya.
Carlos hanya mengangguk kemudian berpamitan kepada Nayra dan juta Pak David. Setelah itu langsung berjalan pergi dari tempat makan itu dan bergegas keluar dari mall.
Saat Carlos sudah keluar dari mall kini tinggal menunggu taksi namun tiba-tiba ponselnya berdering dan saat dilihat ternyata dari temannya Nathan.
Ditelfon
__ADS_1
"Hallo than, kenapa?" Ucap Carlos.
"Sibuk gak lu?" tanya Nathan dari balik telfon.
"Tadinya cuma sekarang gak, kenapa?" Jawab Carlos.
"Gw jemput lu, kita ke rumah gw nyantai aja" kata Nathan. "Lo dirumah kan?" Lanjutnya.
"Gak, gw lagi di mall yang paling dekat sama rumah gw itu" tutur Carlos yang sebenarnya lupa dengan nama mall ini.
"Hmm....oh iya gw tau! Lah tapi ngapain lu disana?" Seru Nathan.
"Udah jemput gw cepet" ucap Carlos yang langsung mematikan telfonnya.
Carlos pun berjalan kedepan jalan yang masih didepan mall itu sambil duduk disebuah bangku yang kosong untuk menunggu Nathan.
Pikiran Carlos masih mengingat kejadian barusan dimana ayah Nayra tiba-tiba meminta Nayra untuk pulang, apa memang ada urusan penting dirumah atau karena ada dirinya? Namun jika dilihat dari ekspresi wajah Pak David sudah dapat ditebak alasannya.
............
Disisi lain Nayra masih dimall bersama ayahnya sedari tadi Nayra terus menatap wajah ayahnya dengan kesal karena menggangu waktu bersantainya apalagi ada temannya. Rasanya memalukan dan tidak enak pada Carlos.
"Kenapa wajahmu?" ujar Pak David.
"Gak...Nayra pulang dulu" jawab Nayra singkat dan langsung pergi.
Nayra yang sudah berada didalam mobil hanya bisa menahan kesal sambil menggenggam setirnya dengan sangat kuat.
"Huh...ayah nyebelin banget, ngapain sih kayak gitu" gumam Nayra.
Tidak ingin berlama-lama Nayra langsung menyalakan mobilnya dan melaju menuju mansionnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Nayra bermaksud nanti saat dirumah ingin melaporkan ayahnya pada sang ibu.
............
Tiittt
Tiittt
Carlos yang melamun tiba-tiba dikagetkan dengan suara klakson mobil Nathan yang sudah dari tadi sampai namun Carlos tidak menyadari karena asik melamun. Padahal tadi Nathan sudah memanggilnya tapi tidak didengar jadi akhirnya menggunakan klakson mobil.
"Brisik lu" teriak Carlos yang langsung bangkit berdiri dan berjalan masuk mobil.
Didalam mobil Nathan memperhatikan wajah Carlos yang sepertinya sedang dalam keadaan yang tidak bagus.
"Lu kenapa? Mukanya kusut banget" ledek Nathan.
"Udah nanti gw cerita" jawab Carlos datar.
__ADS_1
"Iya iya" ucap Nathan pasrah.
Mobilnya pun langsung melaju ke mansion milik Nathan dan perjalanan mereka sekitar setengah jam baru bisa sampai.
Setelah mobil terparkir rapi dihalaman langsung saja Nathan dan Carlos keluar dari mobil. Halaman mansion milik Nathan ini sangat luas dan banyak dihiasi dengan tanaman yang asri ditambah beberapa patung hewan berwarna putih polos.
"Langsung ke kamar gw aja ya, gw mau kebelakang dulu" pinta Nathan.
Sejak dulu Carlos sudah biasa masuk mansion Nathan seorang diri apalagi orang tua Nathan memang meminta Carlos menganggap ini sebagai tempat tinggal Carlos maka dari itu dulu Carlos pernah diajak tinggal disini namun Carlos menolaknya.
"Ok jangan lama" kata Carlos yang langsung berjalan masuk dan disambut oleh pelayan wanita yang sudah kenal dengan Carlos.
"Eh tuan Carlos selamat datang...lama tidak bertemu" sapa pelayan itu.
"Hallo bi apa kabar?" tanya Carlos ramah.
"Saya sehat-sehat saja kok, ayo silakan langsung ke kamar tuan Nathan" ucap pelayan. "Saya mau lanjut masih ada kerjaan"
"Iya bi terimakasih" setelah itu Carlos langsung berjalan menaiki tangga sembari matanya memperhatikan sekitar yang tampak sepi.
"Pasti orang tua Nathan tidak dirumah" gumam Carlos yang kini sudah memasuki kamar Nathan.
Karena sedikit kelelahan dan juga banyak pikiran Carlos langsung membaringkan tubuhnya dikasur sekalian menunggu Nathan.
Dalam pikirannya terus memikirkan keadaan Nayra sekarang, rasanya tidak enak membohongi Nayra namun itu semua karena kemauan Pak David tentu saja Carlos tidak mungkin menolak.
Ting
Baru saja ingin memejamkan mata namun telinganya mendengar ponselnya yang berbunyi sepertinya ada notif chat seketika Carlos tersenyum dan berhasil itu adalah Nayra.
"Hmm" melihat nama itu adalah Shifa raut wajah Carlos langsung berubah datar.
Chat
"Los hari ini sibuk gak? Soalnya gw mau ajakin lu jalan" Shifa.
Anak ini memang tidak pernah berhenti mengganggunya bahkan datang disaat seperti ini ketika pikirannya sedang tidak baik.
"Gw sibuk lain kali aja" balas Carlos dan langsung meletakkan ponselnya dikasur.
Ditempat lain Shifa merasa kesal dengan jawaban Carlos karena hari ini dia berharap bisa jalan bersama.
"Lu bisanya kapan?" balas Shifa.
Setelah menunggu beberapa menit tidak ada balasan dari Carlos membuat Shifa mengerutkan keningnya dan memanyunkan bibirnya kesal.
"Susah banget sih los deketin lu" batin Shifa.
__ADS_1
Bersambung....