
Abbas Benar-benar pergi menjauh dari Mami Siska. Ia membawa Satria dan Bi Inem, Abbas takut Mami Siska akan menyakiti Satria. Walaupun Satria bukan darah dagingnya, tapi Abbas sangat menyayangi Satria seperti anak kandung. Mereka saat ini berada di Villa Bandung.
"Mami yang berbuat aku yang kena karma dari Mami." Gerutu Abbas.
"Yang sabar tuan, lebih baik Tuan mendekati diri kepada Allah dan meminta ampun serta petunjuk." Kata Bi Inem, lalu meletakkan secangkir kopi di meja.
"Iya, Bi. Terimakasih ya." Abbas mematikan rokoknya.
Ddrrtt... Ddrrtt... Ponsel Abbas berdering.
"Assalamualaikum Boy..." Penelpon adalah Papi Mario.
"Wa'alaikumsalam Pi..." Abbas berkaca-kaca.
"Boy, Papi ingin bertemu kamu dan ada yang Papi bicarakan sama kamu. Apakah kamu bisa?."
"Bisa, Pi. Dimana?."
"Baik, nanti Papi sharelok tempatnya. Ya udah, Papi tunggu kedatangan mu. Boy, Assalamualaikum." Papi Mario mematikan sambungan telpon.
"Wa'alaikumsalam... Papi masih ingin bertemu aku, Bi." Abbas senang. Papi Mario masih peduli sama Abbas.
"Alhamdulillah, Tuan. Bibi juga ikut senang."
Abbas berdiri dan langsung menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Papi Mario sudah kirim lokasi tempat pertemuan. Sepanjang jalan Abbas merasa bahagia, seperti orang mendapatkan lotre.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Abbas sampai di lokasi. Ya, Papi Mario sedang berada di hotel yang tak jauh dari Villa Abbas. Walaupun Papi Mario sakit hati dengan Mami Siska, tapi Papi Mario tidak bisa melupakan Abbas begitu aja. Karena Papi Mario sudah terlanjur menyayangi Abbas.
"Assalamualaikum, Pi." Abbas mencium punggung tangan Papi Mario.
"Wa'alaikumsalam, Boy." Papi Mario memeluk Abbas.
Abbas merasa bahagia Papi Mario masih mau memeluknya.
"Papi tau ini berat buat mu dan kamu belum bisa menerima kenyataan ini, Papi pun begitu. Bahkan Papi sangat syok, Mami mu begitu tega membohongi Papi selama ini." Papi Mario Masih memeluk Abbas.
"Hiks... Hiks... Iya, Pi. Abbas harus bagaimana?Abbas sangat benci Mami, gara-gara dia aku yang kena karma atas perbuatannya... Hiks... Hiks... Papi Maafkan aku yang selama ini sudah membuat mu menderita, aku lahir dari wanita jahat seperti Mami." Abbas menangis.
"Sudah, Boy. Kamu tidak salah dalam masalah ini, kamu tetap menjadi anak Papi. Tapi sebelumnya kamu harus kembalikan perusahaan Papi menjadi seperti sebelumnya, kembali bersinar dan berada di tingkat paling atas."
"Terimakasih, Papi masih menganggap aku anak mu... Insya Allah, aku akan berusaha perusahaan Papi kembali jaya lagi."
Abbas membuka amplop coklat dan betapa kagetnya dia, investor yang di maksud Papi Mario adalah Nufail dan Alsava. Tangan Abbas gemetaran, bukan rasa takut atau apa. Tapi dia merasa rendah di mata Alsava nanti.
"Gimana kamu mau?Cuma mereka yang mau di ajak kerja sama, tapi Papi juga tergantung kamunya gimana. Papi cuma memberikan saran terima aja, mereka jadi Investor di perusahaan. Kamu tidak usah repot-repot mencari investor lagi, Papi tau kamu masih gengsi. Tapi kamu harus lupakan gengsi mu untuk kemajuan perusahaan."
"Nanti Abbas pikirkan, Pi."
"Jangan terlalu lama, karena mereka tidak bisa menunggu terlalu lama."
"Iya, Pi. Urusan Mami gimana, Pi?Aku ngga mau Mami ikut campur dengan ini."
"Kamu tenang aja, Mami Mu sudah kembali ketempat dimana dia berada."
__ADS_1
"Mami masuk rumah sakit lagi, Pi?Kapan?."
"Waktu pertama kalinya kamu pergi dari Mansion, udah jangan pikirin Mami. Sekarang kamu fokus menjalankan perusahaan."
"Baik, Pi. Terimakasih, Papi sudah mau menolong Abbas. Walau Abbas bukan anak kandung Papi, tapi Papi masih mau menganggap Abbas sebagai anak. Terimakasih, Pi."
"Tak masalah itu, Boy. Kamu tetap anak Papi, kamu harus semangat menjalani hidup ini. Ingat pesan Papi jangan pernah kamu ulangi perbuatan Mami kamu atau perbuatan kamu di masa lalu, berubah lah tingkah laku mu untuk kehidupan kamu di masa datang yang cerah. Dan jangan pernah kamu sakiti wanita yang mencintai mu dengan tulus, kamu juga jangan lupa sholat lima waktu."
"Abbas Akan selalu ingat pesan Papi, Insya Allah Abbas akan jalankan sesuai perintah Papi."
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf-maaf kalau Updatenya kelamaan... 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa Like, vote dan komentarnya ya... see you... 😘😘😘😘