
Semua mata memandangi Umi Aisyah yang sedang menuruni tangga.
"Subhanallah... Sungguh cantik Umi ku ini." Puji Nufail.
"Aisyah dari dulu kamu memang cantik, tapi hari ini kamu sangat cantik. Seperti bidadari turun dari bumi." Papi Mario terpesona.
"Subhanallah... Umi Cantik luar dan dalam." Kata Alsava.
"Loh, ini kenapa seperti pernikahan. Emang siapa yang menikah?." Umi Aisyah bingung.
"Selamat Aisyah, ini pernikahan kamu dan Mario. Gimana kejutan yang kami berikan untuk mu?sekarang kamu resmi menjadi istri dari Mario Ferdinand." Oma Anne memeluk Umi Aisyah.
"Benarkah?" Umi Aisyah masih tidak percaya.
"Iya, sayang. Ini pernikahan kita, mereka semua yang menyiapkan untuk kita." Papi Mario menghampiri Umi Aisyah.
"Walau akad nikah sudah terlaksana, tapi aku mau dihadapkan kalian semua. Aku melamar mu kembali, Aisyah Khumaira Zhafran maukah kamu menikah dengan ku. Membina rumah tangga yang bahagia, penuh cinta dan kasih sayang." Papi Mario berjongkok.
"Terima... Terima... Terima..." Serentak.
"Iya, mas." Umi Aisyah dengan malu-malu mengungkapkan.
"Terimakasih sayang." Papi Mario menyematkan cincin di jari manis Umi Aisyah, lalu memeluknya.
Tamu undang berdatangan, yang datang hanya sanak keluarga dan rekan bisnis.
Skip
Sudah lima bulan kemudian,
__ADS_1
Baby kembar 4 milik Nufail dan Alsava bertumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan.
"Oza, Ozi, Cynta dan Cynda Eyang Uyut datang." Teriak Oma Anne.
"Eh! Eyang sma Oma Sava dan Oma Ais sudah datang." Kata Alsava meniru suara anak kecil.
"Iya, Sayang. Ya udah sana kamu berangkat biar kami yang jaga anak-anak lucu dan menggemaskan ini." Kata Mama Savara.
"Ingat kamu jangan pulang terlalu sore, kasihan baby mu ini. Masih memerlukan Asi." Kata Umi Aisyah, Alsava saat ini masih memberikan Asi pada Si kembar 4. Asi yang di miliki Alsava sangat banyak, jadi Alsava tidak kelipungan mencari obat agar Asinya keluar banyak. Bagaimana tidak banyak setiap hari Alsava selalu minum susu Almond, membuat banjir Asinya.
"Iya, Umi sayang. Aku berangkat dulu, ya. Assalamualaikum." Alsava mencium tangan Oma Anne, Mama Savara dan Umi Aisyah.
"Wa'alaikumsalam." Serentak.
Alsava hari ini ingin memberi kejutan untuk Nufail, ia datangi kantor suaminya.
Nufail berada di ruang rapat, rekan bisnis kali ini membuat Nufail geram. Karena Rekan bisnisnya adalah wanita yang selalu mengejar Nufail, padahal Nufail sudah menolaknya beberapa kali.
"Ingat batasan mu Alexa, kalau bukan Daddy orang baik. Sudah ku tendang kamu dari sini." Geram Nufail.
"Alah... Bilang aja kamu menginginkan Alexa, aku sudah tau semenjak istrimu melahirkan kamu main solo. Kamu tinggal pilih aku dan Alexa atau kamu mau dua-duanya melayani kamu." Tina mendekati Nufail dan memegang tangan Nufail.
"Sudah ku bilang ingat batasan kalian, masalah aku main solo atau apa bukan urusan kalian." Nufail mendorong tubuh Tina.
Alexa dan Tina bukannya takut dengan amarahnya Nufail, malah tambah menarik perhatian untuk mengejar Nufail.
Bagaimana wanita tidak tertarik dengan Nufail yang memiliki segalanya, wajah tampan, tubuh atletis dan kaya raya. Semua wanita tergiur yang ada di dirinya Nufail, Seperti lalat mengkerubungi makanan.
Alsava hanya diam di balik pintu ruang rapat, ia ingin mendengar apakah Nufail akan tergoda dengan wanita selain istrinya.
__ADS_1
Ia tersenyum Nufail masih berpegang teguh prinsipnya, ia terlalu mencintai Alsava. Walau godaannya wanita cantik dan seksi, hatinya hanya tersimpan satu nama yaitu Alsava. Istri yang paling ia cintai selain Umi Aisyah.
"Terus lawan, Babay. Aku ingin melihat berapa besarkah cinta mu kepadaku." Alsava melihat kedua tangannya.
Ketika Joe ingin mengetuk pintu, Alsava mencegah Joe.
"Sstt... Diamlah, aku mau mendengar seperti apa sayangku itu mengusir lalat." Kata Alsava.
"Hah! Lalat?." Joe bingung apa yang diucapkan Alsava.
"Pokoknya diam aja, entar kamu tau sendiri Joe."
.
.
.
.
.
.
Bagaimana sikap Alsava mengusir lalat yang hingga di tubuh Nufail?.
Tunggu aja...
Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya....
__ADS_1
See you 😘😘😘😘