Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Seperti Bebek(revisi)


__ADS_3

"Ya Allah, kenapa ini masih perih banget. Mau jalan ngilu banget, lagian bagaimana ini aku mau sakit senjata Abbas sangat besar. Tapi melakukannya sangat lembut, Astaghfirullah... Ish tubuh ku juga banyak tanda merah-merah, aku sudah seperti macan tutul." Khumaira membayangkan adegan mereka melakukan hubungan suami istri, lalu ia menepuk pipinya merasa malu.


Khumaira mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur, lalu Khumaira mengambil handuk kimono, ia lupa membawa baju pengganti.


"Yah, aku lupa bawa pakaian ganti. Mmm... pakiran ini dulu aja dech."


Khumaira membuka pintu kamar mandi, ia di kejutkan oleh Abbas yang sudah berdiri di depan pintu.


"Ya Allah, mas. Bikin kaget aj."


"Hehehe... Abis kamu mandi lama banget. Oia, koper kamu ada di pojok sana, tadi pelayan yang mengantarnya."


"Makasih, mas."


Khumaira jalan pelan-pelan, karena daerah intimnya masih sangat sakit.


"Cie, yang baru jebol jalan kaya bebek." Goda Abbas.


"Ish, apaan sih. Aku kaya gini juga gara-gara mas, tega banget ngatain aku bebek." Khumaira cemberut.


"Maafkan aku, ya Baby." Ketika Abbas ingin memeluk Khumaira dari belakang. Khumaira menyetop Abbas agar tidak menyentuh dirinya.


"Stop, jangan sentuh aku. Aku abis ambil Wudhu aku mau Sholat."


"Oke, tapi aku minta maaf dulu."


"Huh! Baiklah, ya udah sana mandi. Aku mau pakai baju."


"Main sekali lagi boleh?."


"Ish, Ngga ini masih ngilu. Nanti bagaimana mau resepsi."


"Kalau abis resepsi boleh dong."


"Lihat aja nanti, udah sana mandi. Aku mau Sholat."


"Oke."


"Aduh! Gawat nih, kalau nanti malam dia melakukan lagi." Khumaira kepikiran yang baru saja Abbas bicarakan.


Khumaira mengelar sajadah, lalu menggunakan mukena.


"Ya Allah, terimakasih segala nikmat yang Engkau berikan kepada ku yang tidak terhingga. Aku tidak henti-hentinya bersyukur atas yang Kau berikan kepada Hamba..." Khumaira berdoa setelah melaksanakan sholat Dzuhur. Lalu ia melihat sajadah dan mukena.


"Mumpung Mas belum keluar dari kamar mandi, lebih baik aku tidur." Khumaira buru-buru memakai pakaian, lalu ia naik keranjang.


Abbas keluar dari kamar mandi, ia melihat Khumaira tengah tertidur. Lalu ia tersenyum.


"Alhamdulillah, aku bersyukur mendapatkan istri secantik bukan di wajahnya. Tapi hatinya juga, terimakasih Ya Allah. Hamba janji akan membahagiakannya." Kata Abbas dalam hati, lalu ia mencium kening Khumaira.


Abbas ikut berbaring disamping Khumaira, ia hanya menggunakan celana boxer.


Tepat pukul 6 sore, MUA sudah datang. Mereka mengetuk pintu kamar Abbas dan Khumaira.

__ADS_1


Tok.


Tok.


Tok.


"Assalamu'alaikum. Tuan, nyonya. Ini kami MUA." Teriak salah satu MUA.


"Baby, bangun. MUA sudah datang." Abbas membangunkan Khumaira.


"Memang jam berapa mas?." Khumaira mengucek matanya.


"Jam 6 sore."


"Astaghfirullah, Mas aku belum Sholat Azhar. Ini gimana?Ayo mas bangun."


"Aku udah bangun dari tadi, apalagi yang di bawah."


"Ish, apaan sih. Ya Allah, mas ini sprei kotor. Banyak darah." Khumaira panik, ketika ia menyibak selimut terdapat darah di sprei.


"Kamu tenang dulu, ini darah perawan mu. Nanti aku ganti, kamu bersih-bersih aja dulu." Abbas memegang bahu Khumaira.


"Ya Allah, masa sampai berdarah. Punya mu saking gedenya sih, jadi anu ku berdarah pantesan ini aku masih sakit banget.


" Nanti kamu juga ketagihan, udah sana kamu bersih-bersih dulu."


"Oia, oke. Maaf ya mas."


Khumaira jalan masih pelan-pelan menuju kamar mandi. Abbas mengganti sprei dengan yang baru, untung di lemari ada sprei baru. Entah siapa yang menyiapkan.


Tok.


Tok.


Tok.


Pintu di buka, setelah ranjang sudah bersih.


"Maaf ya, tante. Kami ketiduran." Kata Abbas.


"Iya, tante ngerti. Namanya pengantin baru maunya pelukan aja." Kata Tante Lisa, sang MUA.


"Hehehe... Ya udah, ayo masuk. Khumaira masih di kamar mandi."


Tante Lisa dan kedua asistennya masuk kedalam kamar Abbas dan Khumaira.


"Maaf, ya tan. Lama." Khumaira baru keluar dari kamar mandi, lalu ia berjalan pelan menghampiri Tante Lisa.


Tante Lisa melihat Khumaira berjalan pelan, lalu ia menanyakan.


"Khumaira kamu kenapa kok jalannya seperti itu."


"Anu, Tan. Gara-gara mas Abbas." Khumaira malu-malu.

__ADS_1


"Ya Ampun, Abbas. Kamu nakal sekali, kasihan Khumaira berjalan seperti itu. Nanti ngga lucu masa pengantin jalan kaya bebek." Tante Lisa memarahi Abbas.


"Hehehe... Abis torpedo Abbas sudah berdiri tegak melihat wajah Khumaira yang cantik." Abbas menggaruk kepala yang tidak gatel.


"Dasar laki-laki kebanyakan ngga tahan, apalagi kamu udah lama tidak lepas landas itu pesawat mu."


"Bisa aja tante." Abbas agak malu.


"Ya udah, tante mau make up istrimu. Kamu sama asisten tante aja."


"Tapi tante aku mau sholat Maghrib dulu, sekalian menjamak sholat Isya. Tan." Kata Khumaira.


"Oke."


Acara resepsi akan di adakan abis Isya, jadi Khumaira dan Abbas melaksanakan sholat Maghrib dulu baru Menjalankan Sholat Isya. Tante Lisa dan Kedua Asistennya juga ikut melaksanakan Sholat Maghrib terlebih dahulu baru Menjalankan Sholat Isya


Kemudian Khumaira di Make Up.


Salah satu Asisten Tante Lisa bernama Santi, merias kedua tangan Khumaira. Sedangkan Tante Lisa mengrias wajah cantik Khumaira menjadi lebih cantik.


"Subhanallah, istriku tambah cantik. Untungnya cuma aku yang nikmati." Abbas terpesona melihat kecantikan istrinya.


Beberapa jam kemudian, Khumaira dan Abbas telah selesai di rias. Mereka tinggal menunggu aba-aba dari WO.


"Ayo, Tuan dan Nyonya. Ikuti aba-aba saya nanti berjalannya."


"Oke, Tapi jalannya pelan-pelan ya mas. Soalnya sepatu istri saya ini terlalu tinggi, saya ngga mau nanti dia terjatuh." Abbas berbohong, karena ia tidak tega melihat jalan Khumaira. Apalagi nanti di guncingkan para tamu, Khumaira akan semakin malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya....


See you...😘😘😘😘


__ADS_2