Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Acara Resepsi


__ADS_3

Hari ini Acara resepsi pernikahan Alsava dengan Nufail, wartawan seluruh dunia meliput acara resepsi pernikahan Alsava dan Nufail.


Dekorasi resepsi pernikahan terbilang sangat mewah dan megah. Acara ini menghabiskan dana 15 Triliun, seperti acara resepsi pernikahan Putri dan pangeran Inggris. Malah ini lebih dari pernikahan mereka.



(Ini ceritanya tempat duduk para tamu ya Guys)



(Pelaminan Alsava dan Nufail, nanti mereka duduk disana).



(Ini lah souvenirnya ponsel Iphone berbalut emas, silakan datang๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„)


Satu persatu tamu berdatangan, termasuk Abbas, Dokter Erik dan Dokter Chelsea. Abbas menyamar menjadi pengusaha dari India. Tak lama kemudian Eliana datang, ia juga menyamar pengusaha dari Eropa.


"Shitt, si ja** ng Alsava sungguh beruntung mendapatkan pangeran Arab. Gue harus bisa dapatkan Nufail, ngga akan gue biarkan Alsava bahagia." Kata Eliana dalam hati.


"Alsava, ternyata kamu masih hidup. Papi telah membohongi ku, kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan. Aku ingin kita bersama lagi menjadi pasangan suami istri, aku ngga rela kamu menikah dengan orang lain. Aku akan merebut kamu lagi, tunggulah aku akan membuktikan betapa aku mencintaimu Alsava." Kata Abbas dalam hati, ia menatap layar yang menyetel video Alsava dan Nufail terlihat bahagia.


Walau pun Abbas dan Eliana, Nufail mengetahui dan mengutus seluruh anak buahnya berjaga-jaga. Bila nanti mereka menujukkan keributan.


"Tidak akan aku biarkan kalian menghancurkan acara ini dan menyakiti Alsava ku lagi, lihatlah aku akan membalas atas perilaku kalian terhadap Alsava." Batin Nufail di kamar.


"Babay, gimana penampilan aku?Cantik kan?." Alsava bergaya seperti model. Karena namanya di panggil, Nufail menoleh ke arah dan ternganga melihat penampilan Alsava sangat cantik.


"Masa Allah, apa ini istriku?kau sangat cantik bagai bidadari turun dari khayangan. Aku jadi ngga rela kamu di nikmati banyak orang." Nufail memeluk Alsava.


"Emangnya aku makanan yang bisa di cicipi begitu aja." Alsava mengerucutkan bibirnya.


"Bibir ini rasanya pengen aku lahap sekarang." Nufail menyentuh bibir Alsava dengan ibu jarinya.


"No, nanti bisa berantakan. Kasihan Mua yang sudah payah mendandani ku." Alsava mendorong pelan tubuh Nufail.


"Hahaha... Iya, dech. Yuk, kita menuju pelaminan. Tamu-tamu sudah berdatangan." Kata Nufail memberikan lengannya, agar Alsava menggandeng lengannya.


"Bismillahirohmanirohim, semoga lancar dan tidak ada halangan. Amiin." Ucap Alsava menunduk dan mengusap pelan wajahnya.


"Amiin." Nufail juga.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan ke pelaminan, lampu menyoroti kedua mempelai dan wartawan mefoto Nufail dan Alsava.


"*Wow, pasangan serasi."


"Mereka cantik dan ganteng."


"Aku mau dong jadi yang kedua."


"Mereka bagaikan ratu dan raja."


"Cantik."


"Ganteng*."


Begitulah kata para tamu yang terpesona melihat Alsava dan Nufail.


"Ya Allah, kamu cantik sekali Al. Aku begitu bodoh membuang berlian seperti mu." Abbas menatap Alsava, ada rasa penyesalan dalam diri Abbas.


"Gila, Alsava cantik banget. Sial gue kalah cantik dan pamor." Eliana terlihat kesal.


Alsava dan Nufail duduk di pelaminan.


"Alsava Putri Alvendra, adik ku paling ku sayang. Selamat atas pernikahan mu dan juga selamat akhirnya kamu di beri keturunan langsung dua lagi, emang tuh onta top cer banget dech. Abang turut bahagia. Lagu ini untuk kalian berdua." Kata Bang Alvan di panggung, lalu memainkan gitarnya.


Hari ini ku dendangkan


Lagu yang ingin ku nyanyikan


Terkenang semua kenangan


Ingin kubuka lembar baru


Untuk meneruskan hidupku


Tak mau lagi kesedihan


Selimuti diriku


Semua orang ingin bahagia


Menjalani hidup di dunia ini

__ADS_1


Ingin ku bukakan jawaban


Misteri kesenangan yang sejati


Hari ini ku dendangkan


Lagu yang ingin ku nyanyikan


Terkenang semua kenangan


Menari dan terus bernyanyi


Mengikuti irama sang mentari


Tertawa dan selalu ceria


Berikan ku arti hidup ini


Pprookk... Pprookk... Pprookk...


Tepuk tangan meriah para tamu.


"Loh, Alsava Hamil, kok bisa. Bukannya mandul ya. Apa selama ini aku salah?Jadi berati aku yang mandul, Ya Allah. Kenapa dada ini sakit sekali. Tapi Eliana bisa aku buahi, Aarrgghhh siapa yang mandul?." Abbas asik dengan pemikiran sendiri.


"Semoga, loe kuat Bass. Satu persatu kebenaran akan terungkap, pasti loe bakal menyesal banget nantinya." Batin Dokter Erik menatap Abbas, takut sahabatnya itu berulah.


"APA!!! Alsava hamil, gawat ini gawat. Gue harus apa?Gue harus tenang ngga boleh gegabah, bisa hancur nanti rencana gue selama ini. Ya, Gue harus cepat bertindak mengusai harta Abbas, Mumpung Abbas dan Maminya di rumah sakit." Eliana gelisah, lalu pergi dari acara itu.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote, komentar dan hadiah...


__ADS_2