Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 16 [ Carlos Cemburu ]


__ADS_3

Carlos hanya cengengesan setelah berhasil meledek Nathan, padahal Nathan itu cukup terkenal dikampusnya dan tidak sedikit perempuan yang mengincarnya. Tetapi tidak satupun diterima karena belum juga mendapatkan yang pas menurutnya.


"Udah diem lu gak usah ketawa gitu!" Tegur Nathan kesal.


"Iya iya"


"Los, nongki yok ke cafe biasa," ajak Nathan sambil menepuk pundak Carlos.


"Gak ada uang gue," jawab Carlos singkat.


"Yahh kayak gak tau gue aja lu, ayo gue traktir buruan!" Setelah mengucapkan itu Nathan langsung berjalan keluar rumah menuju mobilnya.


"Ck orang kaya gak perlu mikir untuk keluarin uang ya," gumam Carlos yang melihat Nathan pergi keluar.


"Buruan!" Seru Nathan yang sudah berdiri disamping mobilnya.


Mendengar teriakan itu langsung saja Carlos bangkit berdiri dan bergegas menuju mobil. Kedua sahabat itu langsung masuk ke dalam mobil.


"Rumah lu tadi sepi ya," ucap Carlos tanpa menoleh kearah Nathan.


"Ya biasa pembisnis," jawab Nathan santai.


"Oh bener juga," Carlos mengangguk paham.


Nathan memang orang kaya dan semua yang dibutuhkan selalu didapat namun satu hal yang Nathan sulit untuk dapati, yaitu kebersamaan keluarga yang utuh akibat kedua orang tua yang sibuk bekerja. Namun hal itu tidak menyurutkan senyum Nathan saat bersama Carlos tapi entah saat ia sendiri.


"Yap dikit lagi kita sampai," gumam Nathan sambil memutarkan setir mobil.


Cafe Butterfly


"Wahh seperti biasa selalu ramai," ujar Nathan sambil memangku dagunya.


Carlos yang duduk bersandar hanya berdiam diri memperhatikan sekitar sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Hm ... Than pesanan lu apa gak kebanyakan?" Tanya Carlos mengingat tadi Nathan memesan makanan seakan mereka ada lima orang.


"Gak," jawab Nathan singkat.


Beberapa menit kemudian


Kedua mata Carlos terperanjat kaget bahkan sampai menelan ludahnya saat melihat deretan makanan dihadapannya, meja mereka yang berukuran sedang itu sekarang penuh dengan beragam jenis makanan dan minuman.


"Lu ma habisin semua?" Tanya Carlos.


"Bukan gue tapi kita," Nathan hanya senyum-senyum kemudian mengambil sendok untuk segera makan.


Kini ujung bibir Carlos mulai terangkat karena sulit baginya untuk dapat makanan seperti ini jadi saat ini Carlos benar-benar merasa bersyukur. Tidak mau kalah dengan Nathan, Carlos juga mengambil sendok dan kini keduanya pun sibuk menikmati makanan mereka sambil bercerita.


"Gimana rasanya?" Tanya Nathan disela-sela makan mereka.


"Enaklah," jawab Carlos sembari tersenyum.


"Cih ... makan lagi silahkan," ucap Nathan yang merasa senang melihat sahabatnya yang begitu menikmati makanan mereka.


.


.

__ADS_1


.


.


« Mansion Nayra »


"Ayah, emang harus banget ya Nay lakuin ini?" Tanya Nayra sembari memakai tas selempang kecilnya.


Tak ada jawaban dari Pak David yang hanya sibuk menyeruput kopinya. Sementara ibunya melirik putrinya yang tampak tertekan.


"Ibu?" Panggil Nayra.


"Huh yasudah Nay pergi dulu ya," ujar Nayra pasrah kemudian langsung berpamitan kepada orang tuanya.


Diluar rumah berdiri seorang pria tinggi dengan badan yang kekar ditambah wajah yang tampan. Melihat kedatangan Nayra, pria itu langsung membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Nayra masuk.


Didalam perjalanannya tidak ada pembicaraan sedikit pun hanya suara mobil yang mengisi sunyi suasana mereka.


"Aska," panggil Nayra.


"Iya by," jawab Aska lembut.


Nayra langsung memutarkan bola matanya menahan kesal dan geli mendengar panggilan yang tidak diinginkan.


Aska merupakan pengusaha muda yang menjadi penerus dari usaha ayahnya dibidang mobil ternama yang terjual di seluruh negara. Kedekatan kedua orang tua Aska dan Nayra membuat keduanya harus dijodohkan dan sekarang status mereka adalah tunangan.


Aska sejak awal memang sudah mencintai Nayra namun berbeda dengan Nayra yang merasa tidak nyaman kepada Aska.


"Stop panggil gue itu," pintah Nayra.


"Why? Kita tunangan Nay," jelas Aska.


"Buat lu apapun gue lakuin," ungkap Aska sambil menyunggingkan senyuman.


"Ok klo gitu turunin gue didepan situ!" Seru Nayra sambil tersenyum.


"Apa? Gak Nay!" Aska yang kaget tentu tidak akan meng-iyakan permintaan Nayra itu.


"Tapi tadi lu bilang ...," belum sempat Nayra melanjutkan namun Aska sudah memotongnya.


"Sorry, tapi gue gak bisa klo itu," ujar Aska sambi terus melajukan mobilnya.


"Gue mau ketemuan sama temen gue dan gue gak mau jalan sama lu!" Ujar Nayra geram.


"Lu mau gue bilangin ke ayah lu, Nay?" Ancam Aska membuat Nayra semakin geram.


"Aska! Lu tau klo gue itu gak suka sama lu ... jadi gue minta jangan campurin urusan pribadi gue," dengan cepat Nayra membuang pandangannya ke arah kaca pintu sambil mengatur nafasnya.


Melihat Nayra yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi membuat Aska tersenyum senang dan puas, dan mobilnya terus melaju entah kemana Aska akan membawa Nayra.


"Nay, uang gue banyak dan apapun yang lu minta bakal gue kasih ... gue bakal buat lu bahagia," ucap Aska sambil mengusap kepala Nayra.


Tidak ada jawaban dari Nayra yang terus fokus memperhatikan kaca mobil dan hanya tangannya saja yang bergerak menyingkirkan tangan Aska yang mengusap kepalanya.


Saat ini Nayra hanya bisa pasrah mengikuti kemauan ayahnya dan untuk sekarang ia hanya bisa berfikir bagaimana bisa terlepas dari pria disampingnya ini.


.

__ADS_1


.


.


.


"Asal lu tau tempat ini yang paling enak steaknya g*ila," ungkap Nathan yang tengah memotong steaknya.


"Gue mah semua makanan enak yang penting kenyang," ujar Carlos yang membuat Nathan tertawa lepas.


"Haha betul juga lu," Nathan mengangguk dan kembali menyantap makanannya.


Carlos pun juga kembali menyantap makanannya dan sesekali menyeruput minumannya. Saat ini keduanya benar-benar tidak akan membiarkan satu piring pun yang tidak kosong, semuanya harus kosong.


"Eh than," panggil Carlos.


"Hm?"


"Itu Nayra bukan sih?" Tanya Carlos pelan sambil memperhatikan pintu masuk cafe.


"Hah mana?" Nathan yang penasaran langsung berbalik badan dan melirik siapa yang baru masuk itu.


"Oh iya itu Nay tapi sama siapa tuh?" Lanjut Nathan.


"Mana gue tau ... tapi kayaknya gue pernah liat tuh cowok," tutur Carlos.


"Ah masa sih," ujar Nathan tidak yakin.


"Iya tapi dimana yaa," Carlos terus mencoba mengingat wajah pria itu.


"Masa iya yang di kampus sama Nay," tebak Nathan yang kembali menikmati makanannya.


"Kampus? ... Eh bener lu!" Seru Carlos.


"Itu cowok yang gue liat sama Nay dikampus," lanjutnya.


"Wah jadi bener dia orangnya? Ckck... keliatannya orang kayak dan apa mereka mau makan bersama?" Ucap Nathan pelan.


"Ya mana gue tau," bentak Nathan kesal.


"Loh kok lu marah sama gue sih ... cemburu yaa," ledek Nathan.


"Udah makan aja ayo," ucap Carlos yang mulai merasa tidak nyaman namun tetap mencoba untuk tenang.


Saat ini Nayra dengan Aska duduk dimeja yang tidak jauh dari Carlos dan Nathan, mungkin hanya berjarak dua meja saja.


"Mau gue panggilin si Nay?" Tanya Nathan.


"Gaklah," jawab Carlos singkat.


"Yaudah klo gak mau," ucap Nathan singkat.


"Nay!" Teriak Nathan yang seperti didengar oleh Nayra.


"Eh Than," jawab Nayra yang melambaikan tangannya.


"Oy! Lu ngapain manggil!" Ucap Carlos pelan dengan suara yang menekan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2