Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Periksa Kandungan


__ADS_3

"Kalau begini rencana untuk menjual Mansion dan mobil di tunda dulu." Abbas mengetik pesan untuk Sekretaris Roy.


"Baik, tuan. Saya mengikuti saja." Balas Sekretaris Roy.


"Mami, kan baru datang lebih baik istirahat dulu. Nanti sore pas Abbas pulang kerja, Mami Abbas ajak menemui Satria." Abbas berusaha lembut, ia membelai rambut Mami Siska.


"Baiklah." Mami Siska melemas.


Ddrrtt... Ddrrtt...


Ponsel Abbas berdering.


"Dari rumah sakit." Katanya dalam hati.


"Mi, aku berangkat ke kantor dulu. Ya, Assalamualaikum." Abbas mencium tangan Mami Siska.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan, nak." Mami Siska mengelus rambut Abbas.


Abbas dan Sekretaris Roy berjalan keluar.


"Abbas, semoga kau selalu di berikan kebahagiaan." Mami Siska menatap punggung Abbas.


Abbas dan Sekretaris Roy sudah di dalam mobil.


"Tuan, kita ubah rencana aja gimana?." Kata Sekretaris Roy.


"Kita lihat aja dulu, aku harus berpikir ulang." Kata Abbas.


Ddrrtt... Ddrrtt


Ponsel Abbas kembali berdering.


"Ya, Halo." Abbas dingin dan datar tanpa ekspresi.


"Ini tuan Abbas saya mau kabarin, kalau Nyonya Siska menghilang." Kata Dokter Mega gugup.


"Saya sudah tau, kalian ini gimana sih?Mami saya kenapa bisa kabur, asal kalian tau dia kembali kerumah. Gara-gara kalian rencana saya gagal." Abbas marah dan mematikan hubungan.


"Dasar orang-orang ngga becus, percuma gue bayar mahal mereka." Omelan Abbas.


"Sabar, tuan." Kata Sekretaris Roy.


"Antarkan gue ke club, gue pusing mikirin ini semua. Gue butuh penenang." Abbas menyenderkan kepala dan memijatkan keningnya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Alsava dan Nufail memeriksakan kandungan. Alsava sudah berbaring di ranjang untuk memeriksa USG.


"Tunggu... Tunggu... Kalian kenapa di buka pakaian istri saya." Nufail membulatkan matanya melihat pakaian Alsava mau di naikkan.


"Ish, kamu aku ini mau di periksa." Alsava memukul lengan Nufail.


"Tapi ngga kaya gini juga, Yank. Lihat tuh, dokternya malah pria. Aku ngga mau kamu di sentuh pria manapun, kalau mba Ita tau Dokter Chelsea ngga masalah." Nufail menutup kembali dress Alsava.


"Maafkan, suami saya. Dok." Kata Alsava, ia merasa tak enak kepada Dokter Mungkas.


"Iya, tidak apa-apa bu. Saya mengerti lebih baik saya hubungi Dokter Chelsea terlebih dahulu." Kata Dokter Mungkas.


Tak lama kemudian, Dokter Chelsea datang.


"Selamat Siang semuanya." Sapa Dokter Chelsea.


"Siang, Dok. Tolong kamu periksa kandungan istri saya dan kamu Dokter Mungkas lebih baik keluar, saya ngga mau tubuh istri saya di perlihatkan oleh pria selain saya." Nufail Tegas.


"Baik, tuan. Kalau gitu saya permisi dulu, Assalamualaikum." Kata Dokter Mungkas sopan, ia pun pergi meninggalkan ruangan.


"Ish!, kamu ini jangan begitu kasihan kan. Pokoknya kamu kasih dia bayaran juga, aku ngga enak." Alsava mengelus tangan Nufail.


"Iya, sayang." Nufail mencium bibir Alsava.


"Mmm..." Dokter Chelsea berdehem.


"Bis kamu sangat menggemaskan." Kata Nufail menarik hidung Alsava.


"Kalau gitu saya periksa dulu, maaf nyonya saya buka dulu dressnya." Kata Dokter Chelsea membuka dress Alsava pelan-pelan.


"Iya, Dok." Kata Alsava.


Dokter Chelsea mengoleskan gel ke perut Alsava.



(Maaf ya untuk gambar usg yang kembar 4 susah juga ya... Jadi aku ambil yang udah umur 7 bulan... Padahal kandungan Alsava baru memasuki 5 bulan...).


"Nah, lihat. Tuan dan Nyonya ini bayi kalian." Kata Dokter Chelsea.


"Masya Allah. Sayang, terimakasih sudah mau mengandung anak ku." Nufail mencium kening Alsava


" Iya, Babay. Aku juga terimakasih sudah mau menjadi suamiku dan Daddynya anakku." Alsava meneteskan airmata.


"Sayang, udah jangan menangis lagi." Nufail menghapus airmata Alsava dengan tisue.

__ADS_1


"Ini airmata bahagia, Babay." Alsava tersenyum melihat Nufail.


"Kalian mau lihat jenis kelaminnya tidak?." Tanya Dokter Chelsea.


"Iya, Dok. Saya mau." Kata Nufail memegang tangan Alsava.


"Wah! selamat kalian mempunyai 2 Laki-laki dan 2 perempuan." Kata Dokter Chelsea.


"Alhamdulillah." Serentak.


"Kandungan Nyonya Alsava baru memasuki 5 bulan, semuanya normal seperti berat badan, air ketuban masih cukup dan sehat. Tidak ada cacat sama sekali, karena kehamilan Nyonya sangat langka kembar 4 dan pinggang Nyonya Alsava sangat kecil. Jadi kami tim dokter menyarankan melahirkan ceaser saat usia kandungan Nyonya Alsava 7 bulan." Kata Dokter Chelsea.


"Lakukan yang terbaik buat istri dan anak-anak ku, Dok." Kata Nufail.


"Iya, Dok. Saya tidak apa-apa kalau itu yang terbaik buat kami." Kata Alsava, yang sebenarnya ingin lahiran normal.


"Baiklah, ketika usianya sudah mau memasuki 7 bulan nanti saya akan menjadwalkan untuk operasinya. Ini saya memberikan resep vitamin, calsium dan obat penambah darah." Dokter Chelsea menyerahkan selembar resep ke Nufail.


"Baik, Dok. Terimakasih, nanti bonusnya saya transfer ke rekening anda. Sekalian dengan Dokter Mungkas." Kata Nufail.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Masih mau lanjut tidak?....


Jangan Lupa like, Vote, dan komentarnya ya...


__ADS_2