Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Mencintaimu


__ADS_3

Sudah seminggu pernikahan Nufail dan Alsava, Nufail setiap hari menunjukkan betapa cintanya kepada Alsava. Hingga membuat Alsava meleleh hatinya.


Pagi ini Nufail membuat makan malam, walau ia lelah dari pulang kerja. Tapi demi wanita di cintanya, ia rela melakukan apa saja.


"Ya Allah, Fail. Harusnya ini tugas aku, sini aku bantu." Alsava yang baru pulang kerja dan langsung membantu Nufail.


"Ngga apa-apa kok, Yank. Kamu duduk aja, bentar lagi juga selesai." Kata Nufail sambil aduk-aduk masakan.


"Ya Udah, aku bantu siapkan piring ke meja ya." Kata Alsava, ia ngga mau berdiam diri.


"Iya, Yank." Ucap Nufail.


Tak lama kemudian, masakan Nufail jadi.



"Ini semua kamu yang masak?." Alsava tidak percaya.


"Iya, dong. Masa orang lain." Kata Nufail.


"Mmm... Wanginya aja udah harum banget, menggoda perut. Pasti rasanya enak." Alsava menghirup bau masakan.


"Jangan dihirup doang, di cicipi dong." Nufail menuntun Alsava duduk di kursi. Lalu menuangkan nasi di piring Alsava.


"Udah biar aku sendiri." Alsava memegang tangan Nufail.


"Kamu duduk aja, biarkan aku melakukan tugas istri." Tambah Alsava, perkataan Alsava membuat Nufail tersenyum. Nufail duduk di hadapan Alsava.


"Jadi boleh dong, aku minta hak aku hari ini." Nufail mengkedipkan matanya.


"A-nu, a-aku ta-takut kamu kecewa. Aku bukan perawan lagi." Alsava gugup dan sedih.


"Hei! kamu mau perawan atau ngga, itu ngga penting bagi. Yang terpenting adalah aku sangat mencintai mu apa adanya, bukan ada apanya." Nufail bangun dan berjalan menghampiri Alsava, lalu memeluknya.

__ADS_1


"A-aku ma-masih belum siap." Alsava masih menunduk.


"Aku ngga akan memaksa kamu, udah jangan mikirin itu. Lebih baik kita makan, oke. Aku akan menunggu sampai kamu yang minta." Nufail mencium kening Alsava.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Nufail sedang di ruang kerja. Sedangkan Alsava di kamar sedang berbalas pesan dengan kedua sahabatnya.


Reina


"Al, udah loe kasih dia haknya. Kasihan tau bermain solo terus, lagian ya. Dosa menolak kalau tidak melakukan wik-wik."


Icha


"Tau tuh, nanti malah nyari sarang di luar loh. Apalagi Nufail gantengnya pake bingit, udah kasih aja. Gue yakin Nufail itu tidak seperti si borokokok sia kata Oma. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†."


Alsava


Icha


"Itu ngga akan terjadi, orang Nufail cinta banget sama loe. Bayangin aja dari loe orok sampai sekarang dia masih mencintai loe dan dia ngga peduli loe udah buka segel, buktinya aja dia nikahin loe dan memberikan apa yang loe mau."


Reina


"Udah loe jangan kepikiran panjang, kasihlah apa yang udah menjadi haknya."


Alsava


"*Oke, kalau begitu. Gue mau bocan dulu see you😘😘😘."


Ceklek*


Pintu terbuka, Nufail datang dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


"Kamu belum tidur, Yank." Nufail mendekat kan tubuhnya ke Alsava.


Deg


Alsava berdebar-debar.


"Be-belum, ngantuk." Alsava memalingkan wajahnya, menutup wajah meronanya.


"Yank, aku sangat mencintaimu. Jangan pernah meninggalkan aku." Nufail mencium punggung tangan Alsava.


Nufail menatap Alsava, lalu memegang dagu Alsava. Wajahnya semakin dekat dengan Alsava.


Cup


Nufail mencium bibir Alsava dengan lembut, mata Alsava terbelalak mendapatkan serangan dari Nufail. Alsava bingung harus melakukan apa, tanpa Alsava sadari tangannya sudah mengalung keleher Nufail.


Pprraannkk.


.


.


.


.


.


.


.


Walau badan masih kurang enak, ku paksakan untuk update... Semangat untuk kuπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

__ADS_1


__ADS_2