Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Terharu


__ADS_3

Abbas dan Khumaira beserta Abi dan Umi berangkat ke Bandara Internasional Kairo yaitu Oruba Road قسم النزهة،، Cairo Governorate, Mesir. Sekretaris Roy sudah di Bandara.


"Tuan, pesawat pribadi Tuan Nufail sudah siap." Sekretaris Roy menyambut kedatangan Abbas dan Keluarga Khumaira di Bandara.


"Bagus, loe memang bisa di andalkan. Oia, Abi, Umi dan Khumaira silakan kalian masuk terlebih dahulu. Aku mau menghubungi Nufail terlebih dahulu." Kata Abbas.


"Terimakasih pujiannya, Tuan. Ayo Tuan, Nyonya dan Nona silakan saya anter." Kata Sekertaris Roy.


"Oke, Nak. Abi, Umi dan Khumaira naik pesawat dulu." Abi Khumaira menepuk pundak Abbas.


"Assalamualaikum, Mas Bro." Kata Abbas.


"Wa'alaikumsalam, Dek Bro. Gimana loe jadi berangkat sekarang?." Tanya Nufail.


"Iya, Mas Bro. Ane, Abi, Umi dan calon bini lagi di Bandara mau berangkat ke Indonesia. Maaf nih ane ganggu sebentar, ane mau nanya. Cabin dan camer mau langsung ke rumah loe atau ke rumah sakit?."


"Hahaha... logat loe mau nyamain sama camer nih ceritanya."


"Hahaha... Biar terbiasa. Btw gimana tadi pertanyaan loe?."


"Oke-oke, dari bandara Soekarno-Hatta. Loe naik helikopter, disana udah ada Joe. Entar loe dan yang lain langsung Ke Mansion Utama."


"Hahaha... Gue berasa kaya orang tajir pake di jemput sama sih Heli... Thank's ya Mas Bro. Oia, gimana Alsava udah boleh pulang?."


"Ya makanya loe itu langsung ke Mansion Utama, karena Bini dan My quadruplet udah pulang. Ya udah lanjut ceritanya nanti, gue lagi sibuk. Assalamualaikum." Nufail langsung mematikan telp, karena si Kembar rewel.


"Sue, main matiin aja telp. Untung loe bakalan jadi abang ipar gue." Gerutu Abbas, lalu ia menyusul naik pesawat.


Kemudian, pesawat landing Abbas merasa senang akhirnya ia akan secepatnya menikah dengan Khumaira.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


"Kamu sudah memberikan nama untuk si kembar 4 ini?." Tanya Mama Savara.


"Nufail sudah menyiapkan, mam." Kata Alsava.


"Siapa nama ke empat anak kembar kalian?." Umi Aisyah menatap Nufail.


"Kalau anak yang laki-laki yang baju biru muda ini namanya Ghoza Archibald Rizqi Al Ghazali dan yang biru tua Ghozi Archibald Rizqi Al Ghazali artinya anak laki-laki yang tampan pemberani dan membawa rezeki." Nufail mengelus kepala bayi laki-lakinya.


"Wah! nama yang bagus... Hai! Ghoza, Ghozi. Ini Oma Uyut. Mmuuaacchh." Oma Anne mencium satu persatu anak laki-laki Nufail dan Alsava.


"Untuk perempuan siapa?." Kata Papa Alvendra Penasaran.


"Kalau perempuan baju yang putih bernama Jacynta Azzahra Behira Smith dan Jacynda Azzahra Behira Smith yang artinya perempuan cantik, cerdas yang bersinar terang. Ini nama keluarga aku bagi dua biar tidak ada perselisihan."


"Bagus sekali nama-nama cucu oma." Umi Aisyah mencium pipi kedua cucu perempuannya.


"Nama Panggilnya siapa?." Kata Papi Mario yang tiba-tiba datang.


"Eh! Papi akhirnya datang juga, sini duduk dekat Alsava." Alsava senang.


"Oia, nama panggilanya Baby Cynta dan Baby Cynda Opa Mario." Alsava meniru suara anak kecil.


"Hai! Baby Cynta dan Baby Cynda cucu Opa yang cantik. Opa punya hadiah buat kalian." Papi Mario memberikan 2 paper bag.


"Kok cuma, Baby Cynta dan Cynda aja. Bayi Ghoza dan Ghozi mana Pi." Protes Nufail.


"Hahaha... Tenang Cucu-cucu Opa yang ganteng juga dapat kok nih." Papi Mario memberikan paper bag 2 lagi.


Mereka kembali mengobrol dan bercanda.


Mama Safara dan Umi Aisyah sedang di dapur untuk membawakan minuman dan makanan

__ADS_1


"Aisyah gimana kamu sudah mendapatkan jawaban atas lamaran Mario." Bisik Mama Savara.


"Sudah, yuk. Kita bergabung." Kata Umi Aisyah.


"Maaf perhatian sebentar, ada yang Aisyah bicarakan." Kata Mama Savara, lalu meletakkan minuman dan makanan di meja.


"Memang kamu mau bicara apa Aisyah?." Tanya Oma Anne pura-pura ngga tau.


"Mmm... Begini mengenai lamaran Mario... Aku sudah shalat Istikharah dan minta petunjuk kepada Allah... Bismillahirohmanirohim, semoga keputusan aku ini benar. Aku menerima lamaran Mario menjadi suami ku." Umi Aisyah malu-malu.


"Benarkah?." Papi Mario berdiri dan menghampiri Umi Aisyah.


"Mmm..." Umi Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih, sayang. Aku janji akan berusaha membahagiakan mu dan mengembalikan kenangan indah kita yang sempat tertunda, aku dari dulu sampai sekarang mencintai mu. Walau waktu ada Siska, tapi hati ku sudah berlabuh nama mu di hatiku. I Love You, Aisyah."


"Iya, Mar. Aku juga sudah membuka kembali hati ku untuk mu."


"Umi, semoga kau bahagia. Aku sangat terharu cinta kalian tidak pernah padam, semoga cinta ku kepada Alsava atau sebaliknya tidak pernah padam. Seperti kalian, Abi akhirnya Umi sudah menemukan kembali cintanya. Semoga engkau disana bahagia melihat Umi dan Papi bersama kembali." Nufail menyekat airmatanya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya... See You... 😘😘😘


__ADS_2