
"Ck, itu hukuman pantas buat mereka. Asal loe tau mereka itu udah kendor lobangnya, sering dipake sama pria hidung belang. Gue mah ogah takut penyakit." Soni berdidik ngeri.
"Ini hukuman tersadis buat perempuan." Iwan terus menatap Eliana dkk yang bergulingan di lantai.
"Dih! ngapain loe kasihan sama mereka, loe ngga ingat apa? yang mereka lakukan terhadap nyonya Alsava. Apalagi Eliana udah menghancurkan rumah tangganya dulu." Soni naik pitam.
"Slow bro, jangan marah. Hukuman kurang gue masih ada lagi." Iwan langsung bergegas dan membawa 3 pria berbadan gemuk dan Botak, mereka adalah koruptor yang sedang menjalani hukuman.
"Loe ngapain bawa mereka." Soni bingung.
"Eliana dkk biar menjadi santapan lelaki hidung belang ini." Bisik Iwan.
"Wah! cemerlang loe, ini baru sohib gue." Soni merangkul Iwan.
"Siapa dulu, Iwan yang paling ganteng." Ucap Iwan Pede.
"Ya, ya. Cepat loe perintahkan mereka." Kata Soni udah ngga sabaran.
"Hey! Pak tua semuanya, hari ini gue kasih hiburan sepuasnya. Lihat 3 gadis yang entah kemana tuh pakaiannya, silakan menjadi santapan enak buat kalian bertiga." Iwan menunjuk.
"Wow! amazing, dengan senang hati."
"Asyik santapan gurih ini mah."
"Rezeki nomplok ini."
Tanpa aba-aba tiga lelaki itu mendekati Eliana dkk dengan tatapan menggiurkan.
Ruangan itu terdengar rame dengan suara *******.
__ADS_1
"Aauuww... ngilu gue." Kata Iwan memegangi bu**ngnya.
"Sama gue juga." Soni pun juga memegangi bu**ngnya.
"Lagian loe nolak tadi, sial jadi bangun nih." Iwan langsung bergegas kekamar mandi, di ikuti Soni.
Obat yang Soni beri ke Eliana sangat kuat, Eliana dkk begitu menikmati hingga 3 lelaki tua udah tepar. Eliana dkk tidak peduli mereka masih melanjutkan.
"Waduh! gawat Son, 3 bangkotan bisa tewas itu." Kata Iwan.
"Biarkan aja, mereka mati dalam kenikmatan surgawi." Soni asal menjawab.
"Hahahaha... bukan surga yang mereka dapat tapi neraka." Iwan menggelengkan kepala.
Tak lama kemudian, Eliana dkk akhirnya tepar juga. Mereka tidur disamping 3 lelaki tua.
"Amazing, selesai tepat jam 4 pagi. Wanita super mereka." Iwan menunjuk dua jempolnya.
"Halah, kamar Vip. Yang ada kandang kambing." Kata Iwan.
"Lah! emang iya. Mereka memang pantas di tempatkan seperti itu." Ucap Soni.
"Ya, terserah loe aja." Iwan pasrah.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Esoknya, perusahaan Cloe dan Bianca jatuh bangkrut begitu juga Abbas.
Abbas kelipungan dan tidak menyangka perusahaan milik Papinya tiba-tiba bangkrut. Abbas juga menyelidiki kenapa perusahaannya dalam sekejap bisa bangkrut dan para pemegang saham memutuskan kerja samanya, mereka juga mencabut dana di perusahaan itu.
__ADS_1
"Aarrgghhh... kenapa bisa begini?." Abbas melempar barang di atas meja.
"Gimana gue harus ngomong sama Papi?." Abbas menarik rambutnya.
"Gue memang bodoh, kenapa bisa begini?."
"Gue ngga mau jatuh, gue harus cepat mencari suntikan dana."
"Ya Allah Abbas, ini ada gempa bumi." Kata Dokter Erik yang baru datang bersama Chelsea.
Abbas terdiam, ia beberapa kali mengusap kasar wajahnya dan berteriak.
"Bass, tenang dulu." Kata Dokter Chelsea.
"Gue ngga bisa tenang, perusahaan yang Papi rintis dari nol. Sekarang bangkrut dalam semalam, para pemegang saham kabur dan mencabut dananya. Gue Benar-benar udah kecolongan." Abbas meneteskan airmata.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Abbas ini belum seberapa hukuman yang Kau dapat... Masih banyak hukuman yang sedang menunggu mu. ππππ
Jangan lupa like, vote dan komentarnya... ππππ