Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Cemburu


__ADS_3

Alsava merasa senang Nufail mau memenuhi permintaan konyolnya. Dia ingin melihat keseriusan Nufail, bahwa cuma ia aja yang di cintai. Nufail tidak tergoda satupun perempuan malah ia ketus dan dingin.


"Babay, ternyata kamu benar-benar mencintai ku. Maafkan aku, tapi ini juga kemauan anak-anak mu juga." Alsava tersenyum senang.


Alsava sedang asyik melihat Nufail yang melayani para pengunjung, tiba-tiba bahunya di tepuk.


"Kamu Alsava, kan?." Pria tampan, berkulit putih dan berkacamata.


Alsava menoleh dan ia terkejut.


"Leon!." Alsava menutup mulutnya dan matanya terbelalak.


"Iya, Al. Apa kabar?." Leon tersenyum dan menyodorkan tangannya.


"Baik, kamu gimana?."


"Alhamdulillah Baik, Oia. Aku dengar kamu sudah menikah dua kali ya?Sekarang siapa yang menjadi suami mu?."


"Tuh! pelayan yang paling ganteng." Alsava memajukan mulutnya, untuk menujuk ke arah Nufail.


"Masya Allah gantengnya."


Leon adalah teman Alsava waktu SMA, saat ini Leon seorang desainer terkenal. Karyanya sangat di kagumi para wanita.


"Kamu emang selalu beruntung mendapatkan pria tampan dan tajir, dulu si Abbas dan sekarang suami mu ini. Suami mu itu kalau ngga salah Nufail kan?."


"Hahaha... bisa aja, justru mereka yang beruntung mendapatkan aku yang cantik, imut, manis dan seksi." Alsava memperagakan wanita seksi.

__ADS_1


"Iya-iya, kamu ngga berubah ya. Selalu PD, aku akui dari dulu kamu itu emang cantik. Tapi kalau seksi baru kali ini kamu terlihat seksi, padahal kamu itu dulu kerempeng kaya lidi. Hahahaha..." Leon melihat atas sampai bawah badan Alsava, lalu tertawa senang.


"Ish! walau dulu aku itu kerempeng, tapi banyak yang naksir. Emang kamu ngga jelas." Balas Alsava.


"Ih! Kamu ngeselin banget sih." Leon mencubit pipi Alsava.


"Aauuww... Sakit tau, entar pipi aku melar kaya bakso. Bisa gawat nanti, laki aku ngga akan suka lagi." Alsava memanyunkan bibirnya.


Dari kejauhan Nufail melihat Alsava sedang mengobrol dengan seorang pria, hatinya merasa mau meledak. Apalagi pria itu menyentuh Alsava, Nufail meremas buku menu. Lalu menghampiri Alsava.


"Bagus ya, kamu enak-enakkan ngobrol dengan seorang pria dan pegang-pegangan. Sedangkan aku menderita jadi pelayan, Oh. Aku tau biar kamu bisa berdua-duan dengan pria ini. Oke, kalau gitu. Ayo, kita pulang." Nufail marah dan menarik kasar Alsava.


"Bay, pelan-pelan." Alsava kakinya merasa sakit. Nufail hanya diam saja.


"Babay, kamu salah paham. Dia itu..." Omongan Alsava terhenti.


"Bisa gawat nih, dia marah. Oia, aku ada ide." Batin Alsava.


"Aauuww... Sakit... perut ku sakit... Babay... To-tolong perut ku sakit banget... Hiks... Hiks... Hiks... Kamu tega mendorong aku yang sedang mengandung anakmu." Alsava pura-pura kesakitan dan memegangi perutnya.


"Udah dech, aku tau kamu pura-pura kan?." Nufail tersenyum sinis.


"Sumpah ini sakit, kalau terjadi apa-apa sama my quadruplet. Semur hidup aku ngga akan memaafkan mu." Alsava menutup pintu mobil dan pindah ke tempat duduk Supir, lalu mengunci pintu.


Tok... Tok...


"Alsava buka pintunya, kamu jangan nekat." Nufail menggedor pintu mobil.

__ADS_1


"Aku mau kerumah sakit, aku ngga mau kenapa-napa dengan my quadruplet. Kamu udah ngga peduli lagi sama aku dan sih kembar empat." Alsava menangis.


"Buka pintu dulu." Kata Nufail, ia mulai panik melihat Alsava.


"Hahaha... Kamu mau marah dan kasar sama aku, sory ya aku akan balas perbuatan kamu. Mana mungkin kamu bisa bertahan marah lama-lama sama aku." Kata Alsava dalam hati.


Saat Alsava sudah menyalakan mesin, Nufail tambah panik. Dia takut Alsava akan nekat.


"Sayang, please buka pintunya." Nufail lembut.


"Ngga mau kamu udah narik-narik dan mendorong aku dengan kasar." Alsava memanyunkan bibirnya.


"Iya, aku salah. Aku minta maaf... Aku cemburu melihat kamu bercanda-canda sama pria lain. Apalagi pria itu menyentuh mu, aku ngga suka milik ku di sentuh oleh orang lain. Please buka pintunya ya." Nufail mengakui kesalahannya.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya... See you...😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2