
"Nak, gimana pernikahan kalian?apa baik-baik saja?." Kata Papi Mario.
"Alhamdulillah, Pi. Papi juga istirahat aja, nanti kalau Abbas sudah pulang nanti aku bangunkan." Alsava mengahlikan pembicaraan.
"Oke, nanti bangunkan Papi dan Mami ya nak." Papi Mario menepuk pundak Alsava.
1 Jam...
2 Jam...
3 Jam...
Abbas tak kunjung pulang. Mami Siska keluar dari kamar tamu.
"Abbas udah pulang?." Tanyanya ketus.
"Belum, Mi." Alsava menunduk.
"Al lebih baik kamu pisah saja dari Abbas, saya akan mencarikan istri yang bisa ngasih keturunan." Perkataan Mami Siska membuat Alsava kaget.
"Mi, kenapa ngomong seperti itu, Abbas dan aku saling mencintai." kata Alsava.
Tiba-tiba Abbas datang membawa seorang wanita cantik dan seksi.
"Yank, kamu sudah pulang dan siapa dia yank." Alsava mendekati Abbas.
"Dia pacar gue." Abbas menarik pinggang wanita itu. Mendengar perkataan Abbas, Alsava terkejut. Tapi tidak dengan Mami Siska, ia malah tersenyum bangga.
"APA!! aku masih istri kamu, kenapa kamu tega sama aku Yank." Alsava memegang tangan Abbas.
Ppllaakk
__ADS_1
Abbas menampar pipi Alsava hingga mengeluarkan darah segar. Mami Siska dan Wanita itu kaget melihat tindakan Abbas terhadap Alsava.
"Sudah gue bilang jangan pernah menyentuh gue."
"Kamu tega menampar ku, Yank."
"Dasar Ja***ng, aku menyesal menikah dengan mu." Abbas menarik rambut Alsava.
"Auwww... Sakit." Alsava merintih.
"Abbas aku sangat mencintai kamu, maafkan aku." Alsava memohon dan berlutut di kaki Abbas.
"Cepat ceraikan dia, Mami ngga sudi punya menantu miskin dan mandul seperti dia. Bikin malu keluarga kita." Mami Siska memanas-manasi Abbas.
Papi Mario yang baru bangun dari tidurnya, dia bingung melihat pertengkaran antara Alsava dan Abbas. Karena masih belum nyata nyawanya (Hehehe... kalau baru bangun tidur masih down).
"Alsava Putri Alvendra hari ini aku Mario Ferdinand menalak mu langsung tiga, mulai hari ini kamu bukan istri ku lagi dan bukan siapa-siapa bagi ku. Silakan kamu keluar dari rumah ini, aku ngga sudi melihat perempuan mandul seperti mu." Abbas dengan lantang menalak Alsava.
"Aku mencintaimu, Yank. Aku ngga mau pisah sama kamu." Alsava menangis, Deddy Mario melihat Alsava menangis tidak tega.
"Aku sudah ngga mencintaimu, sekarang wanita ini yang aku cintai. Karena saat ini dia sedang mengandung anak ku, tidak seperti mu mandul."
Jedeerrr
Hati Alsava seperti tersambar petir.
"Sudah Al, ikut Papi biar Abbas menyesal." Papi Mario membantu Alsava bangun dan membawanya pergi. Papi Mario sangat marah dan tidak menghiraukan panggilan istrinya Mami Siska.
Di dalam Mobil.
"Al, maafkan Daddy yang telah menjodohkan dengan pria br****sek kaya dia. Daddy janji akan membuat dia menyesal." Papi Mario mengelus rambut Alsava.
__ADS_1
"Papi, aku harus kemana. Aku ngga mau lihat keluarga ku bersedih." Alsava masih menangis.
"Tenanglah, Papi akan mengajak mu pergi ke Oma dan Opa kamu di Inggris."
"Oma dan Opa dari siapa, Pi?." Alsava sudah tenang dan menghapus airmatanya.
"Oma dan Opa Mu dari papa mu."
"Tapi kata papa mereka sudah ngga ada."
"Oma dan Opa mu masih hidup, mereka sedang bersembunyi dari musuh yang menghancurkan keluarga dari papa mu. Itu Papi juga baru tau dari papa mu, ya udah sekarang kamu tidur dulu. Urusan pengadilan biar papi yang urus."
"Terimakasih, pi."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. Jgn lupa like nya...