
Nufail merasa bahagia, akhirnya hasratnya bisa di tuntaskan tanpa ada pengganggu. Sedangkan badan Alsava terasa remuk, seperti abis di pukul beberapa orang. Tapi dia terima, karena kasihan Nufail harus menahan.
Mereka sudah selesai bersih-bersih, lalu mereka menyusul Joe dan Sih Kembar 4 di Mall.
"Babay, kamu sudah transfer bonus Joe?." Kata Alsava saat baru duduk di bangku mobil.
"Oia, aku lupa." Nufail mengambil ponsel di sakunya, lalu mengetik.
"Nih, sudah aku transfer." Nufail menunjukkan ponsel ke Alsava.
"Waw, murah sekali suami ku ini. Mentransfer bonus Joe sangat banyak, sesuailah dengan kinerjanya. Lain kali kamu jangan seperti ini, kasihan kan Joe. Jadi tambah repot."
"Iya, sayang. Malah 100 juta uang yang aku kasih itu tidak ada apa-apanya dengan kinerjanya Joe, makanya aku menambahkan memberikan mobil baru. Biar dia nanti yang memilih sendiri mobilnya, serta liburan ke Paris bareng keluarga kecil kita. Hahahaha...." Nufail tertawa.
"Hahaha... Bukan liburan itu namanya, yang ada kerja sambil liburan." Alsava menggelengkan kepala, sifat suaminya ini tetap tidak mau rugi.
"Ya kan, ngga apa-apa. Yank, mana lagi coba. Bos yang berbaik hati ini yang mengajak anak buahnya berlibur, dapat mobil dan mendapatkan uang 100 juta lagi."
"Ya... Ya... Ya..." Alsava tidak mau berkomentar lagi, ia tau kalau berkomentar lagi urusannya akan panjang.
Mereka tiba lah di Mall. Semua mata menatap kagum kedatangan Nufail dan Alsava, mereka seperti artis.
Langkah Nufail dan Alsava berhenti, ketika seorang wanita sedang menarik telinga anak kecil.
"Dasar bocah nakal, udah salah bukannya minta maaf. Malah melawan." Wanita sedang marah-marah.
"Aaa... Sakit, aku tidak salah. Kenapa harus minta maaf?." Kata Bocah kecil, merasa kesakitan.
"Rasakan itu, apa kedua orangtuamu tidak pernah mengajarkan kesopanan terhadap dengan orang yang lebih tua. Mmhh... Aku tidak akan melepaskan sebelum kamu minta maaf dan mengaku kesalahan mu itu."
"Sudah ku bilang aku tidak salah, lepaskan. Kamu akan menyesal nanti, bila Daddy dan Mommy tau aku disakiti seperti ini."
"Aku ngga takut dengan Daddy dan Mommy, yang ku mau saat ini kamu harus minta maaf dulu sama ku."
"Babay, itu kan Ghoza. Ya Allah, anak ku." Alsava sedih melihat anaknya di sakiti orang.
"Kurang ajar, berani-beraninya dia menyakiti putra gantengku." Geram Nufail, lalu menghampiri wanita itu.
"Apa-apan ini." Nufail Marah.
"Anak kurang ajar ini melakukan kesalahan tidak mau bertanggungjawab dan tidak mengakui kesalahannya." Kata Wanita tangannya masih menarik telinga Ghoza.
"Memang apa yang telah dia berbuat, sehingga kamu menarik telinganya... Cepat lepaskan tangan anda dari telinganya."
"Dia telah menumpahkan minuman di gaun ku ini... gaun ini aku beli sangat mahal dan cuma ada 2 di dunia."
"Apa!!! Cuma gaun kau berlaku kasar kepada anak ku..." Alsava memukul tangan sih wanita, lalu mendekapkan Ghoza di pelukannya.
__ADS_1
"Asal kamu tau, aku tidak pernah berlaku kasar kepada anak-anakku. Kamu dengan lancangnya menarik telinga anak ku."
"Anak kamu itu yang kurang ajar, di suruh minta maaf malah ngga mau. Kalau Didik anak itu yang benar."
Di saat Alsava dan Wanita sedang berdebat, semua orang menatap sih wanita. Betapa beraninya ia berurusan dengan Nufail dan Alsava.
"Berani benar dia, berbicara seperti itu kepada Nyonya Alsava."
"Wanita itu ngga tau apa yang dia hadapi itu bukan sembarang orang."
"Wanita bodoh, hidup kau akan hancur."
"Baru gaun aja sudah membuat heboh satu mall."
Itulah kata-kata pengunjung Mall.
"Maaf tuan, saya telah lalai menjaga tuan muda." Kata Malik selaku Bodyguard, ia menundukkan kepalanya.
"Kemana Joe dan anak-anak ku yang lain." Kata Nufail masih marah.
"Mereka masih di tempat permainan, tuan." Kata Malik.
"Kamu urus itu wanita yang beraninya berbuat kasar kepada anak ku." Perintah Nufail.
"Baik, tuan."
"Hey, apa-apa ini. Kamu jangan berbuat kasar sama saya ya, asal kamu tau suami saya ini adalah Direktur utama di perusahaan Nusa." Wanita memberontak.
"Oh! Jadi Suami mu bekerja di Perusahaan Nusa." Kata Nufail, lalu menghubungi seseorang.
Tak lama kemudian, orang yang Nufail hubungi datang.
"Papi, akhirnya kamu datang. Lihat mereka memperlakukan ku seperti binatang." Kata Wanita yang tangannya masih di pegang Malik.
Sih Suami Wanita itu bukannya simpati, tapi menampar sang istri.
Ppllaakk
"Dasar wanita bodoh, cepat kau minta maaf sama mereka." Sih Pria marah.
"Papi, kenapa menampar ku? yang salah itu mereka bukannya aku. Aku ngga akan mau minta maaf." Wanita sedih, suaminya bukan membelanya tapi malah menampar wajah cantiknya.
"Dengar baik-baik, Pak Rahmat selaku direktur utama Perusahaan Nusa. Kamu hari ini saya pecat dari perusahaan saya, jangan pernah kau injakkan kaki di perusahaan saya." Nufail tegas.
"Tuan, ku mohon jangan pecat saya." Pak Rahmat bersujud dan memohon kepada Nufail.
"APA!!! Di pecat, memang siapa mereka. Pi." Wanita terkejut sekaligus bingung.
__ADS_1
"Ini gara-gara kamu, cepat kamu minta maaf. Mereka itu Tuan Nufail dan Nyonya Alsava, pemilik perusahaan Nusa." Pak Rahmat menarik rambut istrinya.
"Aauuww... Sakit, aku ngga tau mereka atasan kamu. Pi." Wanita kesakitan.
"Cepat kau bereskan barang-barang mu di perusahaan ku." Nufail dari tadi menahan marahnya, kalau dia menunjukkan amarahnya. Akan sangat berbahaya.
"Sudahlah, Babay. Kamu jangan terlalu keras, aku akan menemui anak-anak ku yang lain." Alsava mengelus dada Nufail.
"Lihat istriku begitu baik sama kalian, aku tetap memecat mu dari perusahaan. Tapi kamu akan mendapatkan pesangon, gunakan uang itu dengan baik." Kata Nufail, lalu pergi menyusul istri dan anak-anaknya.
"Ini gara-gara mu, aku di pecat. Kenapa aku bisa menikahi wanita bodoh seperti kamu." Pak Rahmat mendorong istrinya, lalu pergi.
"Pi, maafkan aku. Aku ngga tau kalau mereka itu atasan mu." Wanita mengejar suaminya.
"Itulah bodohnya kamu, lebih mementingkan shopping dari pada kamu membaca atau menonton TV."
"Pi,...." Wanita memegang tangan suaminya.
"Mulai hari ini aku akan menarik semua fasilitas yang telah aku berikan, termasuk fasilitas anak-anak. Kita mulai berhemat hingga keadaan kembali normal."
"Pi,..."
"Ngga ada penolakan, inilah akibat dari ulah mu itu. Maka kamu terima hukuman, mending tuan Nufail memberikan aku pesangon. Kalau tidak, aku tidak tau harus apa." Pak Rahmat pergi dan menuju kantor kembali.
"Aarrgghhh... Bodohnya aku ini, aku ngga mau hidup miskin lagi. Aku harus susun rencana, agar Tuan Nufail dan Alsava mau memperkerjakan lagi Papi. Ya aku harus menyusun rencana." Kata Sih Wanita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesuai Janji ku, update minggu. Jadi nanti up setiap minggu ya Gaes...
Jangan Lupa like, Vote dan komentarnya ya...
__ADS_1
See you... 😘😘😘😘