Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Rezeki Nomplok


__ADS_3

"Obat penawar KB nya berupa suntik, agar lebih cepat reaksinya. Jadi kamu mau mulai di suntik kapan?." Kata Sarah menatap Abbas.


"Kalau hari ini bisa?." Kata Abbas, ia ingin secepatnya memproduksi anak dengan Khumaira.


"Wah! kayanya kamu ngga sabaran ya... Mmm, ya udah kamu ketempat tidur dulu. Aku akan menyiapkan obatnya dulu." Sarah menyuruh Abbas berbaring ketempat tidur yang biasa di gunakan periksa pasien.


Khumaira memegang tangan Abbas, ia berharap akan secepatnya mempunyai anak.


"Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kita, mas. Kamu jangan pernah menyerah ingat masih ada aku yang selalu di samping mu, Mas."


"Iya, Baby. Kamu jangan cemas begitu, aku kan cuma suntik." Abbas memegang pipi Khumaira.


"Aku takut mas kenapa-napa." Khumaira menunduk sedih.


"Hey, jangan sedih begitu. Aku kaya gini demi kita juga kan, udah jangan sedih ya. Kamu doakan saja, agar kita nanti diberi anak." Abbas mencium tangan Khumaira.


"Abbas dan Khumaira saling mencintai, membuat aku iri. Kapan aku mendapatkan suami yang Benar-benar mencintai ku." Kata Sarah dalam hati, ia menatap Abbas dan Khumaira. Tadinya ia mau masuk, tapi melihat Abbas dan Khumaira. Membuatnya berhenti melangkah.


"Duh, mesranya kalian membuat aku iri." Kata Sarah berdiri di depan pintu.


Abbas dan Khumaira menjadi kikuk, seperti ketahuan abis bercinta.


"Hahahaha... Makanya nikah sana, biar ada yang memperhatikan, mempedulikan, menyayangi dan mencintai mu." Kata Abbas.


"Ish, Nikah pacar aja belum punya. Gimana mau nikah, dodol." Sewot Sarah.

__ADS_1


"Entar aku kenalin sama teman ku mau?." Kata Abbas.


"Udah jangan bicara, kamu harus segera di suntik." Sarah ketus.


Sarah menakarkan suntikkan, lalu mengoles lengan Abbas dengan alkohol.


"Aauuww... Sakit." Teriak Abbas.


"Berisik cuma gitu aja, teriak. Lebay kamu... Udah selesai, nanti kamu jangan minuman yang berwarna. Bolehnya kamu minum air putih aja, usahakan kamu jangan merokok dan jaga pola makan. Utamakan makan sayur dan buah, kalau kamu melanggar akan menghambat proses obatnya." Sarah menjelaskan.


"Iya, Mba. Nanti aku yang akan pantau semua, Oia, mba. Kami kan di sini cuma seminggu, untuk suntik tahap berikutnya kapan, Mba?." Tanya Khumaira.


"Nanti aku jadwalnya, kita atur waktu pertemuan. Mau aku yang kesana atau kalian kembali kesini, itu terserah kalian. Untuk suntik ini hanya seminggu sekali."


"Kamu atur aja, Sar. Aku siap kapan saja." Abbas turun dari ranjang.


"Ya, mau meneruskan bulan madu kan. Ya ngga Baby, thank's ya."


"Iya, Sama-sama. Oia nanti kita ketemuan di luar rumah sakit aja, biar kita lebih leluasa dan kalian nanti tidak perlu ngantri, bila untuk suntik tahap selanjutnya."


"Iya, Sar. Kalau gitu aku permisi dulu, ya. assalamualaikum."


"Mari, Mba. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."

__ADS_1


Abbas dan Khumaira sudah keluar dari ruangan Sarah.


"Sungguh menyedihkan, gara-gara sifat mu di masa lalu. Membuat mu terluka seperti ini, kakaknya vika tidak tau obat yang di berikan apa. Mungkin di sangkanya obat yang akan membuat Abbas lumpuh selamanya, tapi kejadian itu Abbas bisa mempunyai istri yang Soleha seperti Khumaira." Kata Sarah masih menatap pintu.


Abbas dan Khumaira baru tiba di hotel, mereka langsung bersih-bersih.


"Mas, kita sholat Ashar jamaah yuk." Ajak Khumaira.


"Iya, Baby. Aku ambil air wudhu dulu ya." Abbas bergegas kekamar mandi.


Kemudian mereka Sholat Ashar jamaah.


Di Sisi lain,


Sarah menceritakan semuanya kepada Nufail.


"Bagus kalau gitu, thank's ya udah nolongin saudara gue. Entar gue akan transfer bonus loe." Kata Nufail di telpon.


"Sama-sama pak Bos, Oia entar loe atur lagi untuk pertemuan gue sama Abbas dan Khumaira." Kata Sarah.


"Tenang itu urusan Joe." Nufail sambil mengetik di ponselnya. Nufail mempunyai 5 Ponsel, 3 buat bisnis, 1 untuk Alsava dan keluarganya. 1 buat transfer atau urusan perbankan.


"Oia, thank's. Pak Bos, dananya sudah saya terima. Ini kebanyakan."


"Ngga apa-apa, biar loe tambah semangat kerjanya. Ya udah, gue ada meeting dulu. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, ini mah rezeki nomplok buat gue." Sarah merasa senang.


🌸🌸🌸🌸


__ADS_2