Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Pernikahan ke 3


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu, semua persiapan pernikahan Abbas dan Khumaira di tanggung Nufail. Sebenarnya Abbas tidak mau, karena Abbas masih mampu. Tapi Nufail memaksa, karena waksiat dari sang kakek untuk memberikan harta yang tidak mau Abi Ibrahim ambil. Abi Ibrahim lebih senang hidup sederhana, tidak berlimpahkan harta warisan yang akan membutakan. Berakibat pertengkaran antar saudara.


Abi Ibrahim memberikan kepada Abi Adam untuk mengurusnya dan bila Abi Ibrahim membutuhkan baru dia akan minta sedikit. Abi Adam juga tidak ada satu pun ambil harta milik Abi Ibrahim, kalau bukan miliknya hidupnya tidak akan berkah dan hidup akan kekurangan terus. Itulah menjadi pikiran Abi Adam, tentu saja Abi Adam mengharamkan mengambil harta yang bukan miliknya.


"Terimakasih, Bro. Loe udah banyak bantu gue dab gue juga minta maaf udah banyak merepotkan loe." Abbas menempuk pundak Nufail.


"Iya, sama-sama. Lagian ya itu juga haknya Khumaira, karena Kakek menitipkan Khumaira pada gue. Nah sekarang Khumaira gue serahkan loe, jagalah, sayangilah dan cintailah Khumaira. Buatlah dia bahagia dan jangan pernah loe sakiti dia, kalau loe berani nyakiti dia. Loe akan berurusan sama gue langsung." Kata Nufail.


"Iya, Bro. Loe tenang aja, walau ini pernikahan gue yang ke 3. Jujur hati gue lebih nyaman dengan Khumaira dibandingkan dengan yang lain. Doa gue semoga di pernikahan gue yang ke 3, gue bisa mempunyai momongan. Amiin."


"Amiin Ya Robbal'alamin... Untuk loe mempunyai anak, gue punya kenalan dokter di Singapura. Bulan depan kebetulan gue ada dinas kesana, jadi sekalian aja loe dan Khumaira ikut gue. Semoga Allah mengizinkan loe punya anak, loe harus banyak-banyaklah beribadah dan beramal lah kepada yang membutuhkan. Insya Allah doa-doa loe akan terwujud, ya udah. Bro, kita berangkat. Jangan sampai pengganti wanitanya berubah pikiran." Nufail memberi arahan dan juga menggoda Abbas.


"Sue, loe. Oke."


Nufail dan Papi Mario berada di pihak Abbas, karena saudara-saudara dari Mami Siska tidak mau mengakui Abbas bagian dari keluarganya. Sebelumnya Mami Siska sudah membuat malu nama keluarga dan di usir dari rumah.


"Kamu harus tenang, nak. Walau tidak ada keluarga dari Mami mu, masih ada Papi yang tetap menganggap mu sebagai anak kandung Papi dan Nufail juga mendampingi mu. Begitu juga dengan sahabat-sahabat mu." Papi Mario melihat Abbas tampak sedih, ia tau Abbas memikirkan tidak ada satupun saudara pihak Mami Siska yang datang.


"Iya, Pi. Tapi kenapa mereka bisa seperti itu, Pi?." Abbas penasaran dari dulu saudara-saudara dari Mami Siska tidak mau berurusan lagi dengan Mami Siska.


"Sebenarnya ceritanya panjang tapi Papi akan menceritakan intinya aja, Mami di usir itu akibat hamil di luar nikah dan sifat yang nakal membuat keluarganya sangat membencinya, di tambah sifat Mami yang sombong dan licik dapat menikah dengan Papi membuat keluarganya semakin membencinya dan tidak mau lagi berurusan lagi dengan Mami. Sebenarnya Papi sangat kasihan sama Mami, tapi mau bagaimana lagi. Itulah hukuman yang harus dia terima, kamu juga jangan keterlaluan menghukum Mami Mu. Gitu-gitu dia Mami kandung Mu, buatlah Mami mu taubat dan mau menerima cobaan dengan Ikhlas. Semoga di pernikahan kamu yang ke 3 ini, kamu menjadi suami yang lebih baik dan Khumaira bisa menuntun kamu ke jalan Allah." Papi Mario menceritakan Masa lalu Mami, lalu mendoakan pernikahan Abbas dan Khumaira.


"Amiin... Terimakasih, Pi. Sudah mau menjadi orangtua Abbas, walau Abbas bukan anak kandung Papi. Tapi Papi sangat menyayangi Abbas dari kecil hingga sekarang. Abbas sangat beruntung bisa mempunyai ayah seperti Papi." Abbas memeluk Papi Mario dan meneteskan air mata.


"Iya, Nak. Sudah masa pengantin mewek, nanti jelek bersanding dengan Khumaira yang cantik." Ledek Papi Mario.


Tak lama kemudian, rombongan dari Abbas tiba di Masjid, akad nikah di laksanakan di Masjid dan resepsinya langsung di adakan hotel yang masih milik keluarga Nufail.

__ADS_1


Abbas duduk di depan Abi Ibrahim dan di sampingnya ada pak penghulu.


"Sudah siap Nak Abbas." Tanya pak penghulu.


"Insya Allah, saya siap." Abbas menjawabnya dengan tegas, walau sebenarnya hatinya sangat gugup.


Kemudian pak penghulu memberikan arahan tentang pernikahan, lalu di lanjutkan membacakan surat-surat Al Qur'an. Semua tamu menyimak.


Setelah selesai, pak penghulu mempersilahkan Abi Ibrahim memulai ijab qobul.


"Bismillahirahmanirohim, Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Khumaira binti Muhammad Ibrahim alal mahri dhahab eiar 24 waznuh 50 jramaan wnqdaan 2 milyar haalan.


Artinya: β€œAku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Khumaira binti Muhammad Ibrahim dengan mahar emas 24 karat dengan berat 50 gram dan uang tunai sebesar 2 Milyar dibayar tunai.”


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan."


Abbas mengucapkan dengan lantang Ijab Qobulnya menggunakan bahasa Arab.


"Sah."


"Sah."


"Sah."


"Alhamdulillah..." Pak penghulu membacakan doa-doa. (Hehehe maaf ngga hafal doa-doanya).


Kemudian, Khumaira keluar bersama Umi Aisyah dan Umi Jamilah. Semua merasa kagum melihat aura kecantikan yang di miliki Khumaira, walau tertutup cadar. Orang bisa merasakan Khumaira wanita cantik.

__ADS_1



"Subhanallah, sungguh cantiknya istriku. Aku sangat beruntung memilikinya, walau tertutup dengan cadar aura kecantikannya keluar. Terimakasih ya Allah, Engkau kirimkan wanita yang Sholeha. Aku tidak akan pernah menyakitinya dan aku akan membuat mu bahagia dunia akhirat." Ucap Abbas dalam hati, ia bersyukur memiliki Khumaira.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers...


Kalian boleh komentar apa saja mengenai novel ini, tapi sebelumnya lihat baik-baik dan pahami novel ini baru kalian komentar. Aku akan terima semua komentar kalian dan saran kalian.


Jangan Lupa like, vote dan komentarnya ya...


See you...😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2