
"Kamu menghina saya, kamu tidak tau siapa saya.. Hmm... Asal kamu tau aku ini istri dari Mario Ferdinand dan Mami dari Abbas Ferdinand orang terkaya di kota ini." Mami Siska menatap sinis Suster.
"Hahaha... iya-iya tapi sayangnya saya ngga percaya, kalau Ibu memang istri dari Bpk Mario dan Mami dari Abbas ngga mungkin ibu bisa disini. Yang ada ibu wanita gila yang haus dengan harta kekayaan, makanya bu banyak-banyak lah ibadah. Biar jin tidak masuk kedalam pikiran dan hati ibu, hingga meracuni ibu untuk berbuat jahat. Ingat bu, perbuatan ibu itu pasti akan ada karmanya. Karena Allah tidak tidur, makanya sekarang lebih baik bertaubat. Lagian ya umur ibu itu tinggal nunggu Allah memanggil, jadi perbanyaklah ibadahnya. Bukan ngurusin urusan orang dan hartanya, ngga akan abis-abisnya." Ucap Suster sangat mengena di hati Mami Siska.
"Kamu itu anak kurang ajar, apa kedua orangtua mu tidak bisa mendidik mu dengan benar. Hingga kamu berani melawan sama orang yang lebih tua."
"Justru kedua orang tua saya mendidik ku dengan benar, karena saya bisa melawan iblis seperti mu. Yang sudah banyak merugikan orang lain, terutama keluarga Bos Nufail."
"Breng*** ternyata kamu orangnya Nufail, keluarga laknut dan tidak tau berterimakasih. Aku sangat benci kalian semua."
"Justru anda yang laknut dan tidak tau terimakasih, anda tidak berkaca diri. Ck... Anda kalau bukan wanita... tua lagi sudah saya hajar abis, karena anda sudah menghina keluarga Nufail."
"Keluar kamu... Saya tidak butuh kamu disini."
"Ih, pede banget siapa juga yang mau berlama-lama sama wanita iblis seperti anda. Kalau bukan karena Bos Nufail menyuruh saya disini, mana mau saya disini. Apalagi anda bau, baunya sangat busuk melebihi bangkai dogi yang mati."
"Aarrgghhh... Keluar kamu, aku muak... pergi kamu... Aku benci Alsava... Benci Aisyah... Benci semuanya. Gara-gara mereka aku jadi seperti ini."
__ADS_1
"Hahaha... Dasar wanita gila, ini semua akibat dari ulah anda sendiri. Makanya taubat, biar jin di tubuh anda segera kabur. Heran saya baru kali melihat manusia macam anda, tidak punya hati nurani, pikiran jahat mulu. Percuma anda teriak-teriak memaki mereka, seharusnya anda itu sadar diri. Udah tau anda di kurung di tempat ini, bukannya sadar malah tambah menjadi. Adew... pusing saya kalau lama-lama disini hadapin ular, iblis atau apalah itu julukan yang memang pantas buat anda." Suster keluar dari kamar Mami Siska.
"Dyah-Dyah, loe memang berani hadapi mak lampir. Gue aja ngga sanggup apalagi, pas masuk baunya bikin kepala gue pusing dan mau muntah rasanya." Kata Suster Desi.
"Hahaha... Kerjaan, kalau ngga mana mau gue disini. Lagian ya ini sangat menyenangkan bisa membuat Sih wanita gila ngamuk-ngamuk dan berteriak." Kata Suster Dyah. Suster yang berani melawan Mami Siska bernama Dyah, suster yang langsung di urus oleh Nufail, agar Mami Siska taubat dan menyadari kesalahannya. Tapi Mami Siska tidak berubah-berubah, malah semakin hari semakin menjadi. Malah tambah parah dari sebelumnya, sifat jahat Mami Siska sudah menggerogoti hati dan pikirannya.
Setiap hari Dyah selalu melaporkan keadaan Mami Siska dan perkembangan Mami Siska, tapi nihil. Setiap hari laporan tetap sama, Nufail sendiri juga bingung harus apa agar Mami Siska taubat.
Suster Dyah setiap hari di buat kesel sama Mami Siska, yang selalu mengajaknya berdebat. Tapi dia juga puas bisa membuat Mami Siska kumat, itu berati Mami Siska akan semakin lama tinggal di Rumah sakit jiwa. Dan Suster Dyah ada mainan, Suster Dyah sangat senang membuat Mami Siska ngamuk dan berteriak.
"Ya Allah bantulah Hamba ini agar bisa membuat wanita ini taubat." Kata Suster Dyah dalam hati, lalu ia mencari panjang napas dan menghelanya.
"Widih! Banyak duit dong loe." Suster Dyah menaikan dan menurunkan alis.
"Tenang, Bos. Baru aja ngirim kita money, lumayan buat beberapa bulan kedepan." Kata Suster Desi senang.
"Sue Loe, gue kira dari duit loe." Suster Dyah memukul pelan lengan Suster Desi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
..
.
Jangan lupa Like, Vote dan komentarnya ya...
__ADS_1
See you... 😘😘😘😘😘