Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 09 [Bertemu Nayra di panti asuhan]


__ADS_3

"Hallo...Carlos, gw cuma mau sampaikan klo pesanannya dipercepat sebelum jam 9 pagi," ujar Nayra dari balik telfon.


"Oh oke gw ngerti," jawab Carlos


Setelah itu Carlos merebahkan tubuhnya untuk hendak beristirahat dan disaat itu dirinya terus saja tersenyum tidak seperti Carlos yang selalu berwajah datar itu.


Sepertinya Carlos senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan Nayra dipanti tempat ia akan mengantarkan catering.


"Ehkmm," tegur Nathan yang seperti merasa diabaikan.


"Astgaa lu!" seru Carlos yang sepertinya juga lupa jika ada Nathan menginap dirumahnya.


"Kenapa lu senyum-senyum terus?" goda Nathan yang sudah paham jika tadi Nayra menelfonnya.


"Apa sih...sudah tidurlah besok gue ada kerjaan dan lu juga kan harus kuliah," ujar Carlos menatap datar wajah Nathan.


"Gw libur kali," jawab Nathan santai


Oh berarti benar nanti saat dipanti Carlos akan menemui Nayra.


"Tapi gw harus tidur cepat," ucap Carlos yang kemudian membelakangi Nathan dan mencoba tidur.


Kasur Carlos meskipun tampak sederhana namun tidak kecil jadi cukup untuk dua atau tiga orang.


Nathan hanya senyum-senyum melihat temannya itu dan akhirnya Nathan pun ikut berbalik badan dan mencoba untuk tidur.


......


Paginya Carlos yang sudah berada di kantornya kini tengah mengangkat semua kotak catering bersama teman-teman kerjanya yang diawasi oleh Shifa.


Hari ini Carlos lebih semangat dari sebelumnya, jika sebelumnya ia semangat namun kali ini lebih semangat.


Shifa yang memperhatikan merasa sedikit bingung namun disisi lain Shifa merasa senang melihat Carlos yang seperti sekarang ini.


Setelah siap Carlos segera naik ke mobil kemudian langsung melaju menuju panti itu.


Saat memasuki panti asuhan itu dapat dilihat didepan pintu masuk sudah ada Nayra bersama seorang pria berumur disampingnya yang sepertinya tengah menunggu sesuatu.


Carlos dan teman kerjanya segera menurunkan semua kotak makanan dan membantu menyusunnya diatas meja. Setelah selesai Carlos menyempatkan diri untuk menyapa Nayra.


"Hai," Sapa Nayra lebih dulu


"Hai," Jawab Carlos sambil tersenyum menatap Nayra.


"Ehkmm," terdengar deheman berat dari pria yang berada disamping Nayra.


"Oh ini ayah gw...Pak David," Nayra langsung memperkenalkan ayahnya pada Carlos.


Dengan penuh hormat Carlos membungkukkan badannya kemudian memberikan salam.

__ADS_1


"Hallo pak... saya Carlos yang mengantarkan catering," ujar Carlos.


"Ya saya tahu," jawab Pa David dingin.


Nayra yang melihat sikap ayahnya hanya bisa tersenyum masam karena merasa tidak enak pada Carlos.


"Terimakasih sudah mempercayakan Catering'difa," ucap Carlos sambil melirik Pak David dan juga Nayra.


"Iyaa terimakasih kembali," jawab Nayra yang menyadari ayahnya tidak akan menjawab itu.


Entah kenapa tidak biasanya ayahnya seperti ini, ayahnya adalah orang yang ramah diperusahaannya bahkan diluar perusahaan.


Karena masih ada beberapa menit sebelum kegiatan dimulai, Nayra mengajak Carlos untuk membantu mempersiapkan keperluan yang mungkin belum diselesaikan.


"Ayah...Nayra mau cek persiapannya," pamit Nayra yang tidak dijawab oleh sang ayah.


Saat keduanya pergi Ayah Nayra hanya menatap datar dengan sangat intens pada Carlos, tidak tau alasannya namun Pak David seperti tidak menyukai Carlos.


"Maaf ya, ayah gw sebenernya ga gitu cuma mungkin banyak pikiran karena yang dia urus bukan hanya kegiatan ini," ucap Nayra yang memang daritadi merasa tidak enak pada Carlos.


"Udah gak apa-apa....gw paham kok,"


Jawab Carlos santai.


"Btw lu kuliah dimana?" tanya Nayra


"Oh sorry gw kira kuliah," Nayra langsung memalingkan wajah dan mencoba melirik sekitar mencari sesuatu yang bisa dikerjakan.


"Ke ruangan lain aja," seru Carlos dan Nayra bersamaan.


Terkejut dengan itu Nayra dan Carlos langsung tertawa terbahak-bahak tidak menyangka bisa bersamaan seperti itu.


"Astga haha...kata orang kalo begitu biasanya jodoh," ujar Nayra tidak sadar kemudian kembali tertawa.


Carlos yang mendengar itu langsung terhenti tertawa dan menatap dalam wajah Nayra.


Menyadari itu Nayra langsung terdiam karena omongannya yang kebablasan itu.


"Eh sorry sorry becanda," ujar Nayra.


Dijawab anggukan oleh Carlos, kemudian keduanya kembali pergi keruangan lain.


Merasa semua sudah siap dan tinggal 5 menit lagi acara akan dimulai maka Carlos dan para teman kerjanya pamit untuk kembali karena masih ada pesanan yang harus dikirim.


Untuk pembayarannya sudah dilunasi saat hari dimana Nayra datang ke perusaan itu untuk meminta pesanan.


"Gw balik dulu, sekali lagi makasih semoga kegiatannya lancar," ucap Carlos ramah.


"Iya gw juga makasih yaa," balas Nayra.

__ADS_1


Sementara sang ayah? Oh tentu Pak David hanya berdiam memperhatikan keduanya terutama tatapan putrinya itu pada Carlos.


"Ayo masuk," seru Pak David yang langsung menghampiri Nayra.


Carlos yang merasa sepertinya Pak David sedang memperhatikannya dengan raut wajah tidak enak. Langsung berbalik badan dan menaiki mobilnya untuk segera kembali ke kantor.


"Ayah kenapa bersikap seperti itu? Dia itu teman baru Nayra," ucap Nayra sambil menatap murung kepada ayahnya.


"Sudah fokus pada kegiatan kita," jawab Pak David kemudian berjalan mendahului Nayra.


Nayra hanya menghelakan nafas berat kemudian menyusul ayahnya.


......


Sebulan berlalu


Semenjak kejadian itu hubungan Carlos dan Nayra semakin dekat mulai dari mereka yang sering berkomunikasi bahkan sering bertemu dikampus karena Carlos rutin mengantarkan catering dikampus Nayra.


Perasaan diantara Carlos dan Nayra mulai tumbuh namun keduanya tidak saling mengetahui, dan hanya menyembunyikan satu sama lain.


Seperti yang diketahui Carlos sudah menyukai Nayra sejak pertama kali bertemu dikampus, dan Nayra sudah menyukai Carlos saat mereka bertemu kembali dipanti.


Namun ada hal lain yang tidak diketahui Carlos yakni ada seorang perempuan lagi yang sudah menyukainya juga.


.......


Hari ini Carlos tengah berdiri didepan kaca berukuran sedang dikamarnya, dengan memakai pakaian rapih dan tidak lupa rambut yang tidak kalah rapih.


Bagaimana tidak begini, Carlos sudah memiliki janji dengan Nayra untuk bertemu disalah satu Mall dan itu atas permintaan Nayra yang ingin ditemani berbelanja.


Tentu dengan senang hati meskipun saat disana Carlos tidak dapat membeli sesuatu meskipun ia memiliki uang, karena kondisinya yang pas-pasan jadi Carlos harus berhemat.


Nayra sudah mengenal jauh Carlos dan tahu bagaimana kondisi Carlos, dan beruntungnya Nayra sama seperti Nathan yang mau menerimanya dirinya tanpa memandang status.


"Kita bertemu didepan mall saja," tiba-tiba Nayra mengirimkan pesan kepada Carlos.


"Oke secepatnya gw kesana," balas Carlos.


Dengan semangat Carlos langsung keluar rumah tidak lupa mengunci pintu, segera ia berjalan ke jalan umum dan memesan taksi.


"Antar ke Mall Angkasa," seru Carlos kepada supir taksi.


"baik tuan," jawab supir itu yang langsung melajukan kendaraannya.


Rasanya senang dan tenang setiap kali membayangkan wajah Nayra apalagi saat bertemu dengannya.


Bersyukur sekali dirinya dapat mengenal perempuan seperti Nayra.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2