
Seturunnya dari taksi usai membayar, Carlos berjalan kearah pintu masuk mall itu dan dapat dilihat seorang perempuan dengan rambut yang terurai panjang sepinggang, tubuhnya yang indah dan senyum yang manis kearah dirinya.
Carlos merasa seperti melihat seorang bidadari, padahal aslinya tidak pernah melihat bidadari yang nyata.
Nayra langsung melambaikan tangannya kearah Carlos hendak menunjukkan posisinya dan dengan cepat Carlos segera menghampiri Nayra.
"Sorry pasti sudah menunggu lama," ujar Carlos menatap wajah Nayra.
Nayra menggelengkan kepalanya "Gak kok, belum lama sampai juga," jawab Nayra dengan senyum ramahnya.
Keduanya langsung masuk kedalam mall dan rencana pertamanya adalah menemani Nayra mencari baju.
Setelah mendapatkan satu toko baju yang biasa menjadi langganan Nayra, keduanya langsung segera masuk.
"Lu bantuin gw cari kemeja ya yang lu rasa cocok gitu buat gw," ujar Nayra kepada Carlos.
"Eh?" Carlos terkejut bagaimana bisa dia memilih kemeja untuk Nayra.
"Udah cari aja nanti klo dapat tunjukin gw," setelah berkata seperti itu Nayra langsung meninggalkan Carlos untuk mencari kemeja.
Sementara Carlos masih terdiam bingung harus bagaimana, dirinya takut jika pilihannya tidak sesuai selera Nayra apalagi Carlos hanya orang biasa mana tau selera orang kaya seperti Nayra ini.
Kepalanya celingak-celinguk mencari tempat kemeja dan ternyata dibelakangnya sekitar empat langkah ada beberapa gantungan kemeja perempuan.
"Em...Nayra suka warna apa yaa," gumam Carlos sambil menggeserkan gantungan kemeja untuk mencari yang pas menurutnya.
"Perasaan semua baju disini bagus semua deh...susah banget untuk pilih masa iya gw ambil semua," gerutu Carlos.
Setelah beberapa menit akhirnya Carlos mendapatkan satu kemeja berwarna biru muda lengan panjang, bagi Carlos ini sudah menarik perhatiannya dan semoga Nayra suka.
Diangkatnya kemeja itu dan diarahkan ke arah Nayra yang sedang berdiri membelakanginya dari kejauhan. Saat ini Carlos tengah berfikir dan mencocokkan ukuran kemeja itu dengan tubuh langsing Nayra.
"Hm... Ok pas," seru Carlos.
Terdapat label kecil didekat kerah kemeja itu dan saat dilihat kedua kata Carlos terbelalak kaget melihat harga kemeja itu.
"Haa! 288rb?! ngapain dah beli ditempat semahal ini... buang-buang uang" batin Carlos.
Seketika Carlos yang kaget langsung terkikik pelan menyadari bahwa Nayra adalah orang yang kaya tidak akan susah jika hanya mengeluarkan uang 200rb bahkan lebih.
"Bagaimana lu dapat gak?" tanya Nayra yang tiba-tiba sudah dihadapan Carlos.
"Eh...iya udah kok," jawab Carlos sambil menunjukkan kemeja itu.
Tangan Nayra langsung meraih kemeja itu dan untuk sesaat memperhatikannya.
"Ok ayo bayar," Nayra menarik tangan Carlos untuk berjalan ke kasir.
__ADS_1
Eh bagaimana bisa pilihan Carlos langsung diterima oleh Nayra, dia berfikir tidak mungkin Nayra akan suka karena Carlos tidak tau selera perempuan itu seperti apa apalagi orang kaya.
Perasaan Carlos tidak enak saat hendak menuju kasir, bukan karena Carlos takut disuruh bayar oleh Nayra karena ia tahu Nayra akan membayar sendiri. Namun jika tidak salah setiap cewek dan cowok jalan, apapun yang cewek beli biasanya cowok yang bayar dan saat ini Carlos tidak dapat melakukan itu meskipun mereka tidak terikat suatu hubungan tetap saja tidak enak.
"Ayo," ajak Nayra.
Carlos hanya mengangguk dan berjalan disamping Nayra mengikuti kemana lagi mereka akan pergi.
"Setelah ini kemana?" tanya Carlos.
"Gimana klo kita cari makan aja?" ujar Nayra semangat.
Memang karena mereka ini perginya saat siang hari jadi tentu merasa lapar apalagi Nayra tidak sarapan sama dengan Carlos.
Tentu mendengar kata makan Carlos hanya mengangguk sembari tersenyum senang. Namun disatu sisi Carlos takut kalau Nayra akan membawanya ke tempat makan yang mahal dimall ini.
"Em...makan dimana?" tanya Carlos sambil menelan ludahnya takut mendengar jawaban Nayra nanti.
"Pasta? Steak? Gimana ?" seru Nayra semangat.
Tuh kan benar saja dengan apa yang dipikirkan oleh Carlos, makanan tersebut pasti mahal dan isinya sedikit. Lebih baik makan nasi campur dipinggir jalan murah tapi isi banyak.
Ingin menolak tapi tidak ada alasan yang bagus karena tidak mungkin Carlos menjawab jika uangnya tidak cukup tentu rasanya akan sangat malu.
"Gimana cari yang lain dulu siapa tau ada yang lain disini," tawar Carlos mencoba mengubah permintaan Nayra.
"Ayoo ikut gw," seraya menarik tangan Carlos.
"Eh ke...kemana?" tanya Carlos yang diacuhkan Nayra.
Deg....
Perasaannya tidak enak, pasti orang kaya seperti Nayra tidak akan jauh dari makanan mahal bukan? Tidak mungkin Nayra mau makan makanan yang murahan.
Setelah menaiki eskalator dan sedikit berjalan akhirnya keduanya sampai didepan tempat makan yang terlihat ada gambar bakso, mie ayam, dll. Makanan yang biasanya Carlos makan dipinggir jalan.
"Makan ini aja yuk...lagi pengen mie ayam" seru Nayra menarik tangan Carlos lagi untuk masuk.
"Semoga harganya ga beda jauh sama yang dipinggir jalan" batin Carlos memohon.
Carlos dan Nayra langsung duduk dan tidak lama seorang perempuan datang membawakan buku pesanan.
"Silahkan mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah.
"Saya mie ayam sama es jeruk," ujar Nayra langsung tanpa melihat buku menu.
Pelayan itu segera menulis pesanan dari Nayra kemudian melirik Carlos yang masih melihat-lihat daftar menu dibuku itu.
__ADS_1
"Mas nya mau pesan apa?" ucap pelayan itu.
"Syukurlah beda dikit aja harganya" batin Carlos
"Bakso sama es teh," jawab Carlos sambil memberikan buku menu itu.
"Baik mohon ditunggu ya" setelah itu pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan mereka.
Nayra terlihat senang saat ini melihat didepannya berada seorang pria yang memang selama ini ia sukai namun tidak berani mengatakan, aneh tentunya jika perempuan yang mengatakan itu rasanya sangat malu bagi Nayra.
"Nay lo kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Carlos yang heran dengan sikap Nayra.
Padahal secara tidak langsung Carlos merasa tersipu dengan tatapan Nayra yang sangat dalam itu ditambah senyuman manisnya yang membuat Carlos melemas disekujur tubuhnya.
"Eh enggak, gw cuma seneng akhirnya bisa jalan-jalan soalnya gw bosan selalu dirumah mulu," jelas Nayra berbohong.
"Kenapa ga jalan sama temen lu bukannya banyak tuh," ujar Carlos
"Ish temen gw itu pada sibuk susah juga klo diajak jalan," wajah Nayra semakin imut saat ia memanyunkan bibirnya ketika merasa kesal.
"Bisa sama pacar juga kali," seru Carlos membuat Nayra mengerutkan keningnya.
"Gw ga punya pacar kali," gerutu Nayra.
"Eh masa sih cewek secantik dia jomblo? Astgaa kok gw seneng" batin Carlos.
Terlihat dari wajah Carlos seperti sedang senang akan suatu hal yang tidak diketahui oleh Nayra, bibirnya mulai senyum-senyum semakin membuat Nayra heran melihatnya.
"Permisi ini pesanannya ya," tiba-tiba pelayan datang membuat Carlos terkejut dan langsung membenarkan sikapnya.
"Thanks ya," Nayra.
"Makasih," Carlos.
Setelah pelayan itu pergi Nayra dan Carlos langsung menyantap makanan masing sambil berbincang-bincang. Tidak hanya suara benturan sendok yang terdengar namun gelak tawa pun mengisi kegiatan makan siang duanya.
"Haha masa kecil lu lucu juga," ujar Nayra sambil menahan tawa.
"Ya gw bahkan ga sadar lakuin itu," ujar Carlos sambil menyeruput minumannya.
Tiba-tiba tanpa mereka sadari.
"Nayra"
Terdengar suara pria yang berat dan tidak asing ditelinga Nayra, mendengar itu Nayra mengangkat kepalanya melihat yang ada didepannya tepat dibelakang Carlos.
"Haaa..." Nayra menatap kaget dengan apa yang dilihat sama halnya dengan Carlos yang juga terkejut melihatnya.
__ADS_1
Bersambung...