Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Menemui Camer


__ADS_3

Alsava sangat senang dan bersyukur, disaat keadaan koma semua keluarga dan sahabatnya menemani.


Ketika Nufail ingin menyuapi Alsava bubur, ia melihat Alsava meneteskan airmata.


"Sayang kamu kenapa menangis?."


"Aku sangat senang dan bersyukur, aku dalam keadaan seperti ini kamu, semua keluarga dan sahabat-sahabatku menemani ku."


"Sayang, kami ini sangat menyayangi mu. Mau keadaan kamu seperti ini atau dalam keadaan sehat. Kami tetap selalu menemani mu, apalagi aku akan selalu ada untuk mu." Nufail memeluk Alsava.


"Iya, Babay. Terimakasih ya, selalu ada untuk ku. Aku mencintaimu, Babay ku sayang."


"Aku lebih mencintaimu, sayang."


Disisi Lain,


Abbas sudah bertekad untuk menemui orangtua Khumaira. Abbas berangkat ke Kairo bersama Sekretaris Roy. Sedangkan Khumaira sudah berangkat kemarin.


"Sumpah Gue tegang banget, Roy. Gue takut orangtuanya Khumaira ngga menerima keadaan gue yang mandul ini." Abbas menyandarkan kepalanya ke sofa, saat ini Abbas dan Sekretaris Roy sedang berada di dalam pesawat.


"Bismillah, tuan. Jangan pantang menyerah dan semangat memperjuangkan bidadari surga, tuan." Sekretaris Roy memberikan semangat.


"Bismillahirohmanirohim... Ya Allah kuatkan hati hamba, bila orangtua Khumaira tidak mau menerima Hamba sebagai menantunya. Dan lancarkan usaha hamba, Ya Rob." Abbas berdoa.


"Amiin Ya Robbal'alamin." Sekretaris Roy mengamini.


Perjalanan Jakarta menuju Kairo memakan waktu 13 jam, Abbas melihat Sekretaris Roy tertidur nyenyak. Abbas masih merasa gelisah, memikirkan orangtua Khumaira.


"Ya Allah, kenapa aku kegelisah seperti ini?. Ya aku akui aku mempunyai kekurangan, tapi apakah aku sanggup bila orangtuanya Khumaira tidak mau menerima ku?. Ya Allah kuatkan aku untuk menghadapi ini semua." Kata Abbas dalam hati, lalu ia memejamkan matanya.


Skip.

__ADS_1


Abbas dan Sekretaris Roy sudah tiba di kediaman orangtua Khumaira yang sederhana tapi luas halaman. Abbas tarik napas dan mengucapkan Basmalah dalam hati.


"Assalamualaikum..." Salam Abbas dan Sekretaris Roy.


"Wa'alaikumsalam." Abi dan Umi Khumaira yang sedang bertanam.


"man 'ant waman tabhatha?.(Kamu siapa dan mencari siapa?)." Ucap Abi Khumaira ramah. Abbas dan Sekretaris Roy saling menatap bingung.


"Kami dari Indonesia, perkenalkan saya Sekretaris Roy dan ini Bos saya tuan Abbas." Kata Sekretaris Roy.


"Kalian berasal dari Indonesia, teman-temannya Nufail ya?. mari-mari silakan masuk. Umi bikin minuman sama cemilan." Kata Abi Khumaira mempersilakan masuk.


"Iya, Pa. Kami teman-teman Nufail." Kata Abbas.


"Ooo, kalian mau minum apa?." Tanya Umi Khumaira.


"Apa saja, bu." Ucap Abbas dan Sekretaris Roy.


"Silakan duduk."


"Iya, pak. Terimakasih."


"Nufail sudah menceritakan kedatangan kalian untuk melamar anak kami, Khumaira. Tapi saya ingin mendengar langsung dari anda tuan Abbas." Mimik Abi Khumaira menjadi serius. Abbas menelan susah ludah.


"Be-begini, Pak. Saya ingin menikahi Khumaira, ta-tapi sa-saya mempunyai kekurangan." Abbas gugup dan berkeringat dingin.


"Maksudnya apa?." Abi Khumaira menatap tajam Abbas.


"Bismillahirohmanirohim, Saya di vonis oleh dokter tidak mempunyai keturunan." Abbas menarik napas dan berkata jujur.


"Pria Mandul, mau menjadi suami Khumaira. Ingat Abi aku yang lebih dulu yang melamar Khumaira, di jamin aku akan memberikan Abi banyak cucu." Kata Albert tiba-tiba datang. Ia pria yang dulu di jodohkan dengan Khumaira.

__ADS_1


Sekretaris Roy ingin memberi pelajaran Albert, tapi di cegah oleh Abbas.


"Biarkan, emang benar aku pria mandul dan aku ikhlas kalau memang Abinya Khumaira tidak mau menerima aku sebagai menantunya." Abbas menatap Abi Khumaira sedih. Suasana ruang tamu menjadi panas.


"Abi dari aku kecil sampai sekarang, aku tidak pernah berbohong dengan Abi dan Umi. Aku tidak mau Albert menjadi suami ku, karena aku pernah melihat dia bersama dengan wanita lain dan dia juga pernah aku melihat suka mabuk-mabukan." Kata Khumaira sambil membawa makanan dan minuman.


"Bohong, Khumaira kamu jangan mengada-ngada. Kamu salah lihat." Protes Albert.


"Aku melihatnya bukan 1 atau 2 kali, tapi beberapa kali. Kalau Abi mau bukti, akan aku berikan." Khumaira meletakkan makanan dan minuman di meja.


Abbas dan Sekretaris Roy hanya memandangi perdebatan Khumaira dan Albert.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapa yang akan di pilih Abinya Khumaira, Abbas atau Albert?.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya.


__ADS_2