Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 04 [Pandangan Pertama]


__ADS_3

Sesampainya dirumah Carlos langsung membersihkan tubuhnya dan sebelum sampai dirumah ia sudah mampir di minimarket untuk membeli beberapa keperluannya, sekarang ia tinggal merapikan kedalam lemari penyimpanannya.


Setelah itu Carlos langsung duduk dipinggir kasur sambil berdoa, hari ini benar-benar hari dimana ia mendapat berkat yang lebih. Selama ini semasa Carlos hidup ia tidak pernah lupa beribadah dan berdoa untuk dimudahkannya jalannya.


Kemudian Carlos mengambil beberapa makanan dan dibungkusnya untuk pamannya, rencana malam ini Carlos akan mengantarkan kerumah paman.


Malam pun tiba, Carlos meskipun sudah membeli banyak makanan namun ia sengaja tidak makan karena rencana ia akan makan malam bersama paman dan bibinya serta keponakannya itu.


Dan pada malam itu Carlos pun akhirnya bisa makan malam bersama keluarganya dengan uangnya sendiri, paman dan bibi berkali-kali memuji keponakannya itu karena mereka turut bahagia atas Keberuntungannya.


06.30 Carlos tengah mempersiapkan dirinya untuk pergi bekerja dihari pertamanya, setelah selesai sarapan langsung saja Carlos bergegas keluar rumah dan berjalan menuju jalanan umum.


Disana sudah ada taksi yang dipesannya karena ini hari pertama dan ia tidak mau membuat masalah jika dirinya datang terlambat.


"Antar ke Catering'Difa ya" - Pinta Carlos setelah duduk di kursi tengah


"Baik pak" - Supir taksi


Taksi pun melaju menuju alamat yang diberikan dan hanya butuh sekitar 15 menit akhirnya Carlos tiba diperusahaan itu.


Sebelum turun Carlos memberikan beberapa lembar uang seusai harga taksinya.


"Oke gw pasti bisa" - Gumam Carlos dalam hati.


Karena kemarin sudah diberitahukan kerjanya dan hal pertama apa yang harus dilakukan, tanpa bingung lagi Carlos langsung datang keruangan kerjanya.


Ketika Carlos masuk keruangan itu sudah terdapat beberapa pekerja yang sedang berkumpul dan sontak semua kaget melihat kedatangan Carlos karena Carlos memiliki badan idaman setiap pria dengan wajah yang tampan, Carlos merupakan pekerja yang paling tinggi diruangan ini.


Carlos sendiri pun terkejut melihat ekspresi mereka yang terdiam memperhatikannya.


"Em...hallo saya Carlos pekerja baru salam kenal" - Ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya sekilas.


"Hallo selamat bergabung" - Balas semua pekerja serentak sambil tersenyum.


Beruntunglah Carlos diterima dengan ramah oleh pekerja lain yang membuat Carlos sedikit lega.

__ADS_1


Dari semua ada salah satu perempuan yang menghampiri Carlos kemudian mengulurkan tangannya seperti hendak ingin berkenalan.


"Hai...kenalin Gw shifa kepala diruangan ini sebagai penanggung jawab kalian" - Ucap Shifa lembut


******


[Pengenalan Karakter]


Shifa Fernando biasa dipanggil Shifa, umur 23 memiliki tinggi badan 169cm dan berat 53kg. Shifa memiliki rambut dengan gaya Layer dengan Soft Bangs berwarna hitam serta bola mata berwarna biru.


Sifat yang dimiliki Shifa adalah tegas, baik, disiplin, mandiri.


Latar belakang


Shifa merupakan satu-satunya anak pemilik perusahaan Catering'Difa, rumahnya berada ditengah kota, memiliki orang tua yang utuh. Diusianya Shifa memilih untuk membantu ayahnya mengurus perusahaan dibandingkan harus kuliah. Karena itu Shifa sangat dibanggakan oleh keluarganya.


******


"Hai ka..Um mba Shifa" - Carlos dengan sedikit malu membalas uluran tangan perempuan itu.


Dan satu lagi jangan terlalu baku sama gw" - Shifa


"Okee... Shifa" - Ucap Carlos dingin.


"Baik semuanya hari ini kita ada pesanan seperti biasa yaitu ke Universitas xxx dengan jumlah pesanan yang sama seperti sebelumnya" - Dengan suara sedikit keras Shifa mengumumkan tugas pertama mereka.


Mendengar nama universitas itu Carlos teringat dengan kampus sahabatnya Nathan, dan ia berharap tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


Kini Carlos beserta pekerja yang lain tengah sibuk menyusun kotak-kotak makanan itu kedalam mobil catering, ada sekitar enam mobil yang akan berangkat. Disini Carlos sudah mengenakan seragam kerjanya yang diberikan saat baru tiba diperusahaan.


Sebelum Carlos masuk kedalam mobil, tiba-tiba Shifa mendadak datang menghampirinya.


"Jangan mengecewakan kami oke, jangan sampai ada makanan yang jatuh" - Perintah Shifa sambil tersenyum manis.


"Oke" - Jawab Carlos singkat kemudian masuk kedalam mobil dan duduk dikursi tepat disamping pengemudi.

__ADS_1


Sekitar 20 menit lamanya mobil mereka tiba disalah satu universitas terbesar dikota mereka, yang bisa disebut universitas paling banyak diisi oleh kalangan atas.


Dengan perintah oleh pekerja lain, Carlos membawa beberapa kotak kemudian diantarnya menuju kantin universitas itu.


lebih dari lima kali Carlos bolak balik mengantarkan kotak makanan itu namun saat ingin mengantar yang ke enam tiba-tiba Carlos merasa ingin buang air kecil jadi ia meminta ijin sebentar untuk ke toilet.


Setelah beberapa menit mencari akhirnya Carlos menemukan wc pria yang jaraknya ternyata tidak begitu jauh dari kantin.


Setelah buang air Carlos bergegas kembali untuk bekerja, namun saat itu dirinya berpapasan dengan seorang perempuan yang memiliki wajah sangat cantik serta memiliki senyuman yang manis itu. Karena saat berpapasan perempuan itu sempat melirik Carlos sehingga perempuan itu tersenyum kepadanya.


Seketika Carlos terpaku dan badannya pun ikut bergerak menoleh kearah perempuan itu yang perlahan berjalan menjauhinya. Perasaannya tidak teratur seperti ada perasaan aneh dalam dirinya, sontak satu tangan Carlos memegang dadanya dan dirasakan detaknya yang cepat.


Dan dari balik belakangan terlihat Nathan yang sepertinya mengenali Carlos kemudian langsung mengagetkannya.


"Woyy! lu ngapain disini?" - Ucap Nathan dengan suara besarnya


"akkh!" - Teriak Carlos kaget


"Hayo liat siapa lu? pasti lu liatin Nayra ya? tau aja lu yang bening-bening" - Goda Nathan


"Jadi namanya Nayra?" - Jawab Carlos tanpa sadar


"Wah parah lu, jadi bener lu liatin dia?" - Wajah Nathan berusaha menahan tawa.


"Haa apaan sih lu, dah gw sibuk mau pergi" - Ucap Carlos kemudian berjalan meninggalkan Nathan


Nathan yang sudah paham hanya senyum-senyum kemudian berjalan berlawanan arah dengan Carlos.


Setelah kejadian itu selama Carlos mengantar makanan dikantin sampai ia pulang kerumah sesekali wajah perempuan itu terbayang dipikirannya dan beberapa kali Carlos berusaha menjauhkan pikiran itu namun selalu saja muncul.


Sangking kesalnya Carlos memilih untuk melakukan kegiatan lain yaitu membaca buku didepan rumahnya untuk menjauhkan pikiran dari perempuan itu.


Bersambung...


Hallo^^ author masih pemula mohon saran dan kritiknya. Semoga kalian suka sama ceritanya.

__ADS_1


Jangan plagiat ya nyari ide itu susah lhoo


__ADS_2