Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Jujur atau Tetap Berbohong


__ADS_3

Pintu di buka kasar. Abbas langsung mematikan ponselnya.


"Abbas Mami ingin kamu jawab jujur dan tidak ada yang di tutupi." Terlihat mata Mami marah


"Mami, ada apa sih. Datang langsung marah-marah, tenang dulu. Nih minum dulu." Abbas memberi segelas air mineral.


"Gglleekk..." Mami Siska meminum gelas yang di berikan Abbas. Lalu menaruh gelas di meja.


"Kamu harus jujur sama Mami, jangan di tutup-tutupi."


"Jujur gimana, Mi?Dari tadi ngomong kaya gitu, Abbas jadi bingung. Coba Mami ceritakan sama Abbas apa yang terjadi?." Abbas berusaha tenang.


"Gue harus jujur atau tetap berbohong?Gue ngga tega Mami akan kembali lagi ke RSJ, ya walaupun ini semua perbuatan Mami. Tetapi tetap aja gue ngga tega melihatnya histeris seperti waktu itu, Ya Allah. Maafkan hamba yang banyak salah ini." Kata Abbas dalam hati.


"Tadi Mami mengajak Bi Inem dan Satria ke toko perlengkapan Baby yang kemarin, kamu ternyata tidak membayar barang-barang yang Mami pilihkan untuk Satria..."


"Ooo... Yang itu maaf, Mi. Abbas lupa membayarnya. Nanti kita sama-sama kesana lagi, Abbas udah jujur sekarang sama Mami. Mami ngga usah khawatir, Oke." Abbas sengaja memotong pembicaraan Maminya.


"Bukan itu."


"Ooo... Kirain Mi, terus apa Mi?."


"Disana Mami ketemu Aisyah sahabat Mami dulu, Savara mantan mertua mu dan Nyonya Anne istri pengusaha dari London... Kenapa mereka bisa bersama?Apalagi sekarang mantan mertua mu itu menggunakan barang-barang branded."


"Ya jelas dong, Mi. Mereka itu bersama Tante Aisyah itu ibunya Nufail dan Oma Anne itu Omanya Alsava dari Papa Alvendra."


"APA!!! Kok bisa dan kamu kenapa ngga cerita sama Mami sih?." Mami Siska membulatkan matanya.


"Ya bisalah, Mi. Papa Alvendra dan Mama Savara hanya pura-pura miskin, agar terhindar dari musuh yang mengincar mereka. Mi, Abbas juga baru tau beberapa hari yang lalu dari Roy, Mi."

__ADS_1


"Duh! Jangan sampai Mami tau... Siapa aja please tolong gue." Abbas memohon dalam hati, ia merasa tidak tenang.


"Dan satu lagi disana, mereka membicarakan kalau kamu itu..." Pembicaraan Mami Siska terhenti ketika pintu terketuk.


***Tok


Tok


Tok***


"Alhamdulillah... Siapapun itu udah jadi penyelamat gue." Kata Abbas dalam hati, ia merasa lega.


Orang yang mengetuk ternyata Sekretaris Roy, Mami Siska menatap Sekretaris Roy dengan tajam dan seakan ingin membunuh.


"Maaf, Tuan. Mengganggu, sebentar lagi waktu meeting dengan para petinggi perusahaan." Sekretaris Roy menunduk, karena di tajam Mami Siska.


"Oke... Mi, aku meeting dulu ya. Mami mau tetap disini atau pulang?." Kata Abbas menepuk pundak Sekretaris Roy, sebagai tanda terimakasih.


"Maafkan Abbas, Mi." Gumam Abbas lalu pergi keruang meeting.


"Aku harus menanyakan ke siapa lagi... Roy reseh ganggu aja..." Mami Siska mengupat Sekretaris Roy dan menghentakkan kaki, ia merasa kesel tidak mendapatkan jawaban.


"Ah! Aku baru tau, kan Bi Inem yang ngasuh Satria. Pasti dia tau, aku yakin dia tadi menutup-nutupi. Lebih baik aku pulang dan langsung menanyakan ke Bi Inem aja." Mami Siska bergegas pulang.


Sebenarnya Abbas tidak ada meeting dengan petinggi perusahaan, tadi Abbas mengechat Sekretaris Roy untuk menolongnya dari Mami Siska.


"Kerja bagus, untung loe datang tepat waktu. Tadi gue spot jantung, gue bingung harus apa. Loe tau sendiri kan masalah gue terus aja bertambah." Kata Abbas menepuk pundak Sekretaris Roy.


"Tuan, apa sebaiknya anda harus jujur ke Mami anda?Anda tau sendiri Nyonya itu akan nekat mencari informasi, takutnya malah nanti Nyonya tambah lebih sakit." Sekretaris Roy memberi saran.

__ADS_1


"Gue belum bisa, Roy. Gue takut malah dia ngga bisa mengontrol diri." Abbas duduk lemas di sofa.


"Itu terserah anda, tuan. Saya hanya memberi saran agar tidak bertambah rumit nanti." Kata Sekretaris Roy.


"Iya, terimakasih saran loe. Nanti gue pikirkan."


"Baik, tuan. Oia, ini ada paket. Entah dari siapa, tuan." Sekretaris Roy menyerahkan sebuah kotak coklat ke Abbas.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayoo... paket apa itu???


Penasaran ya...


Tunggu jawabannya...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya...


__ADS_2