Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Seutuhnya


__ADS_3

18+ siap-siap Nufail dan Alsava bertarung 😆😆😆


Nufail menatap Alsava, lalu memegang dagu Alsava. Wajahnya semakin dekat dengan Alsava.


Cup


Nufail mencium bibir Alsava dengan lembut, mata Alsava terbelalak mendapatkan serangan dari Nufail. Alsava bingung harus melakukan apa, tanpa Alsava sadari tangannya sudah mengalung keleher Nufail dan membalas ciuman Nufail.


Pprraannkk.


Gelas di meja tersenggol oleh Alsava, hingga terjatuh dan pecah. Nufail melepas ciuman


"Maaf kalau lancang." Nufail membalikkan badan. Tapi tangan Alsava sudah menarik Nufail.


"Kamu bisa melakukan sekarang, aku siap." Kata Alsava menunduk.


"Aku ngga mau kalau kamu terlalu di paksa, aku ngga mau." Nufail melepas tangan Alsava.


"Aku ngga terpaksa kok." Alsava agak tinggi bicaranya.


"Terus apa?." Nufail menghadap ke Alsava lagi, ia ingin Alsava jujur pada dirinya.


"I-itu, a-aku sudah mencintai mu." Ucap Alsava malu.


"Benarkah?." Nufail senang. Alsava menganggukkan kepala dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia malu. Nufail memeluk Alsava dan mencium seluruh wajah Alsava.


"Aku juga sangat mencintai mu, apa boleh aku melakukannya sekarang." Nufail memegang pundak Alsava.


"I-iya." Alsava tersenyum.


Udah mendapatkan ijin Nufail langsung mencium lembut bibir Alsava dan membaringkan tubuh Alsava, ciuman pindah keleher. Membuat Alsava seakan terkena sengatan listrik, lalu perlahan-lahan Nufail membuka baju Alsava dan menglihatkan dua gunung besar. Membuat Nufail langsung melahap dan memainkan dua gunung besar.


Kemudian Nufail melepas pakaiannya dan Alsava.


"Aku akan memulainya dengan lembut." Kata Nufail, saat sang ular udah siap mau masuk ke sarangannya.

__ADS_1


"Lakukanlah." Alsava menelan silvana, melihat sang ular udah berdiri tegak dan besar dibandingkan milik Abbas. Ular Nufail lebih perkasa dan unggul


Perlahan-lahan Nufail memasukkan sang ular ke sarang.


"Masih sempit." Kata Nufail sedang berusaha memasukkan sang ular ke sarang.


"Aarrgghhh..." Teriak Alsava ketika ia merasa sang ular sepenuhnya masuk ke sarang.


"Aarrgghhh... nikmat." Nufail menggoyangkan pinggulnya.


1 Jam berlalu, akhirnya sang ular memuntahkan lahar di sarangnya.


"Terimakasih, sayang." Nufail mencium kening Alsava.


"Sama-sama Babay." Alsava tersenyum.


Nufail menjatuhkan diri disamping Alsava dan memeluk istrinya yang saat ini sudah seutuhnya miliknya.


"Yank, aku pengen lagi. Boleh ya." Nufail mencium leher Alsava.


Alsava pasrah dan memberikan Nufail ijin. Mereka melakukan lagi, lagi dan lagi. Entah udah beberapa ronde.


"Kita mandi bareng, ya. Biar cepat." Nufail langsung menggendong Alsava dengan bridal style.


"Ish! malu, lihat punya kamu kelihatan." Kata Alsava menutup wajahnya.


"Ngga usaha malu, kamu udah rasakan. Betapa hebat dan rasanya aku." Ucap Nufail bangga.


"Iya, dech yang lebih hebat dan perkasa membuat pinggangku tak berdaya." Kata Alsava mengelus pinggganya.


"Maaf ya. Udah membuat kamu sakit, abis enak banget. Rasanya pengen lagi, lagi dan lagi." Nufail mendudukan Alsava di wc.


"Iya, enak di kamu rugi aku. Nih biar kamu rasakan." Alsava mencubit pinggang Nufail.


"Aauuww... Ampun, yank." Nufail kesakitan.

__ADS_1


Mereka mandi bersama tanpa melakukan olahraga panas, setelah itu mereka melaksanakan sholat Subuh bersama. Nufail menjadi imam dan Alsava menjadi makmumnya.


Selesai sholat mereka melanjutkan tidurnya yang tertunda, Nufail tidak melepaskan Alsava. Ia terus memeluk Alsava, karena ia takut kalau itu cuma mimpi.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, matahari sudah meninggi. Sinarnya sudah sangat menyengat. Alsava terbangun terlebih dahulu.


"Terimakasih sudah menerima aku apa adanya." Alsava mencium pipi Nufail, hingga Nufail terbangun.


"Kamu mau menggoda ku lagi, oke dengan senang hati." Kecepatan kilat Nufail sudah berada di atas Alsava dan mencium bibir Alsava yang sudah membuat ia candu. Mereka melakukan lagi hingga sore hari.


"Udah Babay, aku cape." Alsava menyerah


"Tunggu, sayang. Sebentar lagi... Aarrgghhh..." Sang Ular Nufail menyemburkan bisa ke sarangnya.


"Udah, ya. Jangan lakukan lagi aku laper dan cape, rasa mau pingsan." Alsava ngos-ngosan.


"Maaf, ya. Sayang." Nufail mencium kening Alsava, lalu menggendong Alsava ke ke kamar mandi. Mereka mandi bersama lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya belah duren juga Nufail dan Alsava 😆😆😆😆... Moga nanti Alsava bisa hamil... Amiin YRA...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komentar dan berikan bintang juga ya...


See you 😘😘😘😘


__ADS_2