Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Mau menerima


__ADS_3

Sudah seminggu Eliana dkk di kurung, obat perangsang yang di berikan begitu kuat bahkan sampai saat ini mereka masih seperti cacing kepanasan. 3 Laki-laki paruh baya meninggal saat melakukan aksi dengan Eliana dkk.


"Gila... Gila... Gila... Itu obat memang parah banget." Iwan menepuk tangan melihat Eliana dkk yang masih pengaruh obat perangsang.


"Ya jelaslah, itu obat khusus di buat." Ucap Soni enteng.


"Ngga abis pikir, ML setiap hari melakukan hingga mereka lelah. Bangun lagi begitu lagi, makan pun juga masih begitu. Bisa-bisa naga bonar gue bakalan ngga bisa tegak lagi." Iwan bergidik ngeri.


"Hahaha... Bukan ngga bisa berdiri lagi tapi udah di amputasi karena kena raja singa parah. Hahahaha... " Soni tertawa.


"Hahaha... Iya benar, Eliana dkk emang ja**ng." Iwan ikut tertawa.


"El, gimana gue udah lelah banget. Tapi ini efek obatnya masih aja. Aahh..." Kata Bianca yang sudah mencapai puncak.


"Ssshhhh... Gu-gue juga." Begitu Cloe.


"Gue ngga tau lagi, aahh..." Eliana berdesah.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Satria di bolehkan pulang, Abbas melihat Satria yang sedang menatapnya. Lalu menggendong Satria


"Ya Allah, nak. Kamu menggemaskan, Daddy menerima kamu. Walau kamu bukan putra kandungan ku, Daddy tetap menyayangi mu seperti putra kandungku. Kamu tetap anak Daddy, kesayangan Daddy. Mmuuaacchh..." Abbas mencium seluruh wajah Satria.


"Bi, apa semuanya sudah beres?. Kita bisa pulang sekarang." Kata Abbas menoleh kearah Bi Inem yang sedang memasuki barang-barang Satria selama di rawat di rumah sakit.


"Sudah tuan." Bi Inem menenteng tas Satria.


"Baiklah, ini Bibi gendong Satria. Biar saya yang membawakan tasnya." Abbas menyerahkan Satria ke Bi Inem.


"Iya, tuan." Bi Inem menerima Satria dari tangan Abbas.


Abbas dan Bi Inem menuju pakiran mobil.


Beberapa menit kemudian Abbas dan Bi Inem tiba di Mansion yang dulu ia tempati dengan Alsava.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan." Pak Tejo dan Mamang Tata menyambut Abbas.


"Mmm... Gimana kabar kalian?." Sapa Abbas ramah.


"Baik, tuan." Serentak.


"Permisi tuan sebaiknya, Aden Satria saya bawa kedalam dulu." Kata Bi Inem.


"Iya, Bi." Abbas mempersilahkan Bi Inem.


"Tuan, saya mau memberi informasi." Bisik Sekretaris Roy.


"Baik, kita bicara di dalam aja... Oia Pak Tejo dan Memang Tata saya kedalam dulu, ya." Pamit Abbas. Kemudian Abbas dan Sekretaris Roy masuk kedalam Mansion.


Abbas duduk di sofa.


"Jadi informasi apa yang kamu berikan?."


"Begini tuan, akibat perusahaan tuan bangkrut itu ada campur tangan Tuan Alvan Pratama Alvendra Smith yang merupakan mantan kakak ipar anda Dan Nufail Zhafran Al Ghazali suami dari Nona Alsava." Sekretaris Roy memberikan dokumen ke Abbas.


"Iya, tuan."


"Ini tidak bisa di biarkan."


"Maaf, tuan. Menurut informasi saya dapatkan dari anak buah tuan Alvan, Tuan Abbas sendiri lah yang dulu berkata. Bila usahanya akan bangkrut jika tuan Abbas selingkuh, dan tuan Alvan mewujudkan itu agar tuan Abbas sadar akan kesalahan." Ucap Sekretaris Roy.


"Astaghfirullah... Saya pernah berkata seperti itu dan sekarang terwujud. Malah lebih parah karma yang saya dapat." Abbas duduk lemas di sofa. Ia mengingat kembali masa-masa dulu bersama Alsava.


"Alsava maafkan aku, hiks.... Hiks... Hiks..." Tiba-tiba airmata Abbas keluar.


"Tuan. Harus bersabar dan menerima cobaan dengan lapang dada." Sekretaris Roy menepuk pundak Abbas.


"Kesalahan dan kebodohan gue udah fatal, gue ngga bisa tenang. Yang ada gue akan selalu merasa menyesal dan ingin kembali ke masa lalu, ingin memperbaiki kehidupan gue di masa lalu. Tapi itu ngga mungkin, gue harus gimana Roy?Cobaan yang gue terima terasa berat. Gue udah lelah."


"Tuan, Allah itu memberikan cobaan kepada kita agar kita lebih banyak beribadah dan Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan umatnya, tuan Abbas harus tetap semangat demi Satrio."

__ADS_1


"Terimakasih, Roy."


"Tuan, maaf kalau saya dan Memang Tata lancang masuk kedalam." Kata Pak Tejo yang baru aja tiba.


"Ngga apa-apa kok, emang ada apa?." Abbas penasaran.


"Kalau saya boleh usul, tuan. Jual aja barang branded Nona Alsava untuk memajukan perusahaan Tuan." Kata Mamang Tata.


"Bukannya barang-barang Alsava ngga ada?." Abbas menoleh ke arah Memang Tata.


"Ada, Tuan. Kami sembunyikan dari Nona Eliana yang mencoba mencuri barang-barang tersebut." Kata Pak Tejo.


"Kalian memang d'best." Sekretaris Roy memberikan dua jempol kearah Pak Tejo dan Memang Tata.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tetap semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ hadapi Pandemi... Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya... ditunggu loh... Biar Author semangat lagi... see you... 😘😘😘😘.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2