Asisten Nona Muda

Asisten Nona Muda
Tuan Muda Manja


__ADS_3

Seorang pemuda duduk menyendiri di balkon kamarnya yang sepi. Rumah yang seharusnya masih ditempatinya dan istrinya, jika saja dia menyadari perasaannya lebih awal.


"Daniel," terdengar suara Gina memanggilnya.


"Ibu!?" pemuda itu, menghembuskan napas kasar, berusaha untuk tersenyum menghentikan lamunannya.


"Bagaimana hubunganmu dengan Jeny!?" tanya Gina, sembari berjalan beberapa langkah. Ikut menatap pemandangan dari balkon.


"Aku tidak memiliki kesempatan mendekatinya, apalagi dengan keberadaan Farel di dekatnya," jawabnya.


"Perjodohan kalian telah diatur dari awal, bahkan dari saat kalian remaja. Saat Jeny memberontak menolak keputusan Dea, ibu fikir itu adalah kesalahan Jeny sebagai remaja yang egois, lebih memilih pelayannya. Tapi ibu berubah fikiran. Ternyata anak ibu yang kurang dewasa. Ibu akan membujuk ayahmu untuk membantumu, bicara pada Farel. Jika dia hanya suami yang disewa Jeny untuk menghindarimu, semua akan menjadi lebih mudah," ucap Gina penuh senyuman menggenggam jemari tangan putranya, yang kini mungkin sudah bersikap lebih dewasa menurutnya.


"Terimakasih..." Daniel tersenyum hangat.


***


Pagi yang dingin terasa, bibi pengasuh telah usai memandikan Rafa. Menatap suami gila majikannya sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


Farel memakai celemek, dengan earphone melekat di telinganya. Mencuci piring, merapikan pakaian, bahkan sesekali menggendong Rafa, sambil berbicara beberapa bahasa yang baby sitter itu tidak mengerti.


"Akhirnya selesai juga..."Farel merenggangkan otot-ototnya. Mulai membuka laptopnya, memantau perkembangan bisnisnya.


Satu persatu berkas yang dikirim lewat e-mail dibacanya. Kemudian, mengirim kembali keputusan pada beberapa karyawan kepercayaannya di negara lain.


"Kasian nona Jeny, punya suami ganteng tapi gendeng (gila). Ngomong, wawa wewe pakai omongan aneh di telpon, marah bentak-bentak kayak orang kesurupan. Kalau lagi istirahat, lihat komputer terus, main game seperti Juno (anak pengasuh berusia 13 tahun, kecanduan game online)," Anggapan sang pengasuh tidak mengerti dengan hal yang dilakukan Farel, selama Jeny tidak di rumah.


Beberapa jam berlalu, suara ketukan pintu terdengar, Farel segera menutup laptopnya. Membuka pintu, terlihat seorang pria paruh baya di hadapannya.


"Maaf, bisa bicara denganmu di tempat lain!?" Tirta mengenyitkan keningnya.


"Tentu..." Farel tersenyum, menyembunyikan rasa waspadanya, pada sosok yang mungkin sulit terkena tipu muslihatnya.


***


Seorang pemuda tetap memakai celemeknya. Duduk tenang, menatap ke arah Tirta. Minuman serta beberapa hidangan disajikan pelayan di restauran yang terlihat cukup elite itu.

__ADS_1


"Langsung saja, kamu tau akan sulit untukmu bersama Jeny dengan situasimu saat ini, Farel!? Atau aku harus memanggilmu Ren!?" tanyanya sembari mulai meminum air putih dingin di hadapannya.


Farel tersenyum simpul, menatap sinis,"Anda cukup jeli,"


"Aku memberi penawaran padamu. Aku berjanji akan menjaga Jeny sebagai menantuku dengan baik. Kamu boleh mengambil putramu. Aku akan menjelaskan semuanya pada tuan Taka..."Tirta menghembuskan napas kasar.


"Tuan, anda tau aku adalah pemilik JH Corporation, tapi masih berani memberiku pilihan!? Aku adalah tipikal orang yang serakah, aku ingin keduanya. Istri dan putraku," jawabnya.


"Apa kamu dapat memberi mereka status!? Sampai sekarang bahkan belum memberitakan pernikahan kalian. Kenapa!? Apa takut kakekmu akan memukulmu sampai mati!?" tanya Tirta mencemooh.


"Menjadi anak angkat dari putri tunggal seorang pria kaku seperti tuan Taka. Kamu seharusnya sudah tau resikonya, jika berbuat tindakan tercela seperti menghamili wanita bersuami, di luar nikah. Jika tuan Taka tau, apa yang akan terjadi," lanjutnya.


"Tidak masalah, aku akan mengumumkan ahli waris dan pernikahanku dalam waktu dekat ini. Kakekku, membanggakan dan membenarkan setiap tindakanku. Walaupun hanya cucu angkat, tapi aku adalah cucu satu-satunya..." ucap pemuda bercelemek itu, menatap tajam. Kemudian berjalan berlalu meninggalkan ruangan private.


"Naga yang berpura-pura menjadi cacing..." gumam Tirta mulai memakan makanan di hadapannya. Entah, memiliki rencana apa untuk menghadapi Farel.


***


Sementara itu Farel menghembuskan napas kasar,"Sialan!!" umpatnya. Berjalan menelusuri lorong restauran, menuju area parkir, setelah memesan taksi online.


Bagaimanapun, saat berhubungan untuk pertama kalinya dengan Jeny, status wanita itu adalah istri Daniel. Dan baru resmi bercerai, sekitar tiga bulan setelahnya. Dari usia Rafa, bayi mungil itu, bersetatus anak dari hasil perselingkuhan.


"Aku akan menghadapi kakek, tidak peduli resikonya apa...Jeny adalah istriku, dan Rafa adalah putraku, semua orang harus mengetahuinya, mereka harus memiliki status...," gumamnya, mengetahui sifat kaku kakeknya, yang mungkin akan hanya mengambil cicitnya. Dan memaksanya mengembalikan Jeny pada Daniel.


Bagaimanapun, akan sulit untuk dipercayai, jika dirinya tidak merebut Jeny dari Daniel. Apalagi dengan keberadaan Rafa, yang memang berasal dari hubungan di luar nikah.


Pria yang meniduri istri orang lain!? Farel tidak dapat mengelak karena memang itulah yang dilakukannya. Mengumumkan di hadapan media, bukan hanya akan memberikan perlindungan bagi putranya dan Jeny. Namun juga akan menghancurkan nama baiknya, dalam anggapan orang dia mungkin akan berubah menjadi pria yang merusak rumah tangga orang lain. Dan Jeny wanita murahan yang tidak setia pada Daniel.


Pemuda itu, termenung menghela napasnya dalam-dalam. Kembali tersenyum seperti tidak ada masalah. Perlahan turun dari taksi online.


Farel membuka pintu depan rumah, terlihat seorang anak berusia 12 tahun membawa sebuah koper besar.


"Kakak ipar, tolong bereskan barang-barangku, kakak Jeny katanya kembali ke kantor. Tidak ada pelayan di sini, jadi ini kewajiban kakak ipar," ucapnya sembari rebahan di sofa, tertawa membaca komik online.


"Baik tuan muda..." Farel berucap penuh senyuman, meraih handphone milik Dimas.

__ADS_1


"Kembalikan!! Jika tidak aku akan melaporkan ini pada kakak!! Kakakku tidak mencintaimu, dia pasti akan membelaku!! Orang yang dia cintai adalah Ren," ucap Dimas penuh kebanggaan, berniat menggunakan nama orang yang bahkan tidak dikenalnya. Farel mengenyitkan keningnya, tersenyum.


"Nama kecilku adalah Ren, aku adalah suami yang dicintai. Dan kamu adik ipar teraniaya..." ucap Farel menepuk-nepuk pipi Dimas yang chabi.


Dimas membulatkan matanya terkejut, Dia Ren!? Matilah aku, aku berharap dapat hidup nyaman di sini. Tanpa perlu mengikuti kursus atau les privat. Memerintah kakak ipar yang menjadi budak cinta kakak perempuanku yang dingin. Tapi disini ternyata kakak perempuanku adalah budak cintanya...


"A...aku akan tinggal di rumah mantan kakak ipar saja (Daniel)!!," ucapnya gelagapan, menarik kopernya, berharap Daniel akan memperlakukannya seperti pangeran, agar dapat mendekati Jeny.


"Kamu sudah memutuskan tinggal disini, jadi harus tinggal di sini. Aku akan memberikan tugas harian untukmu. Belajarlah mandiri..." Farel yang tersenyum bagaikan malaikat, menarik paksa Dimas ke kamar.


Aku akan merubah anak manja ini menjadi anak bertanggung jawab. Melakukan wajib militer anak untuknya, badannya terlalu gemuk, dia harus berhenti bertarung game online dan bertarung di arena Judo... ucap Farel dalam hatinya.


"Ini kamarmu, tidak ada pelayan. Jadi, layani diri sendiri. Pakaian kotor taruh di sana, aku yang akan mencucinya. Satu lagi..." Farel mengambil sesuatu dari salah satu laci meja, menyerahkannya pada Dimas.


"Apa ini!?" tanyanya membentak.


"Daftar kegiatan harianmu, kamu harus lebih disiplin," Farel mengenyitkan keningnya.


"Tapi, membersihkan kamar, kursus bela diri, kursus bahasa... Kapan aku istirahat dan main gamenya!?" bentak Dimas.


"Kalian adik kakak, sama cerewetnya ya!? Lihat baik-baik, tidur siang selama 30 menit dan menggunakan handphone 15..." Farel menghebuskan napas kasar.


"Jika melanggar jadwal harianmu, jangan harap dapat tidur dan makan dengan tenang..." lanjutnya tersenyum mengerikian dengan wajah dingin. Berjalan meninggalkan Dimas.


Walaupun pintar seperti Jeny, dia kecanduan gadget, karena tidak ada yang memperhatikan atau mendidiknya. Jika terus seperti ini, masa depannya akan hancur, karena sifat tidak pedulinya dengan keadaan sekitar...Aku akan memperbaiki adik satu-satunya, kesayangan nona... gumam Farel dalam hati, hingga kepalanya di lempar bola kasti.


"Kak Daniel lebih baik darimu!! Dasar iblis penyiksa!! Aku doakan semoga kamu dan kak Jeny segera berpisah!!" bentak anak itu kesal, membanting pintu kamarnya dengan kasar.


Farel tersenyum lembut, memungut bola kasti,"Dasar tuan muda kecil yang manja..." ucapnya.


Bersambung


......Jagalah, kata-kata dengan baik, karena sebuah makian dapat menjadi doa yang dicatat oleh Tuhan. Jangan menyesalinya jika kata-kata yang keluar dari mulut yang emosi menjadi kenyataan.........


Author...

__ADS_1


__ADS_2