Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Antara Marah, Cinta dan Iba


__ADS_3

Betapa terkejutnya Kak Prinka ketika mendengar kalimat yang diucapkan Cinta.


“Cinta, apa yang kamu katakan?” tanya Kak Prinka.


“Maaf Kak, tolong sampaikan pada Zayn, maaf aku tidak bisa bersamanya, lagi pula Buya dan keluarga besar juga belum tahu, jadi semuanya akan baik-baik saja” ucap Cinta.


“Cinta, jangan seperti ini, bukankah kamu juga mencintai Zayn?, bagaimana perasaan Zayn, Zayn sudah berjuang sampai titik ini untuk membuktikan niat tulusnya padamu. Apakah kau akan menyerah begitu saja?” tanya Kak Prinka yang tak rela Cinta menyerah begitu saja karena ulah Maminya.


“Aku rasa aku memang tak pantas untuknya Kak, sejak awal memang aku yang salah, aku terlambat menyadari perasaanku sendiri, kini saat dia akan memulai kehidupan barunya aku malah datang sesuka hatiku” jawab Cinta.


“Tidak ada yang terlambat Cinta, cinta itu datang disaat yang tepat, kau tahu betapa hancurnya hati Zayn ketika harus merelakanmu, kau tahu betapa sakitnya hati Zayn ketika dia tahu Mami melakukan ini semua padamu, sekarang berjuanglah bersama dengannya" ucap Kak Prinka meyakinkan.


“Maaf Kak, mungkin kami memang tidak berjodoh” ucap Cinta.


“Apa kau akan menyerah bahkan sebelum kau memulainya???” tanya Kak Prinka dengan perasaan kesal.


“Aku tak mau menyakiti hati Lala dan keluarga nyonya Ela Kak, mereka sudah begitu baik padaku, mungkin jalannya memang sudah begini adanya” jawab Cinta.


“Lalu, apakah kau tega menyakiti hati Zayn?” lagi tanya Kak Prinka.


“Bahkan dia pun tega menyakiti hatiku Kak, dia yang paling tahu perasaanku tapi dia mengecewakanku, bahkan dia tidak jujur sama sekali tentang pertunangannya dengan Lala. Jika aku tahu aku takkan memberikan jawaban itu padanya” jawab Cinta.


“Cinta, maaf sebelumnya. Apa kau bisa merasakkan bagaimana perasaan Zayn ketika berali-kali kau menolaknya, bahkan tidak sedikitpun dia gentar dan kecewa kepadamu, justru sebaliknya dia terus berusaha memperbaiki dirinya untuk pantas dihadapanmu." ucap Kak Prinka kesal dengan jawaban Cinta.


Cinta hanya diam mengingat semua penolakannya pada Zayn selama ini.


"Apakah kau tidak bisa mempertimbangkan perasaannya itu, alasan mengapa dia tidak memeberi tahumu tentang Lala karena itu juga baru rencana jika kau masih memberikan jawaban yang sama menolak lamarannya, itupun dia terpaksa menerimanya dan sekali lagi itu Zayn lakukan alasannya karena tak ingin kau terluka dan kecewa" terang Kak Prinka.


“Tapi rencana itu sudah 90 % kan Kak, artinya semuanya sudah disiapkan dengan matang. Harusnya aku tak memberi jawaban itu padanya agar semuanya tidak menjadi rumit begini dan aku tidak akan sesedih ini kehilangan dua kesempatan yang semula membuat hatiku bimbang memilihnya." jawab Cinta.


"Mungkin kalimat nyonya Aleta benar bahwa aku wanita serakah yang menginginkan keduanya hingga akhirnya aku malah kehilangan keduanya. Hiks hiks hiks... Astaghfirullahaladziim....” Cinta kembali menangis dan menutup wajahnya.


“Apa maksudmu Cinta?” tanya Kak Cinta bingung.


“Maaf Kak, kepalaku benar-benar merasa sakit, aku ingin istirahat sebentar sebelum pulang” ucap Cinta.


“Tapi Cinta.....” ucap Kak Prinka terhenti.


“Tolong Kak....” mohon Cinta sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


Kak Prinka hanya bisa diam dengan pertanyaan yang masih membuncah didalam hatinya.


Diluar ruangan itu Zayn masih menunggu dengan cemasnya. Ingin rasanya Zayn masuk tapi itu tidak mungkin ia lakukan.


Sedang menunggu, tiba-tiba ponsel Ilham berbunyi.


Ditatap Ilham layar ponselnya kemudian di angkatnya.


“Assalamu’alaikum, iya Pak Ammar” salam Ilham.


Terdengar samar suara Ammar sedang bicara dengan Ilham.


“Cinta masih di ruang istirahat Pak, Bapak tidak usah kesini kami yang akan kesana, mohon beri kami waktu 10-15 menit lagi” ucap Ilham.


Ammar pun berbicara diujung telpon dengan Ilham tanpa Zayn tahu apa yang disampaikan Ammar.


“Apa itu Ammar Direktur MLA?” tanya Zayn.


“Iya tuan” jawab Ilham.


“Aku ingin bicara padanya” ucap Zayn.

__ADS_1


Ilham pun menyampaikan keinginan Zayn untuk bicara pada Ammar, setelah Ammar setuju Ilham pun memberikan ponselnya pada Zayn.


📲“Assalamu’alaikum” salam Zayn.


📲“Wa’alaikumussalam,,, iya tuan Zayn” jawab Ammar.


📲“Apakah Oma Aleta masih bersama anda?” tanya Zayn to the point.


📲“Maaf tuan, nyonya Aleta sudah keluar lima menit yang lalu” jawab Ammar.


📲“Baiklah, terima kasih infonya. Assalamu’alaikum” jawab Zayn.


📲“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Ammar.


Zayn pun mengembalikan ponsel Ilham.


“Apa yang dikatakan Ammar pada ustadz tadi?” tanya Zayn tiba-tiba.


“Baliau meminta saya dan Cinta ke ruangannya” jawab Ilham.


“Untuk apa?” tanya Zayn.


“Entahlah, mungkin menindak lanjuti titah nyonya Aleta untuk memberhentikan kami dari MLA” ucap Ilham.


“Apa???” Zayn kaget.


“Aku akan kesana” ucap Zayn.


“Tidak perlu tuan, kami...” ucap Ilham terhenti ketika pintu kamar tempat Cinta istirahat terbuka.


“Kakak” panggil Zayn pada Kak Prinka.


“Bagaimana keadaan Cinta Kak?” tanya Zayn.


Belum sempat di jawab Kak Prinka, tiba-tiba Cinta keluar bersama mbak Lia dan Mia.


“Cinta, apa kau baik-baik saja?” tanya Zayn sedikit panik.


Cinta melihat Zayn yang berdiri dihadapannya.


Cinta menunduk dan tetap diam.


“Bang Ilham, bisa antar aku pulang” tanya Cinta.


“Iya Dek, kita pulang tapi sebelumnya kita keruang Pak Ammar dulu tadi beliau meminta kita menemuinya” jawab Ilham.


Deg...


Jantung Cinta berdetak kaget, Cinta sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.


“Baik Bang, ayo kita kesana” ucap Cinta melewati Zayn seolah menganggap tak ada Zayn disana.


“Cinta, tunggu” panggil Zayn menghalangi langkah Cinta.


Langkah Cinta pun terhenti.


“Permisi, anda menghalangi jalan saya” ucap Cinta tanpa melihat Zayn.


“Anda???” Zayn kaget Cinta bicara formal padanya.


“Cinta, kamu baik-baik saja kan, katakan padaku” ucap Zayn memohon.

__ADS_1


Cinta bergeser kesebelah kanan menghindari Zayn agar bisa lewat.


“Cinta, apa yang terjadi padamu, Cinta jangan abaikan aku seperti ini” ucap Zayn mengikuti langkah Cinta.


Kak Prinka yang melihat itu hanya bisa diam dan tak mampu berbuat apa-apa, hanya sempat air matanya menetes mendapati kemungkinan sekali lagi Zayn akan merasa tersakiti dan terluka.


“Tuan Zayn sepertinya Cinta sedang tidak ingin bicara dengan anda, tolong maklumi saja dulu” ucap Ilham.


Zayn menghentikan langkahnya dan membiarkan Cinta berjalan meninggalkannya.


“Saya permisi” ucap Ilham menyusul langkah Cinta dan Lia.


“Kak Zayn, sabar ya” ucap Bobi.


“Apa yang terjadi Mia, Kak?” tanya Zayn pada Mia dan Kak Prinka.


Keduanya hanya diam dan menunduk tak tega menyampaikan pesan dari Cinta.


“Kenapa kalian hanya diam?” tanya Zayn kesal.


“Ustadz Ilham, Cinta, tunggu, aku ikut kalian” pekik Zayn dengan langkah cepatnya menyusul Ilham dan Cinta.


Melihat Zayn menyusul Ilham dan Cinta, Kak Prinka pun turut menyusul Zayn.


"Dek, Kakak nyusul Zayn, Assalamu'alaikum" salam Kak Prinka buru-buru mengejar Zayn.


"Iya Kak, Wa'alaikumussalam" jawab Mia dan Bobi.


Cinta tetap diam, entah apa yang ia rasakan saat ini, ada rasa marah pada Zayn tapi ada rasa cinta yang mulai mengisi hatinya, ada juga rasa iba mengingat semua perjuangan Zayn untuk bisa sampai titik ini berhasil merebut hati Cinta.


Zayn, Kak Prinka, Ilham dan Cinta masuk kedalam ruangan Ammar.


“Assalamu’alaikum” salam keempatnya ketika memasuki ruangan itu.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Ammar.


Betapa terkejutnya Ammar ketika melihat ada Zayn dan seorang wanita yang belum pernah ia temui selama ini yang datang menemani Ilham dan Cinta.


“Tuan Zayn dan...” sapa Ammar.


“Selamat sore tuan Ammar, ini Kak Prinka, putri bungsu Oma Aleta” sapa Zayn dan mengenalkan Kak Prinka.


“Mari silahkan duduk tuan, nona, Pak Ilham dan Cinta” Ammar mempersilahkan ketiganya duduk di sofa tamu.


“Terima kasih” ucap semuanya.


“Cinta, apa kamu sudah baik-baik saja sekarang?” tanya Ammar penuh perhatian.


Cinta menganggukkan kepalanya.


“Ilham, terima kasih sudah menjaga Cinta” ucap Ammar pada Ilham.


“Sudah menjadi kewajiban saya Pak” jawab Ilham.


“Tuan Zayn, nona, apa tuan dan nona kesini membersamai mereka atau ada keperluan lain dengan saya?” tanya Ammar hati-hati.


“Apa yang Oma Aleta katakan pada anda tuan Ammar, apa Oma memerintahkan sesuatu pada anda?” todong Zayn dengan pertanyaan yang ingin ia ketahui tanpa berbasa-basi.


#tbc....


...Haaiii readers kesayangan mohon dukungannya untuk karya ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, favorit dan berbagi hadiahnya juga. Love U all readers, terima kasih atas dukungannya ya. Salam sayang selalu....

__ADS_1


__ADS_2