
Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Pagi-pagi sekali lepas sholat dzuhur Zayn sudah bersiap.
“Zayn, apa kau siap?” tanya Kak Prinka setelah mereka selesai sarapan pagi itu.
“InsyaAllah Kak” jawab Zayn.
“Oiya sebentar lagi tim MUA yang akan mendandani mu akan datang, jadi berisaplah” ucap Kak Prinka.
“Iya Kak” jawab Zayn.
“Oiya Diki, bagaimana dengan Oma, apa ada kabar dari Jhonson ataupun Soraya?” tanya Zayn pada Diki.
“Sampai sekarang belum ada kabar sama sekali, sepertinya nyonya besar menutup akses keberadaanya, jadi aku benar-benar tidak mendapatkan informasi apapun dimana beliau saat ini" jawab Diki.
“Mungkin Oma kecewa dengan keputusanku” ucap Zayn.
“Tidak apa Zayn, semoga lambat laun Mami akan menerima pernikahanmu ini, yang penting sekarang lancarkan dulu acara hari ini” ucap Kak Prinka.
Zayn pun menganggukkan kepalanya.
Pagi itu matahari terbit dengan cerahnya, beberapa keluarga besar Zayn pun sudah ada yang datang untuk turut mengantar Zayn menuju lokasi akad nikah.
Tuan Erick, nyonya Ela, Lala dan Lula pun turut serta mendampingi Zayn.
“Hai calon pengantin, selamat ya” ucap Lala menyapa Zayn.
“Hai La, terima kasih doanya, semoga kamu segera menyusul ya, calon mempelai prianya sudah siap tinggal menunggu jawaban dari kamu aja” goda Zayn.
“Heee….” Wajah Lala menjadi merona.
“Dasar Zayn mulutnya benar-benar ember ya” gumam Diki dalam hati.
“Dik, sapa dong Lala, biasanya kamu paling ramah sama Lala, kenapa sekarang jadi kayak patung, kaku banget” goda Zayn.
“Zayn bener-bener asem ya, dasar provokator, awas ya lu Zayn iseng banget” lagi gumam hati Diki.
“Hai La….” Sapa Diki pada Lala.
“Hai Diki….” Balas Zayn.
“Hahaha, kalian berdua kaku banget nggak seperti biasanya” sindir Zayn.
“Semua karena lu asem” ucap Diki.
“Hahaha…..” Zayn tertawa.
“Zayn” panggil Om Erick yang menjadi tetua yang mewakili dari pihak Zayn.
Om Erick adalah keluarga terdekat Zayn selain itu dikota yang sama ini hanya Om Erick yang memiliki keyakinan yang sama dengan Zayn, ada beberapa keluarga Zayn dari luar kota juga yang muslim, namun karena Om Erick yang paling dekat dengan Zayn hingga Om Erick la yang ditunjuk untuk menjadi wali dari Zayn.
“Iya Om” ucap Zayn.
“Apa sudah siap, kita akan berangkat sekarang” ucap Om Erick.
“InsyaAllah Om, ayo” jawab Zayn.
__ADS_1
“Okay, kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Om Erick.
Om Erick termasuk orang yang bijaksana, setelah mendengar penjelasan Zayn akhirnya Om Erick pun mengerti alasan Zayn memilih Cinta, dan tentunya istri dan anak-anaknya pun patuh pada Om Erick.
Lala yang juga awalnya sempat merasakan kesedihan akibat batalnya pertunangan mereka, kini kesedihan itu berangsur menguap, Lala juga tidak ingin larut dalam kesedihan, jika memang bukan jodoh tidak bisa dipaksakan.
Lala berharap semoga kelak dijodohkan dengan laki-laki yang mencintainya dengan tulus dan akan menghujaninya dengan kasih sayang.
Sekitar pukul 08.00 Akhirnya Zayn sekelurga besarpun berangkat menuju rumah kasih sayang. Ada 10 mobil yang mengiringii mobil pengantin dan dua bis besar yang juga ikut mengantar Zayn.
Sekitar 40 menit akhirnya rombongan Zayn pun sampai di rumah kasih sayang.
Keluraga rumah kasih sayang pun menyambut rombongan pengantin laki-laki dengan hangat.
Semua diarahkan menuju Masjid Al-Furqon, tenda besar pun terbentang di halaman Masjid Al-Furqon. Banyak sanak saudara, para pegawai dan pengajar di Sekolah Islam Terpada Al-Furqon turut hadir, serta jiran tetangga yang juga berbondong-bondong memeriahkan acara di Jum’at pagi itu.
Zayn, Cinta, Kak Prinka, Keluarga Abah Furqon, dr.Syaamil dan keluarga Buya Mahfud adalah orang yang dipandang jadi kenalan yang mereka undang dengan antusiasnya turut hadir memberikan doa restu untuk kedua pengantin.
Zayn sudah duduk tepat didepan meja ijab qabul didampingi oleh Om Erick, Buya Mahfud, Abah Furqon dan yang lainnya.
Dihadapan Zayn sudah ada penghulu dan juga wali hakim yang diamanahkan dari pihak KUA untuk menjadi wali nikah Cinta mengingat Cinta adalah anak panti yang tidak diketahui siapa kedua orang tuanya.
“Zayn apakah kamu sudah siap?” tanya ustadz Ayubi yang bertugas sebagai pembawa acara akad nikah pagi itu.
“InsyaAllah saya siap” jawab Zayn.
Cinta mendengar jelas suara Zayn tanpa melihat wajahnya. Jantung Cinta berdegub kencang saking deg-degan nya.
Saaat ini Cinta berada diruang yang berbeda, namun tetepa didalam Masjid itu. Cinta dan Zayn belum dipertemukan, insyaAllah setelah ijab qabul dan dinyatakan mereka sah sebagai suami istri secara islam barulah Cinta akan didudukkan disamping Zayn.
“Iya mbak, aku gemeteran” jawab Cinta.
Ada beberapa TV Led besar yang menghias di luar Masjid agar semua yang berada diluar pun bisa ikut menyaksikan acara ijab qabul yang penuh khidmat ini.
Ustadz Ayubi pun memulai acara prosesi akad nikah. Acara demi acara dilaksanakan, sampai pada acara khutbah nikah yang di sampaikan oleh Penghulu dari KUA setempat.
Selesai khutbah nikah, acara puncak yang menjadi momen sacral pun akhirnya akan segera dilaksanakan.
“Nak Zayn, kita kan akan memasuki proses ijab qabul, apakah Ananda Zayn sudah siap?” tanya Ustadz yang menjadi Penghulu.
“InsyaAllah ustadz” jawab Zayn dengan mantap meskipun saat ini Zayn juga sedikit gemetar.
“Wali nikah siap?” tanya ustadz Penghulu.
“InsyaAllah ustadz” jawab ustadz yang menjadi wali hakim Cinta.
“Baiklah kalau begitu kita akan mulai ijab qabul nya” ucap ustadz Penghulu.
Semua yang menyaksikan khidmatnya acara itupun ikut berdebar-debar, terutama Cinta.
Baru saja ustadz Penghulu akan memandu wali hakim dan juga Zayn untuk mengucapkan ijab dan qabul, tiba-tiba ponsel Zayn berbunyi. Diki kelupaan mengatur mode senyap pada ponsel Zayn yang dititip padanya.
“Astaghfirullah…. Mohon maaf semuanya” ucap Diki merasa bersalah.
Diki melihat layar ponsel pintar itu.
__ADS_1
“Jhonson” ucap diki terdengar oleh Zayn.
Zayn pun melihat kearah Diki.
Diki hanya tersenyum dan mengatur ponselnya dalam mode senyap.
Diki ragu mau angkat atau menutup telponnya, mengingat saat ini prosesi ijab qabul akan segera dimulai.
Kak Prinka yang duduk bersama jama'ah wanita lainnya di saf bagian jama'ah akhwat pun ikut gelisah melihat gelagat Diki.
"Siapa yang menghubungi Diki?" tanya Kak Prinka dalam hati.
Belum sempat diangkat panggilan itupun terputus, sebuah pesan masuk ke ponsel Zayn.
📩 “Tuan tolong angkat telponnya, urgent” pesan dari Jhonson.
Baru saja Diki membaca pesan itu, panggilan dari Jhonson pun kembali menghubungi nomer pribadi Zayn.
Zayn melihat Diki seolah kebingungan. Akhirnya Zayn pun bicara.
“Ustadz, mohon maaf boleh minta waktunya sebentar?” tanya Zayn.
“Iya” ucap penghulu.
Zayn pun mengambil ponselnya yang dipegang Diki dan mengangkat panggilan telpon itu.
“Hallo Jhonson” sapa Zayn.
Jhonson pun menyampaikan sebuah berita mengejutkan.
“Apaaa???” tiba-tiba terdengar suara Zayn menjadi pusat perhatian semua orang.
“Zayn ada apa?” tanya Buya melihat wajah Zayn yang sedikit pucat dan menegang.
Zayn menundukkan kepalanya memberi kode pada Buya untuk memberinya waktu sebentar.
“Baik saya akan kesana” ucap Zayn kemudian menutup sambungan telponnya.
“Ada apa Zayn?” tanya Diki ikut panik.
Kak Prinka pun inut panik namun Kak Prinka tak dapat mendengar jelas apa yang terjadi.
“Oma kritis di rumah sakit dan tidak sadarkan diri” jawab Zayn.
“Innalillahi” ucap semua yang mendengar jawaban Zayn.
“Lalu bagaimana?” tanya Buya.
“Saya akan segera kerumah sakit Buya” jawab Zayn.
“Lalu akad nikahnya?” tanya Buya.
Semua pun ikut tegang, apakah Zayn akan menunda akad nikah ini, atau bahkan membatalkan proses akad nikah yang tinggal ijab dan qabul untuk menghalalkan hubungannya dengan Cinta.
💖tbc….
__ADS_1
...Haiiii readers jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, favorit dan gift nya juga ya. Love U all readers....