Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Aku Bersedia


__ADS_3

Setelah sampai di parkiran gedung MLA, Cinta langsung naik lift menuju lantai 2.


Tiing....


Pintu lift terbuka.


Cinta mengangkat kepalanya untuk melangkah keluar dari dalam lift itu.


Betapa terkejutnya Cinta ketika pandangan pertamanya keluar dari lift melihat sosok Zayn yang ada dihadapannya sedang berdiri didepan ruang tunggu lantai dua pas didepan lift.


“Zayn” nama itu keluar dari bibir Cinta.


“Assalamu’alaikum Cinta” salam Zayn sambil berjalan mendekat.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Zayn kemudian berdiri di tempatnya setelah menjaga jarak aman antar keduanya.


“Alhamdulillah” jawab Cinta tersenyum.


Senyum Cinta itu membuat Zayn merasakan sakit dihatinya, Zayn yakin dibalik senyum itu masih tersimpan sedih ataupun kecewa.


“Sudah lama?” tanya Cinta berjalan kearah Zayn kemudian duduk di kursi tamu ruang tunggu itu.


“Saat menelpon mu tadi aku sedang dalam perjalanan kesini” jawab Zayn.


“Berarti sudah lumayan lama ya, maaf jadi menunggu lama” ucap Cinta.


“Tidak apa-apa” jawab Zayn.


“Apa kamu tidak sibuk?” tanya Cinta.


“Nggak, aku sengaja kesini untuk menemuimu, aku ingin melihat langsung kabarmu” jawab Zayn.


Cinta pun menganggukkan kepalanya.


“Cinta apa kamu benar-benar baik-baik saja, aku khawatir....” ucapan Zayn terputus karena di sela oleh Cinta.


“Bukankah sudah kubilang aku baik-baik saja, saat melihat pengumuman itu aku juga sempat kecewa dan rasanya ingin marah” ucap Cinta.


“Tapi aku percaya semuanya sudah menjadi bagian dari rencana Allah, rencana yang baik dan indah untukku. Kamu tidak perlu khawatir, insyaAllah aku bisa menerimanya, aku sedang berusaha mengikhlaskan semuanya” ucap Cinta tersenyum .


Teduh rasa hati Zayn ketika melihat senyum tulus Cinta.


Melihat senyum dan sikap Cinta yang berusaha kuat dihadapan Zayn, membuat Zayn semakin merasa bersalah.


“Alhamdulillah jika kamu baik-baik saja” ucap Zayn tak mampu berkata apa-apa lagi.


Sejenak mereka saling berdiam diri tanpa suara.


“Zayn untuk jawaban ku kemarin, aku sudah memantapkan hatiku dan aku rasa Allah juga telah memberikan jawaban jelasnya atas kebimbanganku antara dua pilihan ini." Cinta memulai obrolan untuk mencairkan kecanggungan diantara keduanya.


"Aku yakin ketidaklulusanku di AIIBS karena Allah lebih ridho bagiku untuk menyempurnakan separuh agama dengan menikah” ucap Cinta dengan jantung berdegup kencang.


Deg deg deg....

__ADS_1


Jantung Zayn juga berdegub dengan kencang. Rasanya debaran ini begitu menggetarkan hatinya.


“Zayn.... Bismillah.... Aku bersedia menikah dengamu, datanglah segera untuk menemui Buya” ucap Cinta dengan mantap tanpa ragu.


“MasyaAllah.... Cinta benarkah?” tanya Zayn dengan nafas tercekat dan debaran dahsyat di jantung hatinya ketika puncak perjuangan yang selama ini ia tunggu-tunggu akhirnya terjawabkan.


Cinta mengangukkan kepalanya


“Cinta....” panggil Ammar yang baru saja keluar dari lift bersama aaisten dan juga rekannya.


“Bang Ammar” sapa Cinta.


“Ikut saya keruangan” ucap Ammar.


“Baik” Cinta menganggukkan kepalanya.


“Zayn, maaf aku keruangan Direktur dulu ya” ucap Cinta.


“Iya, aku akan menunggumu disini” ucap Zayn.


“Apakah tidak akan menganggu waktumu, bagaimana dengan pekerjannmu?” tanya Cinta.


“Untuk hari ini ada Diki yang menggantikanku, kamu tidak usah khawatir, pembicaraan kita belum selesai jadi aku menunggumu sebentar lagi setelahnya baru pulang” ucap Zayn.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Assalamu’alaikum” salam Cinta.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” salam Zayn.


Cinta pun dengan langkah cepat menyusul Ammar yang mungkin sudah menunggu diruangannya.


Tok tok tok....


Suara ketukan dipintu ruangan Ammar.


Ammar tahu itu pasti Cinta, Ammar pun meminta asistennya untuk keluar sebentar dan mempersilahkan Cinta masuk.


“Assalamu’alaikum warohamtullahi wabarokatuh” salam Cinta memasuki ruangan Ammar.


“Wa’alaikumussalam, masuk, duduklah Cinta” ucap Ammar.


“Mengapa aku menelponmu sejak pagi tapi tak diangkat-angkat, kamu baik-baik saja kan?” tanya Ammar begitu perhatian.


“Alhamdulillah aku baik Bang” jawab Cinta melihat Ammar sekilas kemudian menunduk.


“Cinta, maaf atas kelacauan hasil pengumuman ini, jujur aku yakin sekali kamu masuk kandidat AIIBS, tapi entah mengapa tadi pagi jadi berubah hasilnya” ucap Ammar to the point.


“Aku tidak apa Bang, mungkin memang belum rejekinya untukku” jawab Cinta menguatkan hatinya.


Sungguh Cinta sedang berusaha mengikhlaskan semuanya, dan yakin bahwa ini adalah rencana terbaik dari Allah untuknya.


Namun tidak bisa Cinta pungkiri ketika masalah ini dibahas lagi entah mengapa air mata Cinta serasa meremang dikelopak matanya hendak meluruh.


“Abang akan cari tahu kebenarannya, Abang pastikan akan mendapatkan alasan mengapa kamu tersingkirkan, Abang janji” ucap Ammar sungguh-sungguh.


“Sudahlah Bang, jangan mempertaruhkan posisi Abang, aku sudah baik-baik saja” jawab Cinta meyakinkan Ammar dengan memberikan senyum terbaiknya.

__ADS_1


“Tapi Cinta, Abang merasa ini sangat janggal dan kita harus cari tahu kebenarannya seperti apa” ucap Ammar dengan perasaan membuncah melihat wanita yang dicintainya itu gagal dalam kompetisi ini padahal Ammar yakin betul bahwa Cinta kan terpilih.


“Jika memang ada sabotase, aku bisa apa, aku rasa tidak akan merubah keadaannya juga. Artinya Allah tidak ingin aku bergabung dengan orang-orang yang seperti itu, hingga aku diselamatkan Allah lebih awal sebelum masuk lebih dalam” jawab Cinta.


“Cinta....” ucap Ammar menatap lekat pada wajah Cinta.


Cinta yang merasa ditatap seperti itu merasa tidak nyaman hingga akhirnya cinta memilih untuk menunduk.


“Aku baik-baik saja Bang, Abang tidak usah khawatir” Cinta kembai mengangkat kepalanya dan tersenyum meyakinkan.


“Tapi AIIBS itu impianmu sejak lama, Makkah Al Mukaromah pun menjadi kota tujuan mu untuk menuntaskan dahaga kerinduanmu pada Baitullah” ucap Ammar.


“AIIBS memang mimpiku, Baifullah adalah impuan dan tujuanku. Mungkin saat itu aku merasa itu baik untukku, tapi mungkin menurut Allah itu bukanlah yang terbaik untukku, dan untuk ke Baitullah, lagi-lagi semua adalah tentang panggilan Allah kepada hambanya,sekaya apapun seorang hamba, sesholeh apapun seorang hamba, jika memang belum sampai panggilan Allah padanya untuk beribadah ketanah suci maka pastilah itu akan tertunda” ucap Cinta.


“Bahkan sehari ataupun satu jam lagi seharusnya seorang hamba akan berangkat mengunjungi Baitullah, tapi jika Allah tak berkehendak, paggilan itu belum sampai baginya, maka takkan sampai atau sementara tertunda bagi hamba nya untuk menginjakkan kaki di Masjidil Haram, baik untuk berhaji ataupun berumroh." terang Cinta.


"Dengan kejadian ini artinya aku harus lebih banyak belajar lagi dan bersabar, mungkin saja memang belum waktu yang tepat untukku kesana, aku yakin Allah sudah merencanakan sesutau yang indah untukku” lanjut Cinta.


Ammar mengusap wajahnya setelah mendengar ucapan Cinta.


“Bang, percayalah aku baik-baik saja” ucap Cinta.


Ammar pun akhirnya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


“Kamu selalu saja luar biasa Cinta, kamu masih terus sama seperti dulu tak pernah berubah sedikitpun. Tetap menjadi Cinta yang berhati baik dan lembut” ucap Ammar.


Hati Cinta masih saja berdebar-debar ketika berada didekat Ammar, apalagi mendengar ucapan Ammar barusan.


“Bang, jika sudah selesai bolehkan aku pamit keluar, karena kelasku sudah hampir dimulai” ucap Cinta.


“Baiklah, silahkan” ucap Ammar.


“Terima kasih Bang” ucap Cinta.


Cinta pun beranjak dari tempat duduknya.


“Aku permisi ya Bang, Assalamu’alaikum” salam Cinta kemudian menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Ammar.


“Cinta....” panggil Ammar ketika Cinta sudah diambang pintu untuk membuka pintu ruangan itu.


Cinta membalikkan badannya dan melihat Ammar.


“Abang janji akan menemukan ketidak adilan ini, setidaknya kita harus tahu penyebabnya. Jika itu memang bagian untukmu, Abang akan memperjuangkannya, jika pada akhirnya kamu tak ingin melanjutkannya itu adalah pilihan dan keputusanmu” ucap Ammar.


“Terima kasih Bang, tapi jangan sampai ini jadi beban Abang dan menganggu pikiran Abang. Meskipun keadaan akan berbalik, aku rasa aku akan tetap melepasnya” jawab Cinta sambil tersenyum.


Cinta pun membuka pintu kemudian keluar menghilang dari balik pintu itu.


“Cinta.... ikutlah bersamaku, mari kita arungi bersama mewujudkan impian-impianmu” ucap Ammar ketika sosok Cinta sudah menghilang dari pandangannya.


#tbc....


...Haaaiii readers... happy reading. Semoga all readers senantiasa sehat dan bahagia selalu. Jnagn lupa setelah dibaca bantu beri hadiah, vote, favorit, komen dan saran penyemangatnya ya agar karya ini bisa semakin baik kedepannya. Love U all readers....

__ADS_1


__ADS_2