Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Masalah dan Solusi


__ADS_3

Zayn menunggu di ruang IGD. Ada Diki dan Yusie asisten Kak Prinka yang kini menemani Zayn.


“Keluarga nona Prinka” pangil seorang perawat.


“Iya” jawab Zayn, Diki dan Yusie.


“Bagaimana keadaan Kakak saya Sus?” tanya Zayn.


“Silahkan masuk tuan, Alhamdulillah nona Prinka sudah sadar, tuan-tuan dan nona bisa langsung tanya dengan dr.Rizal didalam” ucap sang perawat.


“Baik, terima kasih Sus” ucap Zayn.


“Assalamu’alaikum” salam Zayn, Diki dan Yusie.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab dr.Rizal.


“Dokter bagaimana keadaan Kak Prinka?” tanya Zayn berdiri dekat ranjang pemerinksaan Kak Prinka.


“Alhamdulilah seperti yang tuan Zayn lihat, nona Prinka sudah sadar.” jawab sang Dokter.


“Alhamdulillah”ucap Zayn. Diki dan Yusie.


“Tapi mengapa tadi Kak Prinka tiba-tiba pingsan Dok, tidak ada masalah kan Dok?” tanya Zayn yang khawatir dengan kondisi tante nya itu.


“Sepertinya nona Prinka hanya kelelahan, semuanya normal hanya saja tekanan darahnya yang rendah jadi nona Prinka untuk sementara istirahat saja yang cukup, nanti akan saya resepkan obat dan vitamin” ucap sang Dokter.


“Alhamdulillah kalau begitu, terima kasih ya Dok” ucap Zayn.


“Oh iya Dok apakah Kak Prinka perlu dirawat di rumah sakit?” tanya Yusie.


“Nona Prinka sudah boleh pulang, tidak perlu di opname namun istirahat saja dulu disini tidak apa, nanti kalau sudah lebih enakkan boleh pulang” jawab si Dokter.


“Baik, terima kasih kalau begitu Dok” jawab Zayn dan Yusie.


“Sama-sama, kalau begitu saya tinggal ya, permisi, Assalamu’alaikum” salam dari si Dokter.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Zayn, Kak Prinka, Diki dan Yusie.


Dokter pun berlalu meninggalkan Zayn dan semuanya.


“Kak, apa yang Kakak rasakan sekarang?” tanya Yusie asisten Kak Prinka.


“Masih merasa pusing Yus” jawab Kak Prinka.


“Kak, maafkan aku karena aku Kakak jadi begini” ucap Zayn.


“Bukan salahmu Zayn, kamu tidak ada salahnya” jawab Kak Prinka mencoba tersenyum pada Zayn meskipun saat ini kepalanya masih terasa berat.


“Kakak istirahat saja dulu ya” ucap Zayn.


Kak Prinka pun menganggukkan kepalanya.


“Diki, tolong urus administrasinya” titah Zayn.


“Oke” jawab Zayn.


Diki pun berlalu. Setelah menyelesaikan adminsitrasinya, Kak Prinka pun langsung dibawa pulang oleh Zayn kerumah.


“Yusie, malam ini kamu temani Kak Prinka dirumah ya” usul Zayn.

__ADS_1


“Baik tuan” jawab Yusie.


“Tidak usah, Kakak sudah lebih baik skearang, jangan merepotkan Yusie Zayn” jawab Kak Prinka.


“Tidak apa-apa Kak, aku akan menemani dan merawat Kakak dirumah” ucap Yusie yang sudah dianggap seperti adik oleh Kak Prinka.


“Baiklah” jawab Kak Prinka yang tak ingin berdebat.


Setelah sampai dirumah, Kak Prinka pun istirhat dikamarnya ditemani Yusie.


Kak Prinka merebahkan tubuhnya dikasur sambil menatap langit-langi kamarnya. Masih terngiang setiap ucapan Mami Aleta ditelinganya.


Yang paling membuat Kak Prinka terpukul bahwa Mami Aleta mengatakan dirinya bukanlah putri kandung dari Mami Aleta.


“Apakah itu sebabnya Mami tak pernah menyayangiku kecuali depan hal layak ramai dan apakah ini juga alasannya Mami sangat membenciku?” tanya Kak Prinka dalam hatinya.


Mengingat semua ucapan Mami Aleta tak terasa air mata Kak Prinka jatuh mengalir deras membasahi pipinya.


“Kak. Kakak kenapa?” tanya Yusie.


“Tidak apa-apa, hanya ingat sesuatu saja yang membuat Kakak sedikit sedih” jawab Kak Prinka.


“Kak, aku tidak tau ada masalah apa dan apa yang Kakak rasakan sebenarnya saat ini, tapi aku akan berdoa semoga Kakak senantiasa sehat dan baik-baik saja, kalaupun ada masalah semoga semuanya ada solusi dan selesai dengan hasil yang baik” ucap Yusie.


“Terima kasih doanya Yusie” ucap Kak Prinka tersenyum.


“Aku tinggal sebentar sholat ashar ya Kak” ucap Yusie.


“Iya, nanti kalau kau sudah selesai sholat tolong bantu Kakak untuk wudhu ya, Kakak juga mau sholat." ucap Kak Prinka tak ingin meninggalkan kewajibannya sebagai muslimah walaupun saat ini tubuhnya masih terasa lemah.


“Baik Kak” jawab Yusie.


“Mami, jika aku bukan anak kandung Mami, lalu aku anak siapa, siapa wanita murahan yang Mami maksud?” Kak Prinka bermonolog.


“Aku hanya ingin jadi anak Mami. Mami adalah satu-satunya Mami Prinka Mi, Prinka nggak mau Mami yang lain, Prinka sayang sama Mami, sayang banget, meskipun Mami kadang tak menganggap Prinka sejak kecil, hanya sewaktu-waktu saja Mami peduli padaku, tapi aku cukup bahagia Mi." air mata Kak Prinka kembali mengalir deras


"Mami maafkan Prinka jika sejak kecil Prinka nakal dan sering merepotkan Mami, tapi jangan benci Prinka Mi, jangan bilang Prinka bukan anak Mami, Prinka sayang Mami” ucap Kak Prinka kemudian memejamkan matanya merasakan aliran kristal bening yang mencucur membasahi pipinya.


Dilain tempat kini Cinta sedang membantu Umma dan Kakak-kakaknya menyiapkan menu buka puasa untuk semua yang ada di rumah kasih sayang.


“Dek, kamu melamun?” tanya Umma Hilma ketika Cinta terus menerus memasukkan air kedalam bos es.


“Astaghfirullah… maaf Kak” ucap Cinta.


“Kamu kenapa, lagi ada masalah, Kakak lihat sedari pulang tadi kamu terlihat murung dan Kakak perhatikan matamu itu sepertinya sedikit sembab, apa kamu habis nangis?” tanya Umma Hilma.


“Nggak kok Kak, aku baik-baik saja” jawab Cinta.


“Jangan bohong, Kakak tahu kamu sedang berbohong. Jika butuh tempat cerita, Kakak siap menjadi pendengar setiamu, jika butuh solusi Kakak akan bantu mencari solusinya untukmu” ucap Umma Hilma.


“Iya Kak, terima kasih” jawab Cinta dengan senyum dipaksakan.


“Oiya Dek, jadi gimana tadi di kantor, kamu jadi ketemu Zayn, jadi endingnya gimana nih?” tanya Umma Hilma yang sedang memotong buah semangka.


Cinta hanya menunduk, mendengar nama Zayn, Cinta tak dapat menahan air matanya.


“Dek, kamu nangis, kenapa, pertanyaan Kakak salah ya?” tanya Umma Hilma.


Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Jika tidak kuat, jangan dipendam sendiri, ceritalah pada seseorang yang bisa kamu percaya, jika memang tidak ada seseorang yang bisa kamu ajak cerita, maka mengadulah pada Allah, karena Allah adalah Maha Pemberi solusi terbaik atas semua kegundahan hati kita” saran Umma Hilma.


“Iya Kak. Aku ke kamar mandi dulu ya Kak” ucap Cinta sambil menghapus jejak air matanya.


“Iya” jawab Ummi Hilma.


“Yaa Allah… ada apa dengan Cinta, apakah ada masalah dengan Zayn?” ucap Umma Hilma dalam hati.


“Hil, Cinta kenapa?” tanya Umma Zilvia.


“Entahlah Kak, sejak pulang tadi Cinta terlihat murung, tadi juga melamun terus, dan ketika ku tanya ada apa, apa ada masalah dengan Zayn, Cinta malah menangis mbak” jawab Umma Hilma pada Umma Zilvia.


“Semoga semua baik-baik saja” ucap Umma Hilma.


“Aamiin. Melihat Cinta seperti itu aku jadi sedih mbak, apa mungkin Cinta masih galau ya Kak karena gagal bergabung dengan AIIBS” tanya Umma Hilma.


“Entahlah Hil, mbak juga bingung. Tapi tadi pagi sewaktu Cinta berangkat kerja kan dia sudah baik-baik saja, Cinta terlihat seperti sudah mengikhlaskannya, apa lagi dengan gagalnya ke AIIBS artinya hilang satu bebannya untuk memantapkan hatinya antara AIIBS atau Zayn?” jawab Umma Zilvia.


“Apa ada hubungannya dengan Zayn ya Kak, nggak mungkinkan Zayn membatalkan niatnya untuk melamar Cinta?” bisik Umma Hilma pada Umma Zilvia.


“Entahlah, kita jangan suudzhon dan main tebak-tebakan, takutnya jadi fitnah” ucap Umma Zilvia.


Tak lama Cinta pun kembali dari toilet, wajahnya sudah ia cuci agar terlihat lebih fresh.


Baru saja Cinta membersamai Kakak-kakaknya menuangkan sup buah kedalam cup sup buah, tiba-tiba ponsel Cinta berdering.


Cinta mengambil ponselnya itu dari dalam saku gamisnya. Cinta melihat nama dilayar ponselnya.


Jantung Cinta terus berdegub melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, Cinta hanya menatapnya tanpa berniat mengangkatnya hingga panggilan itupun terhenti.


Baru saja Cinta hendak memasukkan ponselnya kedalam saku gamisnya lagi, ponselnya kembali berdering dengan panggilan dari nomor yang sama yakni Zayyan.


Umma Hilma dan Umma Zilvia hanya memperhatikan gelagat Cinta ketika menerima panggilan dari Zayyan.


Kali ini Cinta menekan tombol senyap agar dering ponselnya berhenti bersuara, namun Cinta tidak mematikan panggilan dari nomor Zayn tersebut, kini dibiarkan saja oleh Cita ponselnya yang terus bergetar.


Cinta terlihat gugup dan diliputi perasaan bimbang ketika kontak Bernama Zayyan itu terus mencoba menghubunginya.


Entah sudah berapa kali Zayn melakukan panggikan pada nomor handphone Cinta, tapi Cinta tetap mengabaikannya.


Cinta tak ingin mengangkatnya tapi Cinta juga tidak ingin me-reject panggilan itu, Cinta terlihat gelisah.


“Dek, jika ada masalah itu diselesaikan dengan mencari solusi terbaik bukan menghindar” nasehat Umma Hilma.


“Jika ada masalah ya diselesaikan Dek jangan lari dari masalah itu, bukannya selesai malah ditakutkan timbul masalah baru” kali ini Umma Zilvia yang memberi nasehat pada Cinta.


“Aku bingung Kak” jawab Cinta dan kini bulir bening itupun kembali jatuh membasahi pipinya.


“Sebentar lagi masuk waktu maghrib, ayo fokus selesaikan tugas kita dulu, nanti malam lepas sholat tarawih kita ngobrol lagi ya Dek, jika kamu percaya pada Kakak-kakakmu ini, kita cari solusinya bersama jika memang masalah itu berat. Yakinlah semua masalah pasti ada solusinya, jika tidak bisa menyelesaikannnya sendiri, carilah orang yang tepat dan dapat diperaya untuk meminta pendapatnya” nasehat Umma Zilvia.


“Baik Kak, aku butuh pendapat dari Kakak-kakak semua untuk maslahku ini” ucap Cinta.


Setelah masuk waktu maghrib mereka semua berbuka puasa dan dilanjutkan dengan ibadah malam lainnya sebagai malan ibadah dibulan suci Ramadhan.


Setelah selesai sholat tarawih yang ditutup dengan sholat witir, akhirnya Cinta pun menceritakan semua yang dialaminya hari ini di MLA, termasuk hinaan dari Nyonya Aleta dan niat tulus Zayn yang ingin menikahinya.


Semua Kakaknya terkejut mendengar cerita yang Cinta ceritakan, mereka semua mengelus dada dan memberi kekuatan untuk Cinta.


#tbc….

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, hadiah dan favoritnya ya. Love U all readers...


__ADS_2