Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Ada Namamu di Hatiku


__ADS_3

Diruang IGD, Kak Prinka baru saja sadar ditemani ustadz Ayubi, Tante Ela dan Om Erick sepupunya.


"La, aku dimana?, Mana Mami ?" tanya Kak Prinka.


"Kamu tenang dulu ya Ka, tadi kamu pingsan." jawab Tante Ela.


"Ya Allah... La gimana keadaan Mami ?" tanya Kak Prinka ingin beranjak dari tempat tidurnya.


"Tante Leta masih diruangannya Ka, kamu istirahat saja dulu ya?" bujuk Tante Ela melarang Kak Prinka beranjak dari rebahannya.


"Zayn mana La?" lagi tanya Kak Prinka pada Tante Ela.


"Zayn masih diruang Tante Leta, udah kamu istirahat dulu aja ya Ka" ucap Tante Ela.


"Iya Ka, kamu istirahat saja dulu" Om Erick ikut menasehati Prinka adik sepupunya.


Sayup-sayup suara adzan berkumandang terdengar.


"Pak Erick, sudah adzan, bagaimna kalau kita sholat jum'at dulu" ajak ustadz Ayubi.


"Iya ustadz mari. Mami, Prinka, kita ke Masjid dulu ya" ucap Om Erick.


"Iya Pi, Mami disini dulu nemenin Prinka" ucap Mami Ela.


Deg deg deg....


Jantung Kak Prinka berdebar mendengar suara lelaki yang berdiri tak jauh dari ranjang rawatnya.


Seketika netra mereka bertemu dan jantung keduanya kembali berdebar-debar.

__ADS_1


Secepatnya baik ustadz Ayubi maupun Kak Prinka mengalihkan pandanganya.


"Astaghfirullahaladzim..." ucap Ustadz Ayubi dalam hati.


Ustadz Ayubi spontan memegang dadanya yang berdebar.


Untuk pertama kalinya Ustadz Ayubi merasakan ada debaran berbeda dihatinya ketika melihat Kak Prinka.


Selama ini tak ada wanita lain yang bisa membuat jantungnya berdebar kecuali Kak Silvi istri tercintanya.


"Yaa Allah apa ini, mengapa tiba-tiba jadi deg-degan begini?" tanya Ustadz Ayubi dalam hatinya sendiri.


Sekali lagi ustadz Ayubi melihat kearah Kak Prinka yang masih terbaring di ranjang rawatnya.


Deg deg deg deg...


Sekali lagi jantung ustadz Ayubi berdebar-debar.


Wajah Ustadz Ayubi memerah.


"Astaghfirullahaladzim..." ucap usatadz Ayubi dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Yaa Allah, apa yang terjadi padaku, mengapa tiba-tiba begini." ucap ustadz Ayubi memegang dada sebelah kanannya.


"A'udzubillahiminassyaitonirrojiim... Yaa Allah lindungilah hamba dari segala perbuatan keji dan munkar" doa Ustadz Ayubi dalam hati.


"Ustadz... ustadz... ustadz Ayubi" panggil Om Erick sambil menyentuh bahu ustadz Ayubi.


"Astaghfirullahaladziim..." ucap ustadz Ayubi kaget dari lamunannya.

__ADS_1


"Ustadz melamun?, ada apa ustadz?" tanya Om Erick.


"Astaghfirullah... hemhh... maaf Pak Erick. Oiya ayo kita langsung ke Masjid Pak" ajak Ustadz Ayubi.


"Iya mari ustadz" jawab Om Erick.


"Mi, Papi pergi dulu ya, Assalamu'alaikum" ucap Om Erick.


"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" ucap Ustadz Ayubi.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Mami Ela dan Kak Prinka.


Setelah kepergiaan ustadz Ayubi dan Om Erick yang berbalik menjauh, barulah Kak Prinka berani melihat sosok ustadz Ayubi.


Kak Prinka menatap punggung laki-laki tinggi tegap yang mulai menjauh darinya.


"Yaa Allah... mengapa semakin lama perasaanku semakin nelangsa begini, mengapa hatiku terus berdebar-debar ketika berdekatan degan ustadz Ayubi" ucap Kak Prinka dalam hati sambil memejamkan matanya.


"Tidak, Yaa Allah... tidak mungkin hamba jatuh cinta pada ustadz Ayubi, jangan Prinka, jangan, ini tak pantas, perasaan ini tidak boleh, dia pria beristri, istrinya juga begitu baik padamu Prinka, dia wanita sholeha lagi baik budi, astaghfrullahaladziim...." ucap Kak Prinka dalam hati.


Mengalir deras air mata Kak Prinka dari sudut matanya yang terpejam.


"Ka, Prinka... Kamu sabar ya Ka" ucap Mami Ela yang menghapus jejak air mata Kak Prinka yang mengalir deras dari sudut matanya.


Mami Ela tak menyadari bahwa air mata yang mengalir itu bukan hanya kesedihan karena sakitnya Mami Aleta dan kenyataan yang di hadapi Kak Prinka tentang status hubungannya dengan Mami Aleta.


Tapi dibalik air matanya itu, ada satu beban lagi yg mengusik hati Kak Prinka, yaitu hadirnya nama ustadz Ayubi yang mengisi lubuk hatinya.


"Yaa Allah... hilangkanlah perasaan ini, lindungilah hamba dari perasaan dan perbuatan keji lagi munkar" doa Kak Prinka dalam hatinya.

__ADS_1


#tbc...


...Assalamu'alaikum readers, maaf lama tak update dikarenakan author mengalami frozen shoulder jadi author masih rutin berobat dan therapy sehingga butuh istirahat sementara waktu, maafkan author ya all readers. InsyaAllah setelah ini sedikit-sedikit author akan berusaha update menyelesaikan karya ini hingga selesai. Semoga all readers sehat selalu. Tetap dukung karya author ya all readers dengan like, vote, komen dan bagi sedikit giftnya ya. Love U all readers 💓💓💓...


__ADS_2