
...💖Ketika cinta memanggil gemetar tubuhku, ketika cinta memanggil hangatnya nafasku, ketika cinta memanggil ada rasa rindu, ketika cinta memanggil aku tenggelam dilautan cinta-Mu Yaa Rabbi💖...
🌸
Baik Cinta maupun Zayn masih berusaha menetralkan degupan jantungnya masing-masing.
Sejujurnya Cinta senang bisa bertemu Zayn dan Diki, Setidaknya ada orang yang dikenalnya selain Ammar karena sejak kemarin siang pulang dari MLA Cinta hanya menyendiri di kamar, keluarpun hanya sebentar saat dinner bersama Ammar.
Cinta juga merasa agak canggung jika harus berlama-lama berduaan dengan Ammar meskipun disekitar mereka sebenarnya ramai pengunjung lain juga.
“Syukurlah akhirnya ada orang lain yang kukenal disini” ucap Cinta setelah kondisi jantungnya bisa ia kontrol.
“Alhamdulillah” ucap Zayn yang menahan kegugupannya.
Entah mengapa Zayn yang biasanya pecicilan , bertingkah konyol dan menyebalkan jika bertemu Cinta, kini Zayn malah terkesan lebih diam sama seperti Zayn yang sebenarnya, diam tanpa ekspresi.
Kali ini Zayn memang diam tapi diammnya itu diliputi kegugupan dan letupan mendebarkan dihatinya.
Zayn semakin paham maksud dan tujuan perintah Allah agar hamba-Nya harus pandai menundukkan pandangan teehadap lawan jenisnya agar terhindar dari segala fitnah dan zina.
Saat ini Zayn merasakan menundukkan padangannya sangatlah penting karena ketika pandangan itu dialihkan hatinya merasa agak tenang meskipun letupan debaran cinta itu masih menyelimuti hati.
Diki yang melihat pola salah tingkah dari kedua insan itupun berusaha mencairkan situasi canggung saat itu.
“Tuan Zatyn, nona Cinta mari kita masuk dan sarapan bersama” ajak Diki pada keduanya.
“Owhh… iya, ayo” ucap Zayn dan Cinta bersamaan.
Mendapati kalimat sama yang mereka ucapkan, seketika Zayn dan Cinta saling melihat satu sama lain.
Deg deg deg deg….
Lagi jantung keduanya memberi respon sengatan yang menggelitik hati mereka.
“Astaghfirullahaladziim….” Ucap Cinta dan Zayn dalam hati.
“Mari” Zayn mempersilahkan Cinta untuk berjalan lebih dulu.
Cinta yang melihat perubahan sikap Zayn yang bukan hanya satu kali ini saja, membuat Cinta bertanya-tanya ada apa dengan Zayn sebenarnya?.
“Mengapa sikapnya jauh berubah ya sejak hari itu, mungkinkah sepeti janjinya bahwa dia tidak akan mengganggu ku lagi?” tanya Cinta sendiri dalam hatinya.
Nyeeeeesss….
Ada rasa tak enak dihati Cinta mengulang kalimat terakhir yang dipikirkannya itu.
__ADS_1
“Tidak akan menggangguku lagi, apa itu artinya dia….” Seketika Cinta melihat kearah Zayn yang sedang mengambil menu sarapannya.
“Apakah dia sudah tak berniat melamarku lagi, waktu itu dia bilang menunggu jawabnku, tapi selarang siakpanya ambigu begitu, apa benar dia akan bertunangan dengan nona Lala anaknya Bu Ela, makanya dia jadi seperti...." Cinta masih bermonolog dalam hatinya sendiri.
“Aduuhh… aku kenapa sih, itu baguskan jika dia tak berniat melamarku lagi bukankah selama ini aku terus menolaknya, lalu kenapa sekarang aku jadi merasa… astaghfirullahaladziim… sepertinya ini bjkan ada apa dengannya, lebih tepatnya ada apa dengan hatiku?" Cinta memejamkan matanya sambil memijat dahinya sendiri.
“Kamu baik-baik saja?” tiba-tiba Zayn menyapa Cinta.
“Aahhh….” Cinta kaget kemudian langsung melihat lelaki yang ada dihadapannya itu.
Deg deg deg deg….
Jantungnya Kembali berdebar-debar dihiasai dengan semu wajah merah jambu.
“Emhh… aku baik-baik saja” ucap Cinta gelagapan sambil melihat kekanan dan kekiri mengalihkan pandangannya untuk menetralisir legugupannya dihadapan Zayn.
“Apa kamu sakit, kulihat tadi kamu seperti memijat dahimu?” tanya Zayn.
“Owhh,, tidak, itu, itu aku hanya… hanyaaaa… hanya bingung, iya aku hanya bingung, bingung mau sarapan apa karena banyak sekali pilihan menu sarapannya” jawab Cinta dengan senyum dipaksakan.
Melihat kegugupan Cinta, Zayn hanya tersenyum simpul.
“Kalau begitu, maukah kupilihakn menu sarapannya?” tanya Zayn.
“Owhh… iya boleh” jawab Cinta sambil *******-***** tanganya sendiri saking gugupnya.
“Owhh iya, boleh” jawab Cinta tanpa meliaht Zayn.
Tak berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Cinta, Zayn pun merasa begitu nervous. Ruangan itu sebenarnya sejuk tapi entah mengapa rasanya Zayn membutuhkan kipas untuk mendinginkan suasana menderu dalam hatinya.
Baik Cinta mupun Zayn merasakan seperti ada sengatan listrik yang memberikan setruman pada jantungnya hingga rasanya jantung keduanya ada letupan-letupan ledakan.
Cinta melangkah mengiringi langkah Zayn menuju tempat duduk di ruangan VIP itu.
“Kamu tunggu disini ya, biar aku ambilkan sarapan untukmu” ucap Zayn.
Cinta hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
“Terima kasih” ucap Cinta.
“Oiya, ini air lemon hangat, bagus juga diminum di pagi hari, jika kamu suka kamu boleh meminumnya, ini untukmu” ucap Zayn.
“Terima kasih” lagi hanya kalimat itu yang kini bisa keluar dari mulut Cinta.
“Oia ada minuman lain yang kamu inginkan, kopi, teh atau minuman lain?” tanya Zayn.
__ADS_1
“Emhh… terima kasih, ini saja sudah cukup” jawab Cinta tetap menundukkan pandangannya.
“Baiklah, kalau begitu aku kesana ya” ucap Zayn.
“Ya” jawab Cinta.
Zayn pun pergi meninggalkan Cinta sendiri disana.
Selepas Zayn pergi Cinta menghembuskan nafasnya lega.
“Subhanallah, alhamdulillah Allahuakbar… akhirnya bisa bernafas dengan lega, huuuuffftttthh” Cinta menghembuskan nafasnya sambil mengusap-usap dadanya.
Cinta memandangi Zayn dari jauh, mengingat sikap Zayn yang begitu beda dari biasanya dan juga perlakuan Zayn yang begitu baik dan perhatian padanya, membuat Cinta tersenyum sendiri sambil terus melihat kearah Zayn yang sedang mengambilkan menu sarapan untuknya.
“Kamu baik banget Zayn, diperlakukan seperti ini aku merasa seperti jadi putri di negeri dongeng. Selain baik ternyata kamu memang tampan dan manis ya” gumam hati Cinta yang selama ini memang tak pernah melihat indahnya pahatan wajah Zayn, Maha Karya Allah yang menciptakan hamba-Nya.
“Manis, tampan…??? Astaghfirullahaladziim… Astaghfirullahaladziim… Astaghfirullahaladziim… mikir apa aku, ampuni zina mataku Yaa Allah. Cintaaaa mengapa kau jadi baperan begini sih, astaghfirullahaladziim….” Ucap Cinta dalam hati sambil menepuk-nepuk kedua matanya menggunakan jari-jari tangannya sendiri.
Jantung Cinta Kembali berdegub kencang, udara saat itu terasa gerah bagi Cinta hingga Cinta beberapa kali seolah mengipas - ngipaskan tangannya kedepan wajahnya yang sudah merah padam.
Zayn dan Diki berjalan menuju meja yang sudah ada Cinta disana.
Diki hanya geleng-geleng kepala melihat perhatian Zayn kepada Cinta, bahkan Zayn yang biasanya dilayani, sarapan dikamar hotel jika menginap, disiapkan sarapannya, tapi ini justru Zayn yang repot-repot turun keruang makan hanya untuk memastikan Cinta benar-benar sarapan, bahkan kini Zayn sendiri yang mengambil makanan untuk wanita yang sudah menolak lamarannya berkali-kali.
“Ini sarapan sehat untukmu” ucap Zayn.
“Terima kasih, tapi ini banyak sekali, aku rasa perutku tak sanggup menghabiskan semuanya” ucap Cinta tersenyum sambil melihat semua jenis makanan yang disajikan Zayn.
Cinta seolah tak berkedip matanya ketika Zayn beberapa kali bolak-balik meletakkan menu sarapan pilihannya untuk Cinta.
“Kau harus makan yang banyak agar memiliki energi positif yang bagus untuk menghadapi interview nya” ucap Zayn.
“Oke, tapi ku rasa perutku benar-benar tak mampu menampung semuanya, bisa-bisa setelah makan aku akan ngantuk jika kebanyakan makan, hehehe” ucap Cinta dengan tawa kecilnya karena merasa apa yang diperbuat Zayn seolah menggelitik hatinya.
Melihat senyum dan tawa Cinta yang begitu ramah dan renyah membuat hati Zayn merasa teduh dan tenang, pasalnya selama ini Cinta selalu merasa terganggu dengan kehadiran Zayn.
“Cinta, jika kau ditakdirkan Allah untuk menjadi jodohku, menjadi bidadari syurgaku didunia ini, insyaAllah aku akan memberikan yang terbaik untukmu semampu dan sebisaku, jika diijinkan Allah aku pun ingin menjadi jodoh akhiratmu." ucap Zayn dalam hati sambil tersenyum simpul.
“Kau duduklah, sepertinya makanan ini cukup untuk kita makan bersama” ajak Cinta.
Zayn pun mengagukkan kepalanya.
Melihat interkasi dari kedua orang yang ada dihadapannya itu, Diki hanya tersenyum. Diki tahu saat ini tuannya pasti sangat bahagia karena pada akhirnya wanita yang ia cintai bisa menerima kebaikan hatinya meskipun bukan menerima perasaan atupun lamaran Zayn.
“Cinta, aku berharap semoga engkaulah wanita yang akan menjadi pendamping hidupku agar aku bisa membahagiakanmu insyaAllah, namun jika jodohmu bukanlah aku maka aku akan tetap berdoa semoga calon Imammu kelak bisa memberikan kebahagiaan untukmu lebih dari niatku” lagi ucap Zayn dalam hati sekilas memandang Cinta yang kini sedang memejamkan matanya sambil menengadahkan tangan untuk berdoa sebelum menikmati rejeki yang Allah berikan untuk mengisi perut mereka.
__ADS_1
#tbc….
...Haaii readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dengan like, komen, favoritkan, bantu beri hadiah dan rate bintang lima juga ya. Love U all readers terkasih. 💖...