Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Kabar Bahagia


__ADS_3

🌸🌸🌸


Masih di ruang yang sama, Zayn berusaha membujuk Oma Aleta agar memberikan restunya untuk hubungan Zayn dengan Cinta.


“Oma, Oma mau kan besok mendampingiku untuk melamar Cinta?” tanya Zayn dengan tatapan penuh harap.


Oma Aleta masih terdiam tanpa suara hanya menatap lekat pada wajah cucu semata wayangnya.


“Oma….” Panggil Zayn sambil mencium punggung tangan Oma nya.


“Soraya, aku ingin kekamar” ucap Oma Aleta.


“Baik nyonya” Soraya pun mendekat pada nyonya Aleta.


“Oma….” Panggil Zayn pelan ketika Oma Aleta berusaha berdiri dari duduknya dan melepaskan genggaman tangan Zayn.


“Sebaiknya kau pulang saja” ucap Oma Aleta pelan.


“Tapi Oma…” ucap Zayn terjeda ketika Jhonson menghalangi Zayn untuk mendektai Oma nya.


“Maaf tuan sebaiknya anda pulang saja, sepertinya nyonya besar tidak ingin diganggu” ucap Jhonson.


Oma Aleta berjalan menuju lift rumahnya untuk naik ke lantai atas. Soraya yang disampingnya turut membersamainya.


Zayn, Kak Prinka dan Diki diam di tempat melihat keprgian nyonya Aleta.


“Tuan, nona, jika sudah tidak ada kepentingan lagi saya tinggal dulu” ucap Jhonson ingin menyusul nyonya besarnya.


“Tuan Jhonson….” Panggil Zayn.


Jhonson pun berbalik menoleh kearah Zayn.


“Iya tuan muda” jawab Zayn.


“Apakah Oma sehat, apa Oma baik-baik saja?” tanya Zayn yang merasa tangan Oma nya begitu dingin ketika di genggamnya tadi.


“Seperti yang anda lihat nyonya besar dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Jika tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi” ucap Jhonson.


“Baiklah, kalau begitu kami juga permisi, sampaikan salam kami untuk Oma, kami pulang” ucap Zayn.


“Baik tuan” jawab Jhonson menundukkan kepalanya.


Dengan segera Jhonson yang paham bahwa nyonya nya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja langsung naik kelantai atas.


Sedangkan Zayn, Kak Prinka dan Diki berjalan keluar menuju pintu utama.


“Nyonya, apa nyonya baik-baik saja?” tanya Soraya yang kini memeluk tubuh lemah nyonya besarnya.


“Aku merasa tubuhku sangat sakit dan kedinginan Soraya” jawab nyonya Aleta terbata menahan sakit dengan tubuh menggigil.


“Nyonya, kuat nyonya” Soraya memeluk tubuh nyonya Aleta.


Namun sayang, nyonya Aleta tiba-tiba tak sadarkan diri.


Soraya dengan segera memghubungi Dokter dan perawat jaga.


Setelah sampai di lantai 3 yang langsung menuju ruang kamar nyonya Aleta, Soraya menginstruksikan kepada para pelayan, perawat dan Dokter siaga untuk segera memeriksa kondisi Kesehatan nyonya Aleta.

__ADS_1


Sementara itu, Zayn, Diki dan Kak Prinka yang kini sudah keluar dari rumah besar itu lanvsung menuju mobil mereka diparkiran.


“Zayn, apa maksudmu bertanya pada Jhonson apakah Mami sehat, apakah Mami sedang sakit Zayn?” tanya Kak Prinka yang juga merasa khawatir ketika baru saja hendak masuk mobil.


“Entahlah Kak, hanya saja ketika aku bersalaman dan terakhir menggenggam tangan Oma, tangan Oma terasa dingin sekali” jawab Zayn.


“Apakah Mami sakit?, Zayn aku akan keatas, aku ingin memastikan keadaan Mami” ucap Kak Prinka yang berbalik ingin kembali masuk rumah itu.


“Kak” panggil Zayn dan Diki bersamaan.


Kak Prinka pun menoleh.


“Kita doakan saja semoga Oma sehat, jika memang terjadi sesuatu Jhonson pasti akan mengabari kita. Kakak lihat sendiri kan Oma Aleta sepertinya tidak ingin kita ganggu.” Ucap Zayn.


“Iya Kak, sebaiknya kita pulang saja dulu, saya juga tidak ingin anda akan jadi imbasnya seperti waktu itu, maaf” tambah Diki yang juga khawatir Kak Prinka di marah dan dihina lagi oleh nyonya Aleta.


“Baiklah” jawab Kak Prinka patuh.


“Lalu mau kemana kita sekarang?” tanya Diki.


“Sebelum ke makam orang tua kita, bagaimana kalau kita mall atau kemana gitu mencari hantaran untuk besok?” ajak Zayn.


“Zayn, kau tinggal telpon saja pegawai mu biar mereka yang menyiapkan, kau tinggal bilang saja ingin disiapkan apa dan lagi Kakak juga sudah suruh orang untuk menyiapkan semuanya” ucap Kak Prinka.


“Iya juga sih, tapi Kak dari pada kita pulang kerumah setelah ziarah karena nggak jelas mau kemana mending jalan kemana gitu cari apa gitu untuk acara besok." ajak Zayn.


"Mau lebaran kerumah keluarga juga nggak ada disini yang lebaran, dan lagi kalaupun ada keluarga disini pada nggak lebaran Kak, beda sama kita” ucap Zayn.


“Kita kerumah keluarga Diki saja, keluarga Diki yang ada disini kan juga keluarga kita” usul Kak Prinka.


“Bener juga ya, gimana Dik?” tanya Diki.


“Oke sip, berarti kita ke rumah Pak De dan Bude kamu saja dulu baru nanti ziarah” usul Kak Prinka.


"Woke" jawab Diki dan Zayn.


Diki pun melajukan mobilnya menuju kawasan daerah Plaju Palembang.


Triiing….


Ponsel Zayn berbunyi, ada panggilan video call di ponselnya.


“Bobi” ucap Zayn ketika melihat panggilan video call itu.


“Assalamu’alaikum” salam Zayn.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh Kakak ganteng" jawab salam dari Bobi dan Mia bersamaan.


“Ehh ada Mia juga?” tanya Zayn.


“Iya Kak, ini Bobi lagi main kerumahnya aku Kak. Met lebaran Kak Zayyan, mohon maaf lahir dan bathin” ucap Mia dengan semangatnya.


“Owhh... begitu, mohon maaf lahir dan bathin juga untuk kalian berdua, salam untuk bapak dan ibu” ucap Zayn tersenyum ramah.


“Kak, rumah Kakak dimana sih, kita mau main kerumah Kakak boleh nggak, share loc dong?” tanya Bobi.


“Emhh, boleh sih, tapi kebetulan Kakak sekarang lagi diluar mau ketempat keluarga” jawab Zayyan.

__ADS_1


“Owhh gitu ya, ya nggak jadi deh silaturahimnya secara nyata cuma bisa virtual padahal udak nggak lock down dan PPKM lagi” ucap Mia.


“Emmhh, gini aja gimana kalau lepas dari rumah keluarga kita dan pulang dari Ziarah, nanti kita ketemuan aja, atau kalau boleh biar Kakak yang datang kerumah kalian, setelahnya baru kerumah Kakak, sekalian ada kabar bahagia juga yang ingin Kakak sampaikan pada kalian berdua” usul Zayn.


“Ide bagus itu, oke kita setuju, nanti kita share loc alamatnya rumah Mia ya Kak, kita tunggu loh kedatangan Kak Zayn, tapi maaf ya Kak rumahnya Mia gubuk tapi nggak pake derita kayak lagunya Meggy Zed” jawab Mia sambil cengengesan.


Zayn hanya tersenyum mendengar celoteh panjang dari Mia. Keceriaan Mia membuat Zayn merasa punya adik kecil yang periang.


“Oke, sampai ketemu nanti ya” ucap Zayn.


“Oke Kak, beneran datang ya Kak, kita kirim lokasi rumahnya Mia, kita tunggu ya Kak. Assalamu’alaikum” ucap Bobi.


“InsyaAllah, wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn tersenyum ramah.


“Dah Kak Zayyan Wilson, kita tunggu ya, dadaaaa….” Ucap Mia sambil melambaikan kedua tangannya pada Zayn.


“Iya, dadaaaa….” Zayn pun ikut melambaikan tangannya.


Dan panggilan telpon itu pun the end.


Kak Prinka dan Diki tercengang melihat interaksi Zayn dengan kedua orang yang ada di dalam ponslenya tadi.


“Zayn, siapa mereka?” tanya Kak Prinka yang takjub karena agak sulit dipercaya Zayn bisa seakrab itu dengan orang lain.


“Mereka adik-adik angkat ku Kak” ucap Zayn tersenyum.


“Adik angkat???” tanya Kak Prinka dan Diki bingung.


Zayn pun menceritakan tentang Bobi dan Mia yang sangat baik padanya dan senantiasa membantu Zayn untuk merebut hati Cinta.


Zayn tertawa kecil sambil bercerita mengingat betapa gigihnya Bobi dan Mia mendukung usahanya untuk menarik perhatian Cinta sampai-sampai mereka membuat grup Fans Club ZaCi Lovers.


Kak Prinka dan Diki pun ikut tertawa mendengar cerita Zayn tentang Bobi dan Mia yang ikutan konyol ketularan Zayn.


Hingga malam tiba, lepas sholat maghrib Zayn, Kak Prinka dan Diki pun silaturahim kerumah Mia, kedua orang tua Mia pun menyambutnya dengan hangat, kedua orang tua Mia banyak berterima kasih pada Zayn karena telah membantu biaya pengobatan Ayah Mia, bahkan tak tanggung-tanggung untuk lebaran tahun ini pun Zayn memberikan THR yang luar biasa kepada keluarag mereka, padahal mereka bukanlah siapa-siapa tapi Zayyan begitu menghormatinya.


Zayn merasa begitu nyaman dan bahagia dengan kesederhanaan keluarga Mia, Zayn banyak belajar dari Mia dan Bobi dan juga keluarganya tentang artinya keluarga, kesederhanaan, kepedulian dan kasih sayang.


Tak lupa Zayn pun mengabarkan berita gembira tentang proses lamarannya pada Cinta esok hari, Zayn berharap keluarga Mia pun bisa ikut mendampingi Zayn sebagai keluarga dari pihak Zayn. Dengan senang hati mereka pun bersedia.


“MasyaAllah…. Kak Zayn, akhirnya… memang ya hasil itu tidak akan mengecewakan prosesnya” ucap Mia dengan mata berkaca-kaca.


“Bener banget akhirnya usaha Kak Zayn membuahkan hasil. Tabarokallah ya Kak” ucap Bobi memeluk Zayn saking bahagianya.


Malam itu suasana dirumah Mia terasa begitu hangat, bukan hanya Zayn yang merasa bahagia, Kak Prinka dan Diki pun juga demikian.


Apalagi Kak Prinka, yang sejak kecil tidak begitu mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Maminya, ketika mendapat pelukan hangat dari Ibu nya Mia, Kak Prinka merasakan hangatnya pelukan seorang Ibu, dan seketika hatinya merasakan kerinduaan yang sangat besar pada Mami Aletanya.


Pukul 9 malam, akhirnya Zayn, Kak Prinka dan Diki pun berpamitan. Niat awalnya Bobi dan Mia yang ingin berkunjung ke rumah Zayn pun jadi batal, mereka akhirnya menghabiskan malam itu di rumah Mia.


Mia dan Bobi akan kerumah Zayn pagi-pagi sekali esok harinya untuk membantu persiapan acara lamaran Zayn pada Cinta.


Bobi dan Mia bersyukur dan turut bahagia akhirnya Kak Zayn dan Kak Cinta mereka pun bisa bersatu menuju pasangan halal.


Tak lupa malam itu Bobi dan Mia sangat heboh mengabarkan update berita tentang ZaCi Lovers di grup whatsapp mereka. Mereka berdua berjanji besok akan membuat video proses lamaran Zayn pada Cinta dan membagikannya di grup ZaCi Lovers yang mereka buat.


💖💖💖

__ADS_1


💖Tbc….


...Haiii readers kesayangan mohon dukungannya ya, mohon bantu like di setiap episodenya, boleh juga bantu vote dan hadiahnya ya, bagi yang belum memfavoritkan yuk di favoritin dulu karya ini agar readers tidak ketinggalan ceritanya. Love U all readers.😍😍...


__ADS_2