Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Tulus dan Ikhlas


__ADS_3

...💐Jadilah orang yang paling ikhlas bukan paling baik, sebab dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan namun dalam keikhlasan insyaAllah ada kebaikan.💐...


🌸


Betapa terkejutnya Kak Prinka ketika mendapati dua orang laki-laki yang kini tersenyum dihadapannya.


"Zayn... kau disini?, Kakak baru saja mau kekamarmu" ucap Kak Prinka kaget.


"Aku ingin tahu bagaimana keadaan Cinta Kak" ucap Zayn.


"Cinta alhamdulillah baik-baik saja. Kau ini padahal sendirinya sakit, harusnya kau istirahat juga" nasehat Kak Prinka


"Hatiku tidak tenang Kak sebelum melihat kondisi Cinta dengan mataku sendiri" jawab Zayn.


"Maaf nona, sedari subuh tuan Zayn ngotot mau mengunjungi nona Prinka, tapi saya tahan, malukan subuh-subuh sudah besuk nona Cinta. Tapi, pagi ini maafkan saya karena terpaksa membawa tuan Zayn kesini, taringnya nyaris keluar" sindir Diki sambil memegang kursi roda Zayn.


"Masuklah kalau begitu" ucap Kak Prinka.


Bagi Kak Prinka percuma juga memberi saran dan berperang kata dengan Zayn, ujung - ujungnya masih Zayn juga yang akan menang.


"Itu tuan Zayn ya nona Prinka?" tanya Umma Salamah.


"Iya Umma, bocah nakal ini pagi-pagi buta sudah mau berkunjung" jawab Kak Prinka.


"MasyaAllah, nak Zayn bukannya kamu juga sedang dirawat. Yasudah ayo masuk-masuk sini, Zil bantu suapi Cinta" titah Umma Salamah lalu berjalan untuk menemui Zayn.


"Baik Umma" jawab Kak Zilvia.


"Masuk nak Zayn" acap Umma Salamah.


"Assalamu'alaikum Umma" Salam Zayn yang didorong kursi rodanya oleh Diki.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Umma Salamah.


"Subhanallah nak Zayn, bagaimana keadaanmu?" tanya Umma Salamah melihat Zayn yang duduk dikursi roda.


"Alhamdulillah sehat Umma" jawab Zayn tersenyum.


"Bagaimana luka jahit mu nak?, Buya cerita semalam katanya kamu kena luka tusuk ya?" Umma Salamah kini duduk di sofa tamu ruang rawat Cinta.


Cinta yang mendengar percakapan itu berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya, untuk menajamkan pendengarannya.


"Iya Umma, tapi Alhamdulillah sudah baik-baik saja Umma" jawab Zayn.


"Alhamdulillah kalau memang begitu, maaf Umma belum sempat besuk kamu, apa kamu sudah sarapan?" tanya Umma Salamah.


"Belum sempat Umma" ucap Zayn.


"Sarapan kamu belum dianter ya?" tanya Umma Salamah.

__ADS_1


"Sudah Umma" jawab Zayn tersenyum.


"Tuan Zayn tadi buru-buru nyonya, disuruh sarapan dulu tapi nanti saja katanya mau besuk nona ustadzah Cinta dulu" kali ini Diki yang menjawab.


"Emhh,, itu karena saya khawatir saja Umma, saya hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Cinta" jawab Zayn dengan sikap salah tingkah karena malu.


"MasyaAllah, nak Zayn padahal kamu juga sedang sakit. Alhamdulillah, Cinta sudah lumayan baikan, kamu lihat sendiri kan dia sedang makan. Sebaiknya kamu sarapan juga" ucap Umma Salamah.


"Baik Umma, bolehkah saya bertemu Cinta sebentar?" izin Zayn pada Umma.


"Sikahkan" ucap Umma Salamah pada Zayn.


Dikipun mendorong kursi roda Zayn menuju ranjang perawatan Cinta.


"Assalamu'alaikum Cinta" suara Zayn terdengar begitu syahdu.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Cinta.


"Apa kabarmu, apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang?" tanya Zayn yang nyaris jatuh air matanya melihat kondisi wajah Cinta yang terlihat lebam bekas tamparan laki-laki jahat itu.


"Alhamdulillah" Cinta menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana denganmu, apakah luka tusuk itu masih terasa sakit?" tanya Cinta.


"Alhamdulillah sudah tidak sakit lagi, tenang saja aku sudah baik-baik saja kok" ucap Zayn meyakinkan sambil tersenyum ramah.


"Alhamdulillah. Terima kasih karena sudah menolongku" ucap Cinta diiringi dengan kristal bening yang mengalir dari sudut matanya.


Umma, Kak Prinka, Kak Zilvia serta Diki yang melihat interkasi keduanya ikut terharu.


Mereka dapat melihat ketulusan dari Zayn, bahkan meskipun sudah ditolak oleh Cinta lamaran dan cintanya, Zayn masih perduli dan melindungi Cinta dalam diamnya.


Setelah memastikan bahwa Cinta sudah baik-baik saja, Zayn pun kembali kekamarnya.


"Kalau begitu aku pamit pulang ke kamarku ya, kamu makan yang banyak dan semoga cepat sembuh" ucap Zayn dengan senyum manisnya.


Deg deg deg deg....


Jantung Cinta berdegub kencang ketika melihat senyuman manis yang Zayn berikan untuknya.


Secepatnya Cinta mengalihkan pandangannya dan beristighfar dalam hatinya ketika netra mereka bertemu.


"Astaghfirullahaladzim... MasyaAllah perasaan apa ini, mengapa aku jadi deg-deg kan begini" gumam hati Cinta serasa ada yang menggelitik dihatinya.


"Assalamu'alaikum Cinta" salam Zayn dengan tingkah malu-malu karena saat ini direlung hatinya terasa ada sengatan listrik saat netranya bertemu dengan bola mata indah milik Cinta.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab salam Cinta dan semua yang ada diruangan itu.


Zayn pun undur diri sambil terus memegangi jantungnya yang terus bedegub kencang.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim.... ampuni zina mata dan zina hatiku ini Yaa Allah" lirih hati Zayn.


Setelah Zayn beranjak dari kamarnya, Cinta terus saja merasa bersalah atas sikapnya selama ini pada Zayn, apa lagi setelah Cinta tahu bahwa alasan Zayn terus ngotot ingin mengantarnya pulang saat selesai pengajian bersama Kak Prinka dan teman-temannya adalah untuk melindungi Cinta dari si laki-laki penguntit jahat itu.


Cinta sungguh tak menyangka, Zayn begitu tulus mencintainya hingga rela berkorban nyawa untuk menyelamatkan Cinta, meskipun Cinta sudah menolak cinta dan lamarannya.


"Zayn, aku bersyukur dipertemukan dengan laki-laki sepertimu, maafkan sikapku selama ini padamu. Terima kasih untuk semua perhatianmu serta niat tulus dan iklhasmu yang senantiasa membantuku, kamu benar-benar orang baik Zayn" ucap Cinta dalam hati yang tak mampu ia ucapkan langsung pada Zayn.


Cinta ingat kotak kecil yang Zayn berikan padanya kemarin sore, sebagai hadiha ulang tahunnya. Cinta penasaran apa sebenarnya isi kotak itu. Tiba-tina Cinta adinkepikiran dimana hadiah dari Zayn itu sekarang.


"Yaa Allah... dimana kotak hadiah itu ya, seingatku kemarin aku masukkan kedalam tasku. Eehhh... ngomong-ngomong dimana tasku ya?" tanya Cinta pada dirinya sendiri lalu membuka matanya yang tadi ia pejamkan.


"Subhanallah, barang-barangku, motorku, gimana nasibnya" Cinta baru ingat dengan barang-barang pribadinya itu.


"Kak Zil" panggil Cinta.


"Iya, kenapa Dek ada yang bisa Kakak bantu?" tanya Kak Zilvia.


"Kak, apa Kakak tahu kabar motor dan barang-barangku?" tanya Cinta pelan.


"Owhh, motor dan barang-barangmu semuanya masih dikantor polisi Dek. Semalam sempat di bawa ke kantor polisi untuk barang bukti, tapi kata Bang Ayubi insyaAllah hari ini akan di kbaliakn kecuali barang-baramg yang me jadi penguat bukti fisik laporan kejadian tadi malam." jawab Kak Zilvia.


"Alhamdulillah kalau begitu. Oiya Kak Bagaimana dengan pelakuny" tanya Cinta.


"Pealkuknya sudah di tahan polisi dan semua bukti memberatkannya, apa lagi Zayn juga punya bukti kalau dia sering mengikutimu dan Zayn juga punya rekaman suara percakaapnya dengan si penjahat itu agar tidak mengikuti ataupun mengganggumu" jawab Kak Zilvia.


"Berarti sudah sejak lama dia mengikutiku, aku mamg benerapa kali melihat motor itu mengijutiku dsei belakang saat malam pulang dari pengajian, aku pikir itu Zayn karena dia sering mengikutiku tapi ternyata dia laki-laki yang pernah menggodaku" ucap Cinta.


"Nah dari cerita Buya semalam oleh karena itulah Zayn diam-diam setiap amlamnya memginutimu dengan gonta-ganti mobil agar kamu tak menyadseinya karena Zayn takut kamu marah padanya." cerita Kak Zilvia.


"Zayn itu baik banget ya Dek, sepertinya dia benar-benar tulus mencintaimu, buktinya walaupun kau tolak cinta dan lamarannya, dia tetap perduli padamu." tambah Kak Zilvia.


"Cinta apa kamu yakin menolak laki-laki sebaik Zayn, tidak banyak lelaki yang bisa seperti itu, kalaupun ada belum tentu akan datang dua kali padamu, mungkin banyak laki-lami lain seperti Zayn tapi mungkin laki-laki itupun dipersiapkan Allah untuk wanita yang lain pula. Cinta kamu beruntung dicintai dengan tulus seperti itu, pikirkanlah lagi keputusanmu dan tanya dengan jelas pada hatimu lalu istiqorohlah" nasehat Kak Zilvia.


Cinta hanya bisa diam mendengar kalimat terakhir yang Kak Zilvia sampaikan padanya.


"Oia nanti Umma Tuti dan Anis akan kesini menggantikan Kakak dan Umma. Kamu cepat sembuh ya Dek" ucap Kak Zilvia mengusap lengan Cinta.


"Iya Kak, terima kaaih ya Kak sudah menemaniku." ucap Cinta.


"Iya sama-sama" jawab Kak Zilvia.


Setelah Umma kembali dari kamar Zayn, Umma Salamahpun bersama Kak Zilvia pamit pulang pada Cinta karena Umma Tuti dan anak pertamanya Anis sudah datang untuk bergantian menjaga Cinta.


"Zayn, sedang apa kau saat ini, apakah lukamu benar-benar sudah tak sakit lagi?, apakah kau sudah makan dan minum obat?", aku ingin tahu sedang apa kau saat ini, apakah kau sedang memikirkanku juga?" Cinta bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap langit-langit kamar rawat inapnya.


#tbc....


...All readers mohon dukungannya untuk karya ini ya dengan tekan like, komen, bantu beri hadiah juga dan tentunya favoritkan karya ini ya bagi yang belum memfavoritkan. Terima kasih tak terhingga untuk all readers terkasih...

__ADS_1



__ADS_2