Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Bagaimana dengan Mu ?


__ADS_3

...🖋Tabarokallah... Terima kasih untuk all readers atas dukungan dan semangat dari kalian semua, semoga kita menjadi pribadi yang baik dan ikhlas, insyaAllah. Love U all readers terkasih.🖋...


🌸


Setelah melewati malam yang panjang, akhirnya matahari pun kembali menampakkan wajahnya, memberi kehangatan pada bumi Allah yang sedari malam tiada henti hujan mengguyur tanah bumi Sriwijaya.


Sebelum masuk waktu subuh, Baik Zayn maupun Cinta sudah bangun, dengan kondisi yang semampunya mereka tetap melaksanakan kewajiban mereka menunaikan ibadah sholat subuh dan rangkaian ibadah lainnya.


“Alhamdulillah, sudah sholatnya nak?” tanya Umma Salamah yang menemani Cinta diruangan itu.


“Alhamdulillah sudah Umma” jawab Cinta mencoba membenarkan posisi tubuhnya agar lebih nyaman diatas hospital bed.


“Sssstttt” Cinta mendesis menahan sakit ditubuhnya.


“Sakit ya nak?” tanya Umma.


“Iya Umma, seluruh badanku terasa sakit semua” ucap Cinta hingga mengeluarkan air mata menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.


Bahkan sholatpun semampunya Cinta dengan posisi berbaring diatas ranjangnya.


“Sabar ya nak, ikhlas, semoga cepat pulih” ucap Umma menguatkan Cinta sambil mengelus kepala Cinta.


“Iya Umma, terima kasih Umma dan maafkan aku jadi merepotkan Umma” ucap Cinta berderai air mata.


“Kamu tidak merepotkan Umma nak, sudah jangan menangis lagi ya sayang, kamu sudah aman disini dan yang penting sekarang kamu sudah mendapatkan perawatan yang baik” ucap Umma Salamah memeluk Cinta.


“Kamu minum dulu ya Dek” ucap Kak Zilvia yang ikut menemani Umma menjaga Cinta.


“Iya, terima kasih Kak Zil, Kak Zil jadi ikutan repot karena aku” Cinta menatap Kak Zilvia yang mengelap air mata Cinta dengan tissu.


“Cinta” panggil Kak Prinka yang baru saja selesai sholat subuh.


“Kak Prinka” ucap Cinta.


Kak Prinka tersenyum.


“Kakak disini juga, maaf Kakak jadi ikutan repot karena aku” ucap Cinta tak enak hati.


“Nggak repot kok, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Kak Prinka yang kini ikut duduk disebelah Umma Salamah.


Nampak terlihat jiwa ke ibu-an dari seorang Kak Prinka.

__ADS_1


“Aku merasa sudah agak baikan Kak, hanya saja sekujur tubuhku terasa begitu sakit hingga sangat sulit digerakkan” jawab Cinta.


Kak Prinka tahu betul apa yang dirasakan Cinta karena Kak Prinka juga pernah merasakannya bahkan lebih parah dari itu yang meninggalkan banyak bekas luka di sekujur tubuhnya.


“Kak, Kakak menangis?” tanya Cinta membuyarkan lamunan Kak Prinka.


“Owhh... ini, ini karena Kakak senang akhirnya kamu bangun juga, sejak Kakak datang ke IGD tadi malam kamu sudah tertidur setelah diperiksa dr.Viona. Alhamdulillah kamu sudah bangun, Kakak senang bisa ngobrol lagi dengamu” ucap Kak Prinka.


Bukannya berhenti air mata Kak Prinka keluar justru semakin deras.


“Terima kasih Kak atas bantuannya dan maaf karena aku sudah membuat Kakak ikut khawatir” ucap Cinta ikut banjir air mata.


Kak Zilvia yang melihat ketulusan yang diberikan Kak Prinka pada Cinta seakan merasakan ada sesuatu yang dipendam oleh Kak Prinka.


Kak Zilvia sejak tadi malam terus mengamati Kak Prinka, terlebih saat Kak Prinka salah tingkah ketika berpapasan dengan suaminya.


Mungkin orang lain tak melihat kegugupan Kak Prinka ketika berhadapan dengan suaminya, namun Kak Zilvia paham betul gelagat Kak Prinka yang berusaha menghindari suaminya.


“Dek bagaimana dengan perasaanmu, apa kamu sudah baik-baik saja?” tanya Kak Zilvia.


“Iya Kak hanya saja ketika aku menutup mata bayangan kejadian itu kembali menggangguku, rasanya tidak nyaman saja” jawab Cinta.


“Semalam kamu juga terus mengigau Dek, menangis dan seolah-olah ketakutan padahal matamu masih terpejam dan kamu juga tak bangun-bangun saat dibangunkan." cerita Kak Zilvia.


"Sudah, tak apa. Kamu tenang ya nak" Umma memeluk Cinta menenangkan.


"Untung saja ada nona Prinka yang bisa menenangkanmu. Nona Prinka luar biasa tadi malam, terima kasih atas bantuannya semalam ya nona Prinka” ucap Kak Zilvia mencoba akrab dengan Kak Prinka.


“I-iya ustadzah Zilvi, sama-sama” ucap Kak Prinka masih saja gugup jika diajak ngobrol oleh Kak Zilvia sedari malam tadi.


Entah mengapa Kak Prinka hanya merasa tak enak hati dan merasa bersalah pada Kak Zilvia karena Kak Prinka tanpa sadar terkadang terlintas dipikiran dan hatinya akan bayangan ustadz Ayubi.


“Nona Prinka panggil saya Mbak Zilvi saja biar kita lebih akrab. Saya kagum pada nona Prinka selain cantik dan baik, ternyata pandai juga menenangkan hati Cinta semalam, saya mau belajar banyaklah dari nona Prinka” lagi Kak Zilvia dengan tutut bahasanya yang lembut mencoba mendekatkan diri dengan Kak Prinka.


“Mbak Zilvia berlebihan rasanya ngomong begitu, saya, saya jadi salah tingkah ni” ucap Kak Prinka tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Nona Prinka memang begitu adanya" Kak Zilvia tersenyum hangat, wajahnya terlihat sangat manis dengan tatapan mata sendu.


"Kalau begitu mbak Zilvi panggil saya Prinka saja ya mbak" ucap Kak Prinka.


"Baik Mbak Prinka, alhamdulillah" Kak Prinka tersenyum.

__ADS_1


Tatapan mata Kak Zilvia terasa begitu hangat dan menenagkan, senyumnya begitu manis dan nampak begitu ikhlas memuji Kak Prinka.


Mendapati itu semua, hati Kak Prinka semakin merasa bersalah pada Kak Zilvia, alasannya karena Kak Prinka mulai menyadari perasaannya bahwa Kak Prinka mulai jatuh hati pada suami Kak Zilvia yakni ustadz Ayubi dan sebisanya Kak Prinka ingin menghindarinya agar tak ada hati yang tersakiti.


Ning nung ning nung....


Suara bel terdengar dari balik pintu kamar ruangan Cinta. Tak lama kemudian pintu itupun terbuka.


“Assalamu’alaikum, selamat pagi” ucap pramusaji wanita yang mengatarkan sarapan untuk Cinta.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” ucap keempat wanita cantik berkerudung itu.


"Permisi Ibu, mbak, ini sarapan nya ya mbak Cinta, selamat makan dan semoga segera pulih" ucap pramusaji itu.


"Terima kasih mbak" ucap semua yang ada diruangan itu.


"Cinta, makan dulu ya nak" ucap Umma kemudian meletakkan nampan makanan itu di atas nakas samping hospital bed.


"Kalau begitu saya permisi ke kamar Zayn dulu ya Umma, Mbak Zilvi dan Cinta. Sebelum pulang nanti saya mampir lagi kesini" ucap Kak Prinka.


"Zayn, bagaimana dengan Zayn Kak, apa Zayn juga dirawat disini?" tanya Cinta sedikit panik karena baru ingat samar-samar semalam ia mendengar dan melihat Zayn terluka.


"Zayn dirawat dikamar sebelah, alhamdulillah semalam Kakak sempat melihatnya Zayn sudah baik-baik saja" jawab Kak Prinka.


"Aku ingin melihatnya Kak" ucap Cinta.


"Kamu istirahat saja, lagi pula kamu kan belum bisa banyak bergerak. Tidak usah khawatir, alhamdulillah Zayn baik-baik saja" ucap Kak Prinka.


"Baiklah kalau begitu, aku titip salam untuk Zayn ya Kak" ucap Cinta.


Kak Prinka pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Cinta.


Kak Prinka pun berpamitan pada Umma Salamah, Cinta dan Kak Zilvia.


"Saya permisi kesebelah dulu ya, Assalamu'alaikum" ucap Kak Prinka kemudian berjalan menuju pintu keluar.


Baru saja Kak Prinka membuka pintu kamar Cinta, sudah ada dua orang laki-laki yang dihadapan Kak Cinta.


"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" salam dari dua laki-laki itu sambil tersenyum.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarkatuh" jawab Kak Prinka dan tiga wanita lainnya didalam runagan itu yang juga mendengar salam dari balik pintu.

__ADS_1


#tbc....


...All readers mohon dukungannya untuk karya ini ya dengan tekan like, komen, bantu beri hadiah juga dan tentunya favoritkan karya ini ya bagi yang belum memfavoritkan. Terima kasih tak terhingga untuk all readers terkasih....


__ADS_2