
Wedding party siang menjelang sore itu pun berjalan dengan khidmad dan lancar, bukan hanya Cinta dan Zayn yang berbahagia, bahkan semua orang yang hadir mendoakan Zayn dan Cinta pun turut bergembira dan bersuka cita.
Begitupun Oma Aleta. Oma Aleta bahagia pada akhirnya Oma dapat melihat putra dari putranya tersenyum bahagia dihari pernikahannya dengan gadis pilihannya sendiri.
Tertetes air mata Oma Aleta teringat dengan putra kesayangannya yang telah tiada, ada rasa sesak dihatinya mengapa dulu ia tak merestui hubungan putranya dengan menantunya, hingga Oma Aleta malah lebih memilih membiarkan putranya pergi bahkan kini telah pergi untuk selamanya.
"Bryan anakku... maafkan Mami nak karena telah bersalah padamu dulu, maafkan Mami karena dulu tak membuatkan pesta pernikahan untukmu nak, maafkan Mami karena Mami tak dapat mendampingimu dulu, tapi lihatlah kini Mami dapat menyaksikan kebahagiaan putramu dihari pernikahannya" isak tangis dan bulir bening itupun menganak sungai di pelupuk mata Oma Aleta.
Oma Aleta menatap lekat pada cucu menantunya dan semakin deras pula air mata nya tumpah.
"Talita, maafkan Mami nak, maafkan Mami karena dulu sudah membuat luka dihatimu, maafkan Mami yang dulu tak mau menerimamu dan tak memperdulikanmu, maafkan Mami sayang, maafkan Mami Lita, Mami menyayangimu nak, maafkan keegoisan Mami" ucap Oma Aleta lalu memegang dadanya.
Kak Prinka yang berada tak jauh dari Mami Aleta pun segera mendekat pada Maminya.
"Mi, Mami kenapa Mi, Mami menangis, ada apa Mi, apa ada yang sakit?" tanya Prinka sedikit cemas dengan suara pelan agar tak menimbulkan gaduh.
Mami Aletapun langsung memeluk Kak Prinka.
"Mami merindukan Bryan dan Talita" ucap Mami Aleta dan semakin deras air matanya tumpah.
"Mami banyak bersalah pada mereka berdua" ucap Mami Aleta memeluk erat tubuh putri semata wayangnya.
Kak Prinka pun memeluk erat Maminya dan ikut meneteskan air mata.
"Kak Bryan dan Kak Talita sudah bahagia Mi, sekarang giliran Mami yang harus bahagia, Mami jangan menangis lagi, kita terus saja berdoa semoga kelak kita dikumpulkan Allah diSyurga-Nya agar kita bisa bahagia bersama, namun tentunya terlebih dahulu kita harus se-Iman Mi" ucap Kak Prinka menegaskan harapannya dengan bahasa yang lembut namun penuh penegasan.
__ADS_1
"Apakah kita harus se-Iman baru bisa bertemu lagi kelak dan berkumpul diSyurga-Nya?" tanya Mami Aleta menatap lembut putri kesayangannya yang selama ini ia abaikan.
"Hanya Allah Yang Maha Tahu segalanya, namun sebagai seorang muslim Prinka pun meyakini hal itu karena bahkan Al-Qur'an pun memberi petunjuknya tentang hal itu" ucap Kak Prinka.
"Bismillahirrahmanirrahim..." ucap Kak Prinka kemudian membacakan ayat-ayat Cinta Allah yang tertulis didalam Al-Qur'an.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Artinya, dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. Qur'an Surat At-Thur ayat 21" terang Kak Prinka.
Oma Aleta pun tetap mendengarkan, bahkan Jhonson pun ikut mendengarkan apa yang di sampaikan oleh keponakannya itu.
Jhonson langsung bergegas mendekat pada Aleta ketika tanpa sengaja tadi melihat Aleta menangis, namun ternyata Kak Prinka yang datang lebih dulu menguatkan Maminya.
"Bismillahirrahmanirrahim....
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
“Artinya, (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya." Kak Prinka membacakan tafsir ayat tersebut kemudian menjelaskan nya secara singkat dan lugas agar mudah dipahami oleh Mami.
Berdegub jantung Mami Aleta begitupun dengan Jhonson ketika mendengar Kak Prinka membacakan ayat-ayat Cinta Allah yang pernah Kak Prinka dengar ketika ustadz Ayubi mengisi tausiyah pada saat malam takziah berpulangnya Kakak dan juga Kakak iparnya, hingga membuat hati Kak Prinka terketuk dan yakin untuk menjadi seorang muslimah dengan memeluk agama Islam.
Dan kini Kak Prinka pun menyadari sepertinya itulah awal mulanya Kak Prinka jatuh cinta pada ustadz Ayubi, namun Kak Prinka sadar cinta itu tak pantas baginya dan perlahan Kak Prinka ingin mengikhlaskan cinta itu menguap dengan sendirinya agar tak ada beban dihatinya.
__ADS_1
Sore itu, dua hati pun membangun cinta pada Islam, Mami Aleta dan Jhonson pun terketuk hatinya untuk menjadi seorang mualaf. Tabarokallah.
"Mami ingin Allah beri kesempatan pada Mami untuk bisa berkumpul dengan anak-anak Mami kelak, Mami ingin se-Iman dengan anak-anak Mami agar Allah beri kesempatan pada Mami semoga kelak Allah kumpulkan Mami bersama anak-anak dan cucu-cucu Mami di Syurga-Nya kelak" ucap Mami Aleta berderai air mata sambil memegang pipi putri cantiknya.
Deg deg deg deg....
Berdegub kencang jantung Kak Prinka mendengar pengakuan Maminya, spontan Kak Prinka langsung menciumi wajah Mami yang ia cintai.
"MasyaAllah, Tabarokallah Mami, Alhamdulillah, semoga Mami bahagia selalu Mi, Prinka pun akan selalu berusaha membahagiakan Mami" ucap Kak Prinka lalu memeluk erat tubuh Maminya.
"Iya sayang, kamu juga harus bahagia, Mami juga berharap semoga putri cantik Mami segera menemukan Pangerannya, dan semoga Mami masih diberi kesempatan untuk bisa mendampingi putri Mami duduk di pelaminan dengan rasa bangga dan bahagia" ucap Mami jujur lalu tersenyum menatap lekat wajah putrinya.
Kak Prinka tertegun mendengar harapan Maminya, tak ingin mengecewakan Maminya, Kak Prinka pun tersenyum dan mengaminkan doa Maminya.
Jhonson yang melihat kedekatan ibu dan anak itupun turut merasa bahagia.
"Oiya Mi, Mami tunggu disini sebentar ya, Prinka punya sesuatu untuk Mami, Prinka ambil dulu ya Mi" ucap Kak Prinka yang memang sudah menyiapkan kado kejutan untuk Maminya.
Baru saja Kak Prinka berdiri, seorang anak kecil berlari-lari dan tak sengaja menabrak Kak Prinka, karena posisi Kak Prinka yang tak siap maka tubuh Kak Prinka pun oleng dan....
Praaaannngggg....
Bunyi gelas pun jatuh pecah seribu karena tak sengaja tersenggol Kak Prinka.
Kak Prinka yang sudah pasrah tubuhnya akan terhempas kelantai pun tiba-tiba merasa ada yang menopang kepala dan tubuhnya hingga akhirnya tubuh Kak Prinka pun tak jadi membentur lantai.
__ADS_1
🌸to be continue🌸
...Jangan lupa dukungannya ya all readers. Love U all readers 🤗🥰💖...