Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Bertemu Pandang


__ADS_3

Kak Prinka duduk di sofa tamu, kini dia hanya bisa diam setelah puas menangis sejak kepergian Oma Aleta, ingin rasanya Zayn bertanya apa yang sebenarnya terjadi antara tante dan Oma nya itu, namun niat keingin tahuannya itu Zayn bendung karena beberapa kali ditanya Kak Prinka tak menjawab hanya terus menangis.


"Nona, ayo makan dulu" tawar Diki pada nona mudanya.


Kak Prinka hanya menjawabnya dengan senyuman.


"Kak Makanlah dulu, aku temani Kakak makan ya, ini minum dulu" ucap Zayn.


"Aku belum nafsu makan, nanti jika aku lapar aku akan makan" jawab Kak Prinka tersenyum.


"Dan kamu Zayn, sebaiknya kamu beristiharat ditempat tidurmu. Diki tolong bawa Zayn kembali ketempat tidurnya" titah Kak Prinka.


"Baik nona, ayo tuan" ajak Diki.


Zayn pun patuh.


Baru saja Zayn berbaring ditempat tidurnya, bel pintu kamarnya berbunyi.


"Biar aku yang buka" ucap Kak Prinka.


"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" salam ustadz Ayubi.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Kak Prinka, Zayn dan Diki.


Betapa terkejutnya Kak Prinka ketika laki-laki yang akhir-akhir ini berseliweran dalam pikirannya, kini berdiri dihadapannya.


Dengan segera Kak Prinka mempersilahkan Ustadz Ayubi masuk. Dengan wajah menunduk Kak Prinka tak ingin ustadz Ayubi melihat matanya yang bengkak karena habis menangis.


"Si-silahkan masuk ustadz" jawab Kak Prinla sedikit gugup.


Jika jantung Kak Prinka sekarang berdegub kencang ketika bertemu ustadz Ayubi, sangat berbanding terbalik dengan perasaan ustadz Ayubi yang biasa saja.


"Terima kasih nona Pirnka" ucap ustadz Ayubi kemudian berlalu menuju ranjang Zayn.


Banyak yang diperbincangkan Usyadz Ayubi dengan Zayn dan Diki, dan selama itu pula Kak Prinka mencuri-curi pandang menatap sosok ustadz Ayubi yang begitu mengagumkan.


Setelah dirasa cukup akhirnya ustadz Ayubi pun berpamitan.


"Nona Prinka, apakah anda baik-baik saja?" tanya ustadz Ayubi ketika hendak berpamitan.


"I-i-iya saya baik-baik saja ustadz" jawab Kak Prinka.


"Ahamdulillah jika begitu, jika butuh istirahat, istirahatlah jangan memdzolimi diri sendiri" ucap ustadz Ayubi.


Deg deg deg deg....


Jantung Kak Cinta berdebar-debar mendapat perhatian seperti itu dari laki-laki yang dikaguminya.


"Baik ustadz, terima kasih sudah mengingatkan" jawab Kak Prinka.


"Kalau begitu saya pamit ya, Assalamu'alaikum" salam ustadz Ayubi.


"Wa'laikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Kak Prinka, Zayn dan Diki.

__ADS_1


Zayn yang melihat gelagat gugup yang nampak dari wajah serta sikap salah tingkah Kak Prinka, Zayn pun menyadari bahwa tantenya memiliki perasaan spesial teehadap ustadz Ayubi.


Karena ingin ngobrol empat mata dengan tantenya Zayn pun memberi kodepada Diki agar mereka ditinggal berdua saja dulu diruanagn itu.


"Tuan, Nona, saya permsii keluar ya, ada yang mau dibeli" alasan Diki.


"Iya" jawab Zayn dan Kak Prinka.


Setelah kepergian Diki, Zayn pun memanggil Kak Prinka.


"Kak" panggil Zayn.


"Iya" jawab Kak Prinka.


Kak Prinka pun berjalan mendekati Zayn.


“Ada apa Zayn, ada yang bisa Kakak bantu?” tanya Kak Prinka.


“Bolehkah kita ngobrol sebentar” tanya Zayn.


Kak Prinka pun tersenyum lalu duduk di kursi dekat ranjang Zayn.


“Ngobrol apa?’ tanya Kak Prinka.


“Apa Kakak menyukai ustadz Ayubi?’ tembak Zayn tanpa basa-basi.


Kak Prinka sangat terkejut mendapat pertanyaan itu dari Zayn.


“Apa maksudmu?’ tanya Kak Prinka sedikit gagap.


“Kakak tak mengerti maksudmu, sudahlah tidak usah membahas hal itu, kau istirahatlah” ucap Kak Prinka.


“Jangan menghindar dan berbohong padaku” ucap Zayn membuat Kak Prinka tidak tahu harus menjawab apa.


“Jika kau tanya apa aku suka ustadz Ayubi, tentu saja aku suka, rasanya tak ada alasan untuk kita tak menyukainya, dia orang baik dan cerdas, semua orang pasti suka padanya karena dia seorang ustadz yang murah hati dan murah senyum” jawab Kak Prinka.


“Bukan suka sejenis itu, aku tahu Kakak paham maksudku. Tapi jika Kakak memang ingin tahu maksudku, akan aku katakan. Apakah Kakak mencintai ustadz Ayubi, aku melihat perasaan itu yang senatiasa terpancar dari raut wajah Kakak ketika bertemu ustadz Ayubi." ucap Zayn tgas.


“Zayn jaga ucapanmu!!!!” tegas Kak Prinka karena tak menyangka Zayn bisa berkata seperti itu padanya.


Karena merasa sudah terciduk dan tak mampu memberikan jawaban pada Zayn, Kak Prinka pun berjalan meninggalakan Zayn untuk duduk disofa tamu.


“Kak, dia pria beristri” ucap Zayn sekali lagi hingga membuat Kak Prinka menghentikan langkahnya lalu Kembali berbalik melihat kearah Zayn.


“Aku tahu itu, aku tidak ada niat untuk menjadi perebut suami orang!!!” tegas Kak Prinka dengan air mata yang menetes melihat kearah Zayn.


“Kak, maafkan aku, bukan maksudku….” Ucapan Zayn terputus karena disangah Kak Prinka.


“Tak usah memberi alasan, terima kasih karena kau telah mengingatkanku” ucap Kak Prinka menahan tangisnya.


“Istirahatlah agar kau cepat pulih” ucap Kak Prinka dengan wajah datar sambal menyandangkan tasnya.


“Kakak mau kemana?" tanya Zayn sedikit mengangkat tubuhnya agar bisa duduk.

__ADS_1


“Aku akan pulang kerumah, tadinya mau menginap disini tapi Kakak lupa bawa baju ganti, jadi malam ini maaf Kakak belum bia menemanimu ya?’ ucap Kak Prinka tersenyum pada Zayn.


“Apa Kakak marah padaku?’ tanya Zayn.


“Tidak sama sekali, aku hanya merasa benar-benar lelah dan ingin istirahat, jadi malam ini Kakak pulang dulu ya tidak menginap disini menemanimu” ucap Kak Prinka.


Zayn tak dapat berkata-kata lain selain mnguatkan hati Kak Prinka.


“Kalau begitu Kakak hati-hati dijalan, jika sudah sampai rumah Kakak tolong kabari aku agar aku bisa teang” ucap Zayn.


“Tentu” jawab Kak Prinka tersenyum ramah.


“Istirahat yang cukup ya Kak, aku menyayangi Kakak selalu” ucap Zayn.


“Aku juga sangat menyayangimu, cepatlah sembuh rumah terasa sangat sepi tanpamu” ucap kak Prinka.


Setelah percakapan terakhir itu, Kak Prinka pun benar-benar pulang. Ada rasa tak enak hati di hati Zayn, setelah penolakan dari Oma Aleta yang membuat Kak Prinka histeris dan menagis tanpa henti, kini beban hatinya bertambah lagi dengan dugaan yang Zayn sampaikan secara frontal pada Kak Prinka.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 20.30 malam, dikamar itu hanya ada Zayn dan Diki.


“Diki maukah kau membantuku untuk membesuk Cinta?” tanya Zayn.


“Baiklah, apa pesannya?” tanya Diki.


“Pesan, maksudmu apa?” tanya Zayn.


“Iya, tadi kan kau bilang minta bantuanku untuk membesuk nona Cinta, oke nggak maslaah nanti aku besuk dan pesan apa yang ingin kau sampaikan padanya biar kusampaikan saat aku membesuknya nanti” jawab Diki.


“Heei aku tidak menyuruhmu sendiri membesuk Cinta, aku meminta bantuanmu bukan menemui dan menyampaikan pesan pada Cinta. Tapi aku minta bantuanmu agar aku bisa membesuk Cinta malam ini,. Aku ingin melihat langsung perkembangan kesehatannnya!!!” tegas Zayn sedikit kesal karena Diki senyum-senyum saja melihat Zayn yang nampak kesal.


“Iya iya aku tahu, akui hanya bercanda. Tapi Zayn apakah tidak besok pagi saja, tidak enak berkunjung malam-malam nbegini, kita tidak tahukan siapa tahu saja dia sudah tidur, Besok saja ya, kau kan juga harus istirahat Zayn” ucap Diki.


“Begitu ya, baiklah kalau begitu. Tapi benar ya pagi-pagi sekali kau harus membantuku untuk membesuk Cinta dikamar sebelah” ucap Zayn.


“InsyaAllah, sekarang istirahatlah” ucap Diki.


Zayn pun patuh.


Keesokan harinya, Zayn sedari subuh sudah bangun dan menunaikan ibadah sholat subuh serta membaca Al-Qur’an. Setelah mengajinya selesai, Zayn pun langsung menagih janjinya pada Diki agar dibantu untuk bisa menemui Cinta untuk melihat perkembangan Cinta secara langsung.


“Diki, ayolah kita besuk Cinta” tagih Zayn pada Diki.


“Subhanallah, Zayn ini masih gelap, mana mungkin kita berkunjung subuh-subuh. Zayn tak kan lari gunung dikejar jadi tenang saja nona Cinta tidak akan kabur begitu saja dari sini.


Jadi Tunggulah sebentar lagi sampai matahari benar-benar telah menampakkan wajahnya barulah aku akan mengantarmu keruangan nona Cinta.


“Baiklah” jawab Zayn.


Setelah matahari naik dan bersinar terang menyinari bumi ini, Zayn pun Kembali memanggil Diki untuk membawanya melihat Cinta.


Baru saja Zayn keluar dari kamarnya dengan menggunakan kursi roda, tiba-tiba Zayn melihat sosok seorang wanita yang kini sedang bertemu pandang dengannya.


#tbc…

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya disini ya dengan tekan like, komen, favoritkan dan bantu beri hadiah juga ya. Terima kasih untuk all readers yang menjadi salah satu sumber penyemangat author. Love U all readers. 😍


__ADS_2