
Lepas sholat ashar semua tamu diarahkan ke gedung Aula yang berada tepat di seblah Masjid Al-Furqon untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan untuk para tetamu.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore, Zayn dan rombongan pun pamit undur diri.
Zayn mengucapkan banyak terima kasih karena keluarga besar Abah Furqon dan Buya Mahfud sudah menyambut mereka dengan sangat hangat.
Zayn dan Diki menyalami bapak-bapak yang ada di rungan itu, begitupun Kak Prinka yang berpamitan dengan Cinta, Zelina, Umma Salamah dan semua keluarga besar keluarga itu termasuk pada Kak Zilvia.
“Mbak Zilvia, saya pamit pulang ya” ucap Kak Prinka.
“Iya mbak, akhirnya Zayn dan Cinta nikah juga ya mbak” ucap Kak Zilvia merasa semakin akrab dengan Kak Prinka.
“Alhamdulillah, semoga acaranya nanti dilancarkan dan tidak ada kendala ya mbak” ucap Kak Prinka.
“Aamiin Yaa Allah” ucap Kak Zilvia.
“Mbak Prinka” panggil Kak Zilvia.
“Iya mbak” jawab Kak Prinka sambil menyandang tas tangannya.
“Maaf sebelumnya ya mbak” ucap Kak Zilvia.
“Maaf kenapa mbak?” tanya Kak Zilvia.
“Mbak Prinka, Zayn kan akan menikah, apa mbak Prinka akan segera menikah juga?” tanya Kak Zilvia hati-hati.
“Haaa??” Kak Prinka terkejut dengan pertanyaan Kak Zilvia.
Sejujurnya Kak Prinka agak sedikit terganggu karena bukan kali ini saja Kak Prinka bertanya, bahkan via telpon pun Kak Zilvia pernah bertanya pada Kak Prinka tentang tipe laki-laki seperti apa yang di inginkan Kak Prinka, sudah ada calon belum, siapkah jika dalam waktu dekat ada yang mengajak Kak Prinka menikah.
Masih banyak pertanyaan lain yang ditanyakan Kak Zilvia tentang rencana menikah Kak Prinka jika mereka bertemu dan ngobrol.
Pernah satu kali ketika Kak Prinka mengatakan bahwa Kak Prinka belum ada calon dan tidak ada yang sedang dekat dengannya, Kak Zilvia langsung mengucap syukur ketika mengetahui bahwa Kak Prinka belum ada calon sama sekali.
Kak Prinka sempat berpikir, mungkin Kak Zilvia ingin menjodohkan nya dengan salah satu kerabatnya, ya itu mungkin saja, karena Kak Zilvia sepertinya mengorek begitu dalam soal rencana menikah Kak Prinka.
“Mbak, mbak Prinka….” Panggil Kak Zilvia.
“Mbak melamun?” tanya Kak Zilvia.
“Owhh… maaf” ucap Kak Prinka.
“Mbak Prinka, saya mau tanya serius sama mbak" ucap Kak Zilvia dengan tatapan mata sendu.
"Iya, tanya apa mbak ?" Kak Prinka balik baertanya.
"Jika ada seseorang yang mau menikahi mbak gimana?” tanya Kak Zilvia.
“Apaaa???” kaget Kak Prinka mendengar pertanyaan Kak Zilvia.
“Iya mbak, seperti yang pernah saya bilang waktu ditelpon tempo hari, gimana kalau misalnya ada seorang laki-laki yang sholeh mau mengkhitbah mbak” ucap Kak Zilvia.
“Maaf mbak saya belum terpikirkan untuk menikah, saya masih trauma” jawab Kak Prinka.
“Begitu ya” ucap Kak Zilvia agak kecewa.
“Kak sudah….” Tanya Zayn.
“Iya” jawab Kak Prinka.
“Mbak Zilvia saya permisi ya. Assalamu’alaikum” salam Kak Prinka berpamitan .
“Ya, wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Kak Zilvia.
Baru saja Kak Prinka melangkah, tiba-tiba tubuh Kak Zilvia limbung.
“Subhanallah… Yaa Allah… Mbak Zilvi, mbak kenapa?” tanya Kak Prinka yang sempat menangkap tubuh Kak Zilvia yang hampir jatuh mencium lantai.
“Aku baik-baik saja mbak, maaf, mungkin aku kecapean” ucap Kak Zilvia sambil memegang kepalanya.
"Mbak Zilvia sakit ya?" tanya Kak Prinka karena nampak wajah Kak Zilvia terlihat pucat.
Kak Zilvia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Ustadz Ayubi yang melihat istrinya terlihat lemah dipeluk Prinka pun segera menghampirinya.
“Dek, sayang kamu kenapa?” tanya ustadz Ayubi yang langsung mendekat dan memeluk tubuh istrinya ketika melihat dan mendengar Kak Prinka menyebut nama istrinya.
Kak Prinka sejenak terdiam sambil memejamkan matanya.
"Sayang kamu kenapa Dek?" tanya Ustadz Ayubi.
"Maaf nona Prinka, istri saya kenap" tanya Ustadz Ayubi.
"Saya juga kurang paham ustadz, yang saya tahu ketika saya pamitan, tiba-tiba mbak Zilvia lemes dan mau jatuh" jawab Kak Prinka gugup.
__ADS_1
Mendengar suara suaminya yang begitu mengkhawatirkannya, Kak Zilvia pun sekuat tenaganya untuk membuka mata dan bicara.
“Bang... Adek nggak apa-apa Bang” jawab Kak Zilvia tersenyum meilhat suaminya.
“Kita balik kekamar ya, Adek pucat banget, Adek sakit, kok nggak bilang sama Abang” ucap ustadz Ayubi terlihat cemas sambil memeluk dan memegang kening istrinya.
“Aku baik-baik saja Bang, mungkin kelelahan saja” jawab Kak Zilvia.
“Nona Prinka, terima kasih sudah membantu istri saya. Kami permisi duluan ya” ucap ustadz Ayubi.
Deg deg deg deg….
Jantung Kak Prinka berdegub kencang ketika melihat ustadz Ayubi berdiri dihadapannya.
Kak Prinka terharu melihat kepedulian ustadz Ayubi pada istrinya, sangat terlihat jelas jika ustadz Ayubi sangat mencintai istrinya.
“Iya ustadz. Mbak Zilvia semoga cepat sembuh ya” ucap Kak Prinka.
Kak Zilvia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lemah.
Karena tubuh Kak Zilvia terlihat sangat lemah, Ustadz Ayubi akhirnya menggendong tubuh istrinya itu.
Kak Prinka menatap pasangan itu.
“Yaa Allah, jika kelak Engkau berikan jodoh untuk hamba, hamba berharap mendapatkan jodoh yang baik, sholeh, perhatian, sayang kepada hamba dan tentunya bisa membimbingan hamba menjadi wanita, anak, istri dan ibu yang sholeha pula kelak, aamiin” doa Kak Prinka dalam hati.
“Kak” panggil Zayn.
“Lepas sholat ashar semua tetamu diarahkan ke gedung Aula yang berada tepat di seblah Masjid Al-Furqon untuk menikmati hidanagn yang telah disiapkan untuk para tetamu.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore, Zayn dan rombongan pun pamit undur diri. Zayn mengucapkan banyak terima kasih karena keluarga besar Abah Furqon dan Buya Mahfud yang menyambut mereka dengan sangat hangat.
Zayn dan Diki menyalami bapak-bapak yang ada di rungan itu, begitupun Kak Prinka yang berpamitan dengan Cinta, Zelina, Umma Salamah dan semua keluarga besar keluarga itu termasuk pada Kak Zilvia.
“Mbak Zilvia, saya pamit pulang ya” ucap Kak Prinka.
“Iya mbak, akhirnya Zayn dan Cinta nikah juga ya mbak” ucap Kak Zilvia merasa semakin akrab dengan Kak Prinka.
“Alhamdulillah, semoga acaranya nanti dilancarkan dan tidak ada kendala ya mbak” ucap Kak Prinka.
“Aamiin Yaa Allah” ucap Kak Zilvia.
“Mbak Prinka” panggil Kak Zilvia.
“Maaf sebelumnya ya mbak” ucap Kak Zilvia.
“Kenapa mbak?” tanya Kak Zilvia.
“Mbak Prinka, Zayn kan akan menikah, apa mbak Prinka akan segera menikah juga?” tanya Kak Zilvia hati-hati.
“Haaa??” Kak Prinka terkejut dengan pertanyaan Kak Zilvia.
Sejujurnya Kak Prinka agak sedikit terganggu karena bukan kali ini saja Kak Prinka bertanya, bahakn via telpon pun Kak Zilvia sering bertanya pada Kak Prinka tentang tipe laki-laki seperti apa yang di inginkan Kak Prinka, sudah ada calon belum, siapkah jika daelam waktu dkat ada yang mengajak Kak Prinka menikah, masih banyak pertanyaan lain yang ditanyakan Kak Zilvia tentang rencana menikah Kak Prinka.
Pernah satu kali ketika Kak Prinka menagatakan bahwa Kak Prinka belum ada calon dan masih trauma untuk menjalin hubungan bernamakan pernikahan. Kak Zilvia sempat mengucap syukur ketika mengetahui bahwa Kak Prinka belum ada calon sama sekali.
Kak Prinka sempat berpikir, mungkin Kak Zilvia ingin menjodohkan nya dengan salah satu kerabatnya, ya itu mungkin saja, karena Kak Zilvia sepertinya mengorek begitu dalam soal rencana menikah Kak Prinka.
“Mbak, mbak Prinka….” Panggil Kak Zilvia.
“Mbak melamun?” tanya Kak Zilvia.
“Owhh… maaf” ucap Kak Prinka.
“Mbak Prinka, jika ada seseorang yang mau menikahi mbak gimana?” tanya Kak Zilvia.
“Apaaa???” kaget Kak Prinka mendengar perntanyaan Kak Zilvia.
“Iya mbak, seperti yang pernah saya bilang waktu ditelpon tempo hari, gimana kalau misalnya ada seorang laki-laki yang sholeh mengkhitbah mbak” ucap Kak Zilvia.
“Maaf mbak saya belum terpikirkan untuk menikah, saya masih trauma” jawab Kak Prinka.
“Begitu ya” ucap Kak Zilvia agak kecewa.
“Kak sudah….” Tanya Zayn.
“Iya” jawab Kak Prinka.
“Mbak Zilvia saya permisi ya. Assalamu’alaikum” salam Kak Prinka.
“Ya, wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Kak Zilvia.
Baru saja Kak Prinka melangkah, tiba-tiba tubuh Kak Zilvia limbung.
“Subhanallah… Yaa Allah… Mbak Zilvi, mbak kenapa?” tanya Kak Prinka yang sempat menangkap tubuh Kak Zilvia yang hampir jatuh.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja mbak, mungkin kecapean” ucap Kak Zilvia.
“Dek, sayang kamu kenapa?” tanya ustadz Ayubi yang langsung mendekat dan memeluk tubuh istrinya ketika melihat dan mendengar Kak Prinka menyebut nama istrinya.
“Adek nggak apa-apa Bang” jawab Kak Zilvia tersenyum meilhat suaminya.
“Kita balik kekamar ya, Adek pucat banget, Adek sakit, kok bilang sama Abang” ucap ustadz Ayubi terlihat cemas sambil memeluk dan memegang kening istrinya.
“Aku baik-baik saja Bang, mungkin kelelahan saja” jawab Kak Zilvia.
“Nona Prinka, terima kasih sudah membantu istri saya. Kami permisi duluan ya” ucap ustadz Ayubi.
Deg deg deg deg….
Jantung Kak Prinka berdegub kencang ketika melihat ustadz Ayubi berdiri dihadapannya.
Kak Prinka terharu melihat kepedulian ustadz Ayubi pada istrinya, sangat terlihat jelas jika ustadz Ayubi sangat mencintai istrinya.
“Iya ustadz. Mbak Zilvia semoga cepat sembuh ya” ucap Kak Prinka.
Kak Zilvia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lemah.
Karena tubuh Kak Zilvia terlihat sangat lemah, Ustadz Ayubi akhirnya menggendong tubuh istrinya itu.
Kak Prinka menatap pasangan itu.
“Yaa Allah, jika kelak Engkau berikan jodoh untuk hamba, hamba berharap mendapatkan jodoh yang baik, sholeh, perhatian, sayang kepada hamba dan tentunya bisa membimbingan hamba menjadi wanita, anak, istri dan ibu yang sholeha pula kelak, aamiin” doa Kak Prinka dalam hati.
“Kak” panggil Zayn.
“Iya” jawab Kak Prinka.
“Ayo” ajak Zayn.
“Ya” jawab Kak Prinka.
Zayn dan rombongan pun akhirnya pulang ke kediaaman masing-masing.
Malam hari ba’dah sholat isya’, Zayn, Diki dan Kak Prinka ngobrol di ruang keluarga untuk menyiapkan persiapan ijab qabul dan resepsi pernikahan Zayn dan Cinta.
“Zayn, besok kamu fitting baju pengantin ya, kata orang dari gallery butiknya akan datang kesini sekitar jam 9 pagi” ucap Kak Prinka sambil melihat list apa saja yang akan mereka kerjakan menjelang pernikahan Zayn yang sudah didepan mata.
“Cinta gimana Kak?” tanya Zayn.
“Besok tim dari butiknya juga langsung kesana” jawab Kak Prinka.
“Oia untuk sergam keluarga baik dari sebelah kita ataupun pihak Cinta juga sudah Kakak siapkan, jadi Kakak pesan pakaian langsung jadi aja, tinggal nanti sesuaikan ukurannya aja untuk keluarga Cinta” ucap Kak Prinka terlihat mencoret-coret di buku kecilnya.
“Untuk Oma bagaimana Kak?” tanya Zayn.
“Kakak juga sudah siapkan, besok kita coba datang lagi kerumah Mami ya Zayn” ucap Kak Prinka menatap Zayn.
“Iya Kak, setalah fitting pakaian pengantin kita kerumah besar” ucap Zayn tersenyum pada Kak Prinka.
“Oiya bagaimana dengan keluarga kita yang dari luar Kak?” tanya Zayn.
“Keluarga yang dari luar kota dan luar negeri sudah Kakak confirm siapa aja yang akan datang, kamu tenang aja Kakak udah booking hotel untuk mereka semua. Kamu fokus sama list yang udah Kakak buat kamu aja, diluar itu biar Kakak, Diki dan pegawai kita yang gerak” ucap Kak Prinka.
“Terima kasih Kak, maaf aku jadi merepotkan Kakak” ucap Zayn.
“Kamu tidak merepotkan Kakak sayang, kamu itu satu-satunya keponakan Kakak, jadi Kakak ingin yang terbaik di hari pernikahanmu” ucap Kak Prinka.
“Kalau masih ada Mama dan Papa mereka juga pasti sibuk banget ya Kak” ucap Zayn.
Kak Prinka melemparkan senyumnya pada Zayn.
“InsyaAllah mereka pasti bahagia karena kamu akan menikah dengan wanita yang sholeha seperti yang mereka harapkan” ucap Kak Prinka.
“Aamiin Yaa Allah” jawab Zayn dan Diki.
Kak Prinka pun memberikan list apa saja yang harus dikerjakan oleh Zayn, Diki dan para pegawai rumah mereka.
Setelah dirasa cukup, Zayn, Diki, Kak Prinka dan semua pegawai dirumahnya pun beranjak keperaduan mereka untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka.
Zayn yang belum bisa memejamkan matanya masih senyum-senyum sendiri mengingat perjuangannya untuk bisa sampai pada titik ini.
Zayn merasa bahagia akhirnya CInta menerima lamarannya setelah berulang kali menolaknya.
“Cinta, sedang apa kamu sekarang, aku berharap kamu juga merasakan kebahagian yang sama denganku seperti malam ini” ucap Zayn sambil menutup wajahnya dengan guling.
Seketika Zayn merasa malu sendiri mendapati jantungnya yang berdegub kencang ketika memikirkan sebentar lagi ia akan menjadi seorang suami.” jawab Kak Prinka.
💖tbc....
...Haaiii readers kesayangan jangan lupa di like setiap episode nya ya, bantu vote, komen, favorit dan rating bintang 5 juga ya 🙏...
__ADS_1