Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Meluruskan Kesalahpahaman


__ADS_3

Seminggu lebih telah berlalu dari kejadian yang dialami Cinta di MLA, kini Cinta telah resmi keluarkan dari MLA. Sejujurnya Cinta masih merasa sedih karena keluar dari MLA, bagi Cinta MLA adalah tempat yang banyak membawa kenangan yang manis bagi Cinta, tempat ia berbagi Ilmu, Cinta sangat senang bekerja di MLA.


Tapi demi kebaikan semuanya, Cinta memilih untuk mengundurkan diri dari MLA dan fokus mengajar di sekolah IT dan rumah Tahfidz As-Syaamil Furqon.


Cinta tak menyangka karirnya di MLA berakhir karena masalah cinta dan hati.


Sedangkan Ilham tetap dipertahankan oleh tim direksi, pengunduruan diri dari Ilham tidak di setujui oleh semua tim Direksi dan nyonya Aleta pun tidak bisa berkutik.


Meskipun sejujurnya nyonya Aleta tempo hari hanya menggertak saja, namun nyonya Aleta tak menyangka bahwa Ilham pun dengan mantap mengajukan pengunduran diri.


Karena tidak disetujui, Ilham pun tetap bekerja di MLA, karena pada dasarnya Ilham juga masih punya banyak tanggung jawab atas pekerjaannya. Ilham akhirnya membatalkan pengunduran dirinya, itupun atas permintaan Cinta, karena jika Ilham pun keluar dari MLA, Cinta merasa semakin bersalah dan terpukul karena masalah pribadinya Ilham pun ikut terseret.


Ilham sempat menagmbil hikmah dari kejadian ini, Ilham percaya Allah punya rencana indah untuknya dibalik semua kejadian ini.


“Dek” panggil Umma Tuti.


“Iya Kak” jawab Cinta.


“Kamu di panggil Umma” ucap Umma Tuti setelah Cinta melipat mukenah nya lepas sholat ashar.


“Ohh ya, dimana Umma Kak?” tanya Cinta.


“Diruang kerja Buya” jawab Umma Tuti.


“Ruang kerja Buya, kok disana Kak?” tanya Cinta heran.


“Buya juga mau ngomong sama kamu Dek” ucap Umma Tuti.


“Baik Kak” jawab Cinta.


Cinta pun berjalan menuju ruang kerja Buya.


Didalam ruangan itu sudah ada Zayn dan Ilham yang menemui Buya dan Umma.


Deg….


Jantung Cinta berdegub kencang melihat kebaradaan Zayn dan Ilham didalam ruangan itu.


“Assalamu’alaikum” salam Cinta ketika memasuki ruang kerja Buya.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab semua yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


“Cinta, sini nak” panggil Umma Salamah sambil menepuk-nepuk sofa panjang tempat Umma Salamah duduk.


“Iya Umma” jawab Cinta kemudian duduk disamping Umma Salamah.


Cinta terus menunduk karena saat ini jantungnya terus saja berdebar-debar.


Cinta bingung dengan keberadaan Zayn dan Ilham yang ada diruang kerja Buya, apa sebenarnya yang terjadi.


“Cinta, disini ada Zayn dan Ilham. Ada hal penting yang ingin Buya sampaikan kepadamu, Buya harap kamu mau mendengarkannya, setelah itu barulah berikan pendapatmu” ucap Buya.


“Baik Buya” jawab Cinta patuh dengan tetap menundukkan kepalanya.


“Zayn sudah cerita banyak pada Buya, Zayn menceritakan semuanya pada Buya masalah yang terjadi diantara kamu, Zayn dan nyonya Aleta, termasuk semua kejadian di MLA.” Ucap Buya.


Cinta tetap menundukkan kepalanya mendengarkan.


“Buya dan Umma juga sudah melihat rekaman cctv nya, nak Zayn yang memberikannya pada kami agar kami bisa menjelasakannya padamu karena menurut Zayn, kamu tidak memberi ruang baik kepada Zayn maupun pada Prinka untuk menjelaskan fakta sebenarnya” ucap Buya Mahfud.


Seketika Cinta mengangkat kepalanya melihat kepada Buya lalu menatap sejenak kepada Zayn.


Cinta tak menyangka Zayn bisa melakukan itu semua bahkan melibatkan Buya untuk memperjelas kesalahpahaman diantara mereka.


Ada secercah rasa bersalah dihati Cinta karena percaya pada nyonya Aleta bahwa Zayn yang membuat Cinta gagal menuju AIIBS.


Cinta tetap menundukkan kepalanya. Umma Salamah pun menggenggam tangan Cinta untuk menguatkan, Umma Salamah paham saat ini Cinta pasti sedang merasa tak enak dihatinya.


“Nona Prinka juga beberapa hari yang lalu sempat menghubungi Umma dan meminta kami untuk melurusakn kesalahpahaman ini, mereka hanya ingin kamu tidak salah paham dan tahu apa yang terjadi sebenarnya” tambah Buya.


“Apa kamu sudah paham nak?” tanya Buya.


“Iya Buya, terima kasih Buya, maaf karena saya, Buya jadi ikut terlibat dalam masalah ini” ucap Cinta.


“Tidak apa nak, kamu adalah anak Buya dan sudah menjadi tanggung jawab Buya apapun yang terjadi padamu akan menjadi bagian dari masalah Buya juga” ucap Buya bijaksana.


“Terima kasih Buya” Cinta tetap menunduk.


“Buya harap kamu, Ilham dan Zayn tetap berhubungan baik tanpa adanya ganjalan hati dari kesalahpahaman ini” pesan Buya.


“Iya Buya” jawab Cinta, Ilham dan Zayn bersamaan.


“Tuan Zayn, maaf jika saya sempat suudzhon pada anda, maafkan saya” ucap Ilham.

__ADS_1


“Saya juga minta maaf pada ustadz karena saya ustadz jadi terlibat juga dalam masalah pribadi saya” ucap Zayn, lalu mereka saling berpelukan saling memaafkan.


Setelah keduanya mengurai pelukannya, kini Cinta yang bersuara.


“Tuan Zayn, saya juga mohon maaf untuk semua kesalahan saya dan kesalahpahaman ini juga, tolong sampaikan maaf juga pada Kak Prinka karena sempat mengabaikan niatnya untuk menjelaskan ini semua” ucap Cinta.


“InsyaAllah akan aku sampaikan pada Kak Prinka, Kakak pasti sudah memaafkanmu. Saat ini Kak Prinka masih dirawat dirumah sakit, semoga kamu ada waktu untuk membesuk dan menghiburnya” ucap Zayn.


“Kak Prinka sakit, sakit apa, kapan dirawatnya?” tanya Cinta pada Zayn.


“Waktu hari kejadian itu, saat kami ke kantor Oma, Kak Prinka memang sempat jatuh pingsan, tapi diperbolehkan Dokter pulang. Namun, dua hari setelah kejadian itu kondisi Kesehatan Kak Prinka menurun mungkin karena efek kelelahan bekerja ditambah lagi makan yang tidak teratur dan sedikit sekali minumnya hingga tubuhnya lemah, dan ternyata Kak Prinka juga ada riwayat sakit lambung akhirnya beliau tumbang dan harus di opname” jawab Zayn.


“Yaa Allah… kami tidak tahu jika nona Prinka di rawat dirumah sakit. Sudah berapa lama nak Prinka di rawat?” kali ini Umma Salamah yang bertanya.


“Sudah lima hari Umma” jawab Zayn.


“Subahnallah, semoga Prinka cepat sembuh, diangkat semua penyakitnya” ucap Umma Salamah.


“Aamiin Yaa Allah” jawab semua yang ada di dalam ruangan itu.


Mendengar cerita Zayn, lagi-lagi terselip rasa bersalah dihati Cinta. Cinta bertanya dalam hatinya, apakah karena dirinya juga yang memberi andil atas tumbangnya Kak Prinka.


Cinta ingat betul satu hari setelah kejadian di MLA hari itu, Kak Prinka menelponnya sambil menangis dan memintanya untuk tidak menyalahkan Zayn serta mempertimbangkan perasaan dan niat tulus Zayn, tapi Cinta hanya diam dan memilih untuk tidak ingin membahas masalah itu lagi.


Tak terasa sambil memikirkan hal itu, air mata Cinta menetes mengenang semua kebaikan Kak Prinka padanya.


“Kita doakan saja semoga nona Prinka diberikan kesembuhan dan segera pulih dari sakitnya.” Ucap Buya.


Kak Prinka memang sakit karena masalah lambungnya, tapi pada dasarnya sakit fisiknya itu sebagian besar karena disebabkan psikisnya yang sakit yang menyebabkan Kak Prinka depresi dan tertekan.


Namun tidak mungkin Zayn menceritakan aib keluarganya apa yang membuat Kak Prinka sampai tumbang dan rapuh sampai saat ini.


“Oiya kita kembali pada tujuan kita untuk berkumpul disini” ucap Buya.


Deg deg deg deg…..


Cinta yang tadinya baper mengingat Kak Prinka, kini jantungnya kembali berdebar mendengar kalimat yang diucapkan Buya.


#tbc…


...Tetap dukung karya ini ya dengan meninggalkan jejak like, vote, komen, favorit dan boleh juga berbagi hadiahnya. Dukungan all readers adalah penyemangat bagi author. Salam sayang untuk all readers. 💖💖💖...

__ADS_1


__ADS_2